“SUMPAH JABATAN”

<Sabtu, 30 April 2016 OOR 11:05>

Wah…wah… Ini adalah testimoni yang bagus sekali dari Pangkostrad, Letjen TNI Eddy Rahmayadi saat bertugas di Sumut sebagai Pangdam I/BB.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa para pejabat di negara, dengan memanfaatkan kekuasaannya, berupaya melakukan atau melindungi perbuatan kriminal dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri.

Lihat saja, bagaimana seorang pejabat dengan gaji yang tidak besar, namun memiliki rumah kediamannya besar dan mentereng, mobil tumpangannya berharga ratusan hingga milyaran rupiah serta gaya hidup keluarganya yang sudah seperti selebritis, dikelilingi oleh barang-barang branded.

Tawaran 250 juta per malam itu sama artinya dengan 7,5 milyar per bulan. Kalau ditukar dengan rumah mewah seharga 2,5 milyar, berarti tiap bulan memperoleh tambahan aset 3 buah rumah mewah. Bukan main…!!! 

Tawaran yang sangat menggiurkan buat siapa saja…

Selama ini kita jarang mendapat informasi berita tentang perilaku positif para pejabat bersih di Indonesia. Dan ternyata, sudah banyak pejabat yang bekerja sesuai prosedur tanpa berniat mengingkari sumpah jabatan.

Sumpah jabatan adalah serangkaian kalimat dibaca dan diucapkan secara resmi oleh seorang pejabat publik yang akan mengemban jabatan tertentu dengan landasan kitab suci di atas kepala mereka. Misalnya presiden, menteri, anggota DPR, para hakim, ASN (Aparatur Sipil Negara) atau PNS, dan lain-lain. 

Sumpah jabatan merupakan janji setia untuk tidak melakukan penyimpangan dari tugas dan kewajiban pekerjaan yang dibebankan padanya. Bertugas mengikuti kata hati, bukan mengikuti kata parpol pendukung dan juga bukan mengikuti kata kerabat dekatnya yang ingin memanfaatkan celah kesempatan yang ada.

Kunci komitmen pada sumpah jabatan adalah disiplin dan pengendalian diri dengan mengutamakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya, intensifikasi pencegahan korupsi, peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Ulah heroik Pangdam 1/BB (sekarang sudah menjadi Pangkostrad) yang berniat “mencampuri urusan rumah tangga” rekan sejawatnya dari pihak kepolisian, patut diajungi jempol karena beliau melihat adanya ketidakberesan yang mengganggu ketertiban masyarakat di wilayah teritorialnya.

Dengan beban tanggung jawab yang diemban di pundak dan memegang Sumpah Jabatan (Sumpah Prajurit), beliau berani “mengancam” pihak lain (kapolres) agar “membereskan” kegiatan kriminal yang berlangsung di wilayahnya. Jika tidak, dia akan menggunakan wewenangnya untuk membereskan sendiri, tidak peduli jika harus menyinggung rekan sejawat dari kesatuan lain.

Sekali lagi, kita sangat mengapresiasi mereka yang mau bekerja lebih keras demi sebuah kebenaran dan bertanggung jawab sebagai seorang pejabat publik.

Letjen Edy Rahmayadi, sangat layak diperhitungkan sebagai calon pemimpin masa depan…!!!

#firmanbossini

Obrolanbeken.wordpress.com
http://m.potretnews.com/artikel/profil/2015/11/09/jenderal-ini-pernah-hentikan-aktivitas-judi-dan-tolak-upeti-rp250-juta-per-malam-saat-bertugas-di/

  

Advertisements
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s