“BERIKANLAH DENGAN SEPENUH HATI”

<Sabtu, 30 April 2016 COR 14:41>

Dua orang anak yang bernama Opekiu dan Uvewe sedang bermain bersama di sebuah lapangan. Masing-masing dari mereka membawa koleksi mainan kegemarannya..

Opekiu membawa sekotak mainan mobil-mobilan yang keren dan canggih. Sedangkan Uvewe membawa seplastik mainan robot-robotan modern keluaran terbaru.

Ketika selesai bermain, Opekiu menyarankan agar mereka bertukar mainan untuk dibawa ke rumah masing-masing selama seminggu. Uvewe menyetujui usul dari Opekiu.

Tanpa diketahui Opekiu, ternyata Uvewe menyimpan beberapa robot mainan yang bagus dan berharga mahal, lalu memberikan sisa robot mainan kepada Opekiu.

Sedangkan Opekiu dengan polos memberikan semua mainan mobil-mobilan kepada Opekiu. Bahkan sebuah mobil mainan kesayangannnya, yang sangat mirip dengan mobil pemadam kebakaran sungguhan, dengan tangga yang bisa ditarik menjulur ke atas, lengkap dengan remote control-nya turut diberikan kepada Uvewe.

Menjelang tidur, saat memandangi beragam mobil mainan milik Opekiu, Uvewe merasa sepertinya Opekiu masih ada menyimpan mobil mainan yang paling canggih dan mahal. Sama seperti dirinya yang menyimpan robot mainan yang paling bagus. 

Pikiran negatif ini terus menerus menghantuinya hingga dia menjadi sulit tidur. Hatinya gelisah dan tidak terima jika sampai dibohongi oleh Opekiu.

Sobatku yang budiman…

Dalam kehidupan sehari-hari, kejadian seperti cerita di atas sepertinya sudah sangat jamak (sering) kita dengar.

Saat makan siang bersama dengan teman atau saudara, beberapa potong ayam dengan berbagai ukuran (besar dan kecil) yang tersaji, sering menjadi ajang adu cepat bagi kita dan yang lain untuk mencomot potongan yang paling besar.

Saat berekreasi bersama, semua orang berlomba-lomba menjelajahi kamar hotel untuk memperebutkan kamar hotel yang paling bersih dan luas.

Inilah sifat manusiawi dari orang yang cenderung berpikiran mau menang sendiri. Mau enaknya sendiri, tanpa mempedulikan perasaan orang lain.

Jika kita tidak memberikan 100% yang terbaik dalam suatu hubungan, dan justru sering meragukan apakah orang lain juga telah memberikan 100%, maka sebenarnya hubungan yang terjadi bukanlah hubungan yang harmonis. Inilah yang menjadi awal benih perpecahan atas hubungan yang telah terjalin.

Hal ini berlaku untuk semua jenis ragam hubungan, misalnya hubungan percintaan antara dua orang kekasih, hubungan pekerjaan atau bisnis dengan rekanan bisnis, hubungan antara majikan dan karyawan serta yang paling terutama hubungan persahabatan dan persaudaraan. 

Agar langgeng dan harmonis, berikanlah 100% hati kita buat mereka yang sedang menjalin hubungan dengan kita.

Junjunglah nilai integritas dan kejujuran dalam suatu hubungan. Lalukanlah semua ini dengan ikhlas dan penuh ketulusan.

Dan tidurlah dengan damai di malam hari.

#firmanbossini

m.facebook.com/firman.bekenmedia

  

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif, KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s