“SANDARAN HIDUP”

<Kamis, 05 Mei 2016 COR 10:48>

Saat menjelang tidur, Sinchan selalu ditemani oleh mamanya. Berbagai aktivitas dilakukan oleh mama yang bijaksana ini, mulai dari mendendangkan lagu, mendongeng cerita dan mengelus-elus punggung sang buah hati, untuk mengiringi Sinchan menuju ke peraduan yang tenang dan nyaman.

Malam ini, sebelum tidur, Sinchan mengajukan sebuah pertanyaan kepada mamanya : “Ma… Tadi si Ono ada cerita kalau mamanya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk hingga nyamuk itu merasa kenyang dan tidak lagi menggigit sekujur tubuh Ono. Mamanya Ono baik sekali yah…”

Mama Sinchan : “Iya, benar… Mamanya Ono memang baik sekali…”

Sinchan : “Apakah Mama akan melakukan hal yang sama..?”

Sang Mama tersenyum dan menjawab dengan terus terang, “Tidak, anakku Sinchan….”

Sinchan : “Hah..? Apakah Mama tidak sayang lagi sama Sinchan..,?”

Mama Sinchan : “Bukan begitu anakku sayang… Mama akan mengusir setiap nyamuk pengganggu sepanjang malam agar tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita”.

Mendengar jawaban itu, Sinchan dapat bernafas lega, tersenyum dan mulai memejamkan matanya sambil menikmati elusan tangan Sang Mama di punggungnya.

Keesokan harinya, saat makan pagi bersama, Sinchan kembali mengajukan sebuah pertanyaan. Namun kali ini pandangannya mengarah kepada Sang Papa.

Sinchan : “Pa, Sinchan boleh bertanya sesuatu hal kepada Papa?”

Papa Sinchan : “Tentu boleh anakku tersayang.. Ada apa gerangan yang mengganggu pikiranmu saat ini…?”

Sinchan : “Saya pernah mendengar kisah orang tua yang penuh pengorbanan, merelakan diri mereka kelaparan agar anak-anaknya bisa makan hingga kenyang. Apakah papa juga akan melakukan hal demikian?”

Papa Sinchan menjawab dengan nada tegas : “Tidak, anakku Sinchan…”

Sinchan terkejut mendengar jawaban yang di luar perkiraannya. Mukanya mulai cemberut, lalu berkata dengan nada pelan : “Berarti Papa tidak sayang lagi sama Sinchan yah… Saya merasa sedih banget…”

Papa Sinchan : “Papa akan bekerja sangat keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak perlu sampai kesulitan menelan makanan karena melihat orang tuamu menahan lapar”.

Sinchan kembali tersenyum, dan kemudian memeluk kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang. 

Sinchan : “Makasih…. Sinchan akan selalu dapat mengandalkan kemampuan dan kehebatan Papa. Sinchan tidak perlu khawatir lagi akan merasa kekurangan dalam hidup ini karena akan selalu bersandar kepada Mama”.

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, Sang Papa menjawab : “Bukan begitu, anakku. Kamu tidak boleh berpikiran seperti demikian. Kami akan mendidikmu supaya kelak kamu bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika kami sudah tidak ada lagi di sisimu. Ingatlah sayangku, kami tidak mungkin dapat mendampingimu selamanya”.

Sobatku yang budiman…

Banyak dari kita menerapkan pola asuh anak yang salah. Perilaku yang over protected (perlindungan yang berlebihan) justru akan membuat anak kita menjadi manja dan tidak mandiri.

Sering kali para orang tua merasa bahwa kerelaan untuk menyiksa dan menyakiti diri sendiri demi sang buah hati adalah bentuk kasih sayang. Namun, tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu justru dapat menumpulkan mental pemberani anak kita?

Sangatlah bijak jika semua orangtua tidak menempatkan dirinya sebagai “sandaran empuk” bagi sang buah hati melainkan mendidik anaknya untuk membuat sandaran baru yang layak dan pantas bagi kehidupannya kelak. 

Sangatlah bijak jika sedini mungkin semua orangtua membentuk karakter anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri, yang nantinya amat berguna di saat orangtuanya sudah tiada lagi.

Semoga….

#firmanbossini m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s