“KISAH HARIMAU PEMANGSA”

<Kamis, 28 April 2016 OOR 14:35>

Di suatu hutan yang lebat, hiduplah seekor harimau yang sangat buas dan kejam. Setiap kali bertemu dengan makhluk lain, terutama manusia, harimau ini pasti akan melahap habis seluruh tubuh mangsanya. Rahang yang kuat dan taring yang runcing akan meremukkan tulang-tulang yang tersisa.

Hingga suatu ketika, sang harimau mendengar bahwa manusia yang sudah beragama adalah orang-orang yang baik dan tidak pantas untuk dijadikan santapannya.

Harimau tersebut mengumpulkan semua teman dan saudara-saudaranya untuk mengumumkan pertobatannya. Dia berjanji tidak akan pernah lagi menerkam dan memangsa manusia yang sudah beragama. Sang harimau berjanji akan membiarkan mereka berjalan melintas hutan dan tetap dibiarkan untuk hidup.

Setelah beberapa hari kemudian, melintaslah seorang manusia yang berpakaian bersih, rapi dan dari pakaian yang dikenakan, kelihatan sekali bahwa orang tersebut adalah orang yang sudah beragama. Penampilan orang tersebut sangat religius, karena selalu memegang kitab suci di tangan kanannya.

Namun, sekali lagi, harimau tersebut menerkam dan melahap tubuh manusia tersebut. Seluruh bagian tubuhnya dilahap habis dengan hanya menyisakan bibirnya dan telapak tangan kanannya saja.

Lantas, teman dan saudara harimau mencibir dan menagih janji sang harimau yang telah berjanji untuk tidak melahap orang yang sudah beragama.

Kerabat sang harimau : “Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak membunuh manusia yang sudah beragama lagi?”

Harimau buas itu menjawab dengan enteng : ‘Saya memang sudah berjanji untuk tidak menerkam manusia yang sudah beragama lagi. Namun manusia yang telah aku makan itu tidak berbau agama. Seluruh bagian tubuhnya berbau busuk dan amis. Hanya bibirnya saja yang memiliki aroma agama, makanya bibir manusia ini tidak berani saya santap dan termasuk telapak tangannya yang selalu memegang kitab suci…”.

Sobatku yang budiman…

Semua orang yang sudah beragama dan yang berpenampilan religius, tidaklah menjamin bahwa tindak tanduk sehari-harinya pasti baik dan benar sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

Tidak sedikit mereka yang bertopengkan agama, justru keranjingan untuk berbuat jahat dan merugikan kepentingan orang lain. Juga senang berkata kotor, menghujat, mengfitnah dan gemar merendahkan manusia lainnya. Hidupnya senantiasa dikelilingi oleh “sampah dan bau busuk” dari pikirannya yang kotor.

Setiap perbuatan baik harus diungkapkan dan diimplementasikan dengan perbuatan nyata, bukan hanya melalui kata-kata dan janji-janji indah yang terucap dari bibir manis belaka.

#firmanbossini

Obrolanbeken.wordpress.com
  

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s