“JEJAK-JEJAK KEHIDUPAN”

<Rabu, 04 Mei 2016 COR 07:22>

Tidak ada seorangpun yang mampu mengontrol pergerakan waktu agar berjalan sesuai dengan keinginan hati, apalagi berupaya menghentikan laju waktu atau mempercepat jalannya waktu.

Waktu akan terus berjalan konstan mengiringi setiap langkah kehidupan manusia. Mencatat semua detil kejadian secara rapi dan sistematis.

Hidup itu bagaikan rangkaian perjalanan yang dimulai dari titik awal hingga menuju titik akhir, dengan beragam lika-liku jalan berkelok-kelok.

Hidup itu ibarat atlit pelari yang memulai perjuangannya dari garis start hingga berakhir di garis finish. 

Sama seperti yang dialami manusia, yang “memulai karir kehidupan” sejak lahir hingga tiba saatnya “mengakhiri karir kehidupan” sesuai jangka waktu yang ditentukan oleh Tuhan.

Selama perjalanan kehidupan, manusia pasti akan meninggalkan jejak-jejak yang ditorehkan dari setiap ucapan, pemikiran dan perilaku.

Ada yang meninggalkan jejak-jejak berupa monumen yang dapat dilihat dan diteladani sebagai bahan inspirasi untuk mengangkat derajat hidup manusia dan mendorong kesuksesan orang lain.

Ada yang meninggalkan jejak-jejak berupa bangunan inovasi teknologi peradaban manusia yang dapat mengimprovisasi kehidupan manusia agar hidup layak dan bermartabat berupa produk yang memudahkan terjalinnya tali persahabatan antar umat manusia.  

Akan tetapi…

Ada juga yang meninggalkan jejak-jejak berupa kerusakan dan kehancuran sebagai akibat keserakahan dan kezaliman yang akan menimbulkan bencana bagi umat manusia di masa mendatang.

Ada juga yang meninggalkan jejak-jejak virus permusuhan, pertikaian, kebencian, pertentangan dan perselisihan akibat arogansi dan pikiran sesat, yang akan memecah belah umat manusia.

Dan pada akhirnya…

Jejak seperti apa yang akan kita tinggalkan dalam setiap langkah perjalanan kehidupan di muka bumi, berpulang kembali kepada sikap dan perilaku kita yang terdahulu, saat ini dan akan datang. 

Manusia hidup di dalam tiga jangka waktu yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. 

Semua yang terjadi hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu. Semua yang akan terjadi di masa depan adalah cerminan dari apa yang kita lakukan di masa kini.

Dibandingkan masa lalu dan masa depan, hari yang dijalani sekarang adalah yang terpenting. Karena di masa kini, manusia akan mecatatkan semua jejak-jejak kehidupan yang akan menentukan nasibnya di masa depan. 

Rekam jejak yang buruk dapat membawa manusia pada masa depan yang tidak menyenangkan dan penuh penderitaan. Bisa saja dilupakan, namun lebih sering terjadi penyesalan.

Rekam jejak yang baik akan dikenang dan berakhir pada kebahagiaan di masa depan. Syukuri dan nikmatilah dengan penuh kewajaran.

Marilah kita menanamkan tekad dalam diri untuk selalu menapaki setiap jejak kehidupan ini dengan penuh kehati-hatian. Melangkah setapak demi setapak dengan senantiasa menyertakan kebaikan dan selalu berpegang teguh pada kebenaran. 

Niscaya hidup kita akan berbahagia…

#firmanbossini

m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s