“LANGKAH PERTAMA”

<Jumat, 06 Mei 2016 COR 09:44>

Kita semua pasti mengenal olahraga catur, sebuah olahraga permainan yang merakyat dan tidak memerlukan biaya yang besar untuk memainkannya. Biasanya dimainkan di warung-warung kopi.

Mungkin banyak diantara kita, tidak mengetahui bahwa setiap langkah pertama pada permainan catur, mempunyai 318.979.564.000 variasi kemungkinan pada langkah selanjutnya. Sekilas mirip dengan saldo tabungan rekening bank. Bukan main…!!!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dihadapkan oleh beragam pilihan kemungkinan untuk melangkah. Maju, mundur atau melangkah di tempat.

Saat bangun tidur di pagi hari, tersedia pilihan buat kita untuk memulai langkah pertama, apakah ingin berleha-leha dan kembali tidur melanjutkan mimpi indah semalam? Ataukah bergegas bangun dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mewujudkan mimpi yang belum direalisasikan?

Saat memutuskan untuk menikah, itulah sebenarnya langkah pertama kita untuk maju dalam menempuh kehidupan baru, dan lepas dari bayang-bayang orang tua.

Saat memutuskan untuk berbisnis, itulah sebenarnya langkah pertama kita untuk maju dalam menempuh kehidupan baru yang mandiri dan bertanggungjawab.

Kita memiliki impian yang mungkin sama dengan orang lain, yaitu ingin menjadi orang yang sukses, karir kinclong, penghasilan besar dan jabatan yang mentereng. 

Posisi dan letak “impian” itu adalah “sama” bagi semua orang, di suatu tempat tertentu, namun jaraknya pasti berbeda bila diukur dari posisi orang-orang yang berdiri saat ini. 

Ada yang sudah dekat, namun ada juga yang masih sangat jauh dari letak “impian”. Hal ini juga bergantung kepada seberapa jauh seseorang sudah melangkah dan berkreasi.

Kita harus menyadari bahwa posisi kita saat ini, memang berbeda dengan orang lain yang sudah setengah sukses atau yang sudah sukses. Oleh karena itu kita harus memulai dengan langkah pertama yang berbeda, agar dapat meringankan langkah-langkah kita kedepannya dalam mengejar ketertinggalan dari orang lain.

Seringkali kita menyepelekan dan bahkan melalaikan langkah pertama. Padahal langkah pertama merupakan awal kebangkitan, roh penyemangat serta “remote control” untuk mengendalikan dan mengarahkan langkah-langkah kita selanjutnya.

Sobatku yang budiman…

Dalam dunia nyata, kita melihat banyak orang ragu-ragu untuk membuat langkah pertama. Faktor penyebabnya karena takut menghadapi kegagalan, tidak percaya diri dan berjiwa pesimistis.

Namun, saat kita berhasil melangkah untuk pertama kali, maka langkah selanjutnya akan menjadi mudah. Mulai tumbuh sikap optimistis dan kepercayaan diri untuk segera melangkah, berjalan cepat hingga berlari sekencang-kencangnya. 

Langkah pertama itu tidak memandang gender dan usia. Seorang komedian Tukul Arwana baru sukses setelah berusia di atas 40 tahun. Atau seorang Margareth Teacher, “si wanita besi”, sukses menjadi Perdana Menteri Inggris, merupakan sosok disegani dan dihormati oleh para pemimpin dunia.

Jangan takut untuk melangkah…

Marilah kita membuat langkah pertama terbaik dan penuh keyakinan dalam hidup ini. Langkah pertama yang akan membuat langkah-langkah berikutnya terasa lebih ringan.

Percayalah…

#firmanbossini m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s