“TOLERANSI BERAGAMA”

<Selasa, 03 Mei 2016 OOR 11:55>

Semua warga negara Indonesia diwajibkan memilih satu dari enam agama dan sebuah aliran Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai syarat untuk diakui sebagai warga negara yang sah. Pemerintah juga mengharuskan setiap warga untuk mengisi kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

Dengan demikian, mau tidak mau, suka tidak suka, sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, kita harus berhubungan dan berinteraksi dengan orang dari berbagai suku, adat istiadat yang berbeda dan agama serta kepercayaan yang beragam pula. 

Merupakan suatu kemuliaan hidup jika kita dapat menikmati dan mengapresiasi keberagaman ini.

Bersyukurlah kita terlahir menjadi seorang warga negara Indonesia, tumbuh di dalam komunitas yang sangat heterogen (beragam). Semua ini menjadi sebuah bentuk khasanah kekayaan yang tiada ternilai, yang telah dianugerahkan Sang Pencipta kepada negeri tercinta. 

Di dalam lingkungan yang bermacam-macam itulah, kita memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenal adat kebiasaan orang lain. Dan akhirnya kita menjadi sadar bahwa setiap manusia itu terlahir dalam keunikannya masing-masing.

Agama dan aliran kepercayaan yang diakui di Infonesia telah dipersatukan dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Masyarakat hidup berdampingan dengan memeluk keyakinan agamanya masing-masing. Setiap agama mengajarkan kebaikan, dan itulah sesungguhnya inti yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kita bertanya… Apakah sikap dan perilaku kita benar-benar mencerminkan kebaikan dari agama yang dianut? Atau hanya sekadar agama KTP saja?

Arus globalisasi yang mengalir begitu deras, seringkali membuat orang menjadi pribadi yang lupa dan tidak tahu, membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. 

Jika kita lengah sedikit saja, maka kebebasan arus informasi akan menggerus keimanan dan ketaqwaan yang melekat pada diri kita masing-masing. Kita menjadi mudah terprovokasi dan dihasut untuk menghujat orang yang tidak seagama dengan kita. Sungguh amat disayangkan…

Sobatku yang budiman…

Demi persatuan dan keutuhan bangsa ini, marilah kita tingkatkan kewaspadaan dan rasa peka terhadap semua informasi yang sesat dan menyesatkan.

Marilah kita saling menghormati, bertoleransi, bertenggang rasa, saling menghargai serta menyayangi orang lain seperti kita menyayangi diri kira sendiri. 

Tidak ada satupun agama yang mengajarkan sesuatu keburukan kepada umatnya. Semua agama senantiasa mengajarkan perbuatan baik dan cinta kasih kepada sesama.

Lihatlah dan nikmatilah semua perbedaan yang ada sebagai bekal untuk menemukan begitu banyak hal yang akan menjadikan hidup kita semakin sempurna, baik untuk pribadi masing-masing, maupun untuk lingkungan sekitar.

#firmanbossini

Obrolanbeken.wordpress.com

Advertisements
This entry was posted in Agama, Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s