“MENJADI KAYA ALA TUKANG OJEK”

<Selasa, 26 April 2016 COR 14:23>

Seorang anak muda bernama Sinchan baru saja tamat dari bangku sekolah. Karena berasal dari keluarga miskin, Sinchan harus mengubur impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dalam benaknya, Sinchan bertekad untuk mencari uang yang banyak demi membantu kehidupan keluarganya yang serba kekurangan.

Ada dua pilihan yang harus diambil, menjadi seorang pegawai dengan gaji 2 juta per bulan, atau menjadi tukang ojek sepeda (peninggalan bapak Sinchan) dengan penghasilan bersih 40 ribu sd 60 ribu perhari.

Walaupun dihitung-hitung, penghhasilannya sebagai karyawan masih lebih besar dari pendapatannya sebagai tukang ojek sepeda, namun Sinchan akhirnya memilih untuk menjadi pengojek sepeda. 

Sebuah buku berjudul “Financial Freedom”, telah membuka wawasan berpikirnya, bahwa untuk menjadi seorang pengusaha harus dimulai dari nol. Harus bergelut dengan segala rintangan yang ada, agar di kemudian hari dapat menjadi seorang pengusaha tangguh, yang tidak mudah dikibuli anak buahnya.

Dengan penghasilan harian yang ada, Sinchan berupaya menabung agar dapat mengumpulkan uang DP untuk membeli motor, sebesar 3 juta rupiah dari total harga 15 juta rupiah.

Dengan asumsi menabung 20 ribu per hari, maka dalam waktu 150 hari (5 bulan), Sinchan telah berhasil memiliki sebuah sepeda motor. Cicilan perbulan 1,2 juta atau 40 ribu per hari (pinjaman pokok 1 juta dan bunga 200 ribu), lunas dalam sepuluh bulan.

Dengan mengganti sepeda hasil warisan orang tuanya dengan motor kredit, alhasil penghasilan per hari Sinchan juga meningkat menjadi rata-rata 80 ribu rupiah.

Selama setahun, Sinchan menerapkan hidup hemat, dengan penghasilan bervariasi, rata-rata 80 ribu, potong cicilan 40 ribu. Sisanya untuk biaya hidup dan bensin motor.

Setelah setahun (tepatnya satu tahun 3 bulan sejak memutuskan untuk menjadi seorang tukang ojek), Sinchan telah berhasil memiliki sebuah motor dan penghasilan rata-rata 80 ribu perhari. Luar biasa…!!!

Selanjutnya, Sinchan mulai menerapkan metode “Financial Freedom” sebagai berikut :

Motor ke-1 :

Sinchan memiliki sebuah motor dengan penghasilan bersih 80 ribu perhari. (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar 40 ribu per hari. Berjuang untuk konsisten menabung 40 ribu per hari. Maka dalam tempo 225 hari, ia mampu membeli motor bekas kedua yang masih bagus dengan harganya 9 juta per unit.

Motor ke-2 :

Sinchan menyewakan motor keduanya dengan tarif 20 ribu per hari. Sementara itu, Sinchan tetap mengojek motor pertamanya. Sekarang ia bisa menabung 60 ribu per hari. Dalam tempo 150 hari, Sinchan akan mampu membeli motor ketiga.

Motor ke-3 :

Sinchan menyewakan motor ketiganya (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 80 ribu per hari. Dalam tempo 125 hari, ia membeli motor ke-4.

Motor ke-4 :

Sinchan menyewakan motor keempatnya (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 100 ribu per hari. Dalam tempo 90 hari, ia membeli motor bekas lagi.

Motor ke-5 :

Sinchan menyewakan motor bekas kelimanya tersebut (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 120 ribu per hari. Dalam tempo 75 hari, ia membeli motor bekas lagi.

Motor ke-6 :

Sinchan menyewakan motor bekas keenamnya tersebut (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 140 ribu per hari. Dalam tempo 65 hari, ia membeli motor bekas lagi.

.

Motor ke-7 :

Sinchan menyewakan motor bekas ketujuhnya tersebut (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 160 ribu per hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli motor bekas lagi.

Motor ke-8 :

Sinchan menyewakan motor bekas kedelapannya tersebut (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 180 ribu per hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli motor bekas lagi.

Motor ke-9 :

Sinchan menyewakan motor bekas kesembilannya tersebut (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 200 ribu per hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli motor bekas lagi.

Motor ke-10 :

Sinchan menyewakan motor bekas kesepuluhnya tersebut (20 ribu per hari), sehingga sekarang ia mampu menabung 220 ribu per hari. 

Namun, setelah motor ke-10, Sinchan berhenti menarik ojek motor. Ia menyewakan motor pertamanya ke orang lain. Sekarang Sinchan “PENSIUN MUDA”.

Kini Sinchan dapat menikmati penghasilan Rp 200,000 per hari, atau Rp 6 juta per bulan. Jika ditotal semua waktu usahanya, ternyata Sinchan berhasil mencapai kesuksesan hanya dalam tempo 3,8 tahun saja.

Sobatku yang budiman…

Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis, dengan mengabaikan kendala-kendala yang mungkin terjadi selama proses menjadi juragan motor.

Katakanlah dalam tempo 5 tahun (bukan 3,8 tahun seperti dalam ilustrasi), Sinchan sudah mampu mencapai target pencapaian menjadi seorang boss muda, dengan penghasilan tetap. Kejadian ini sangat logis, dan itu sangat mungkin bisa terjadi.

Berapa banyak tukang ojek di dunia ini yang seperti itu? Dan seandainya ada, berapa orang yang tetap konsisten menjalankan misinya.

Banyak orang gagal di tengah jalan karena tergiur tawaran yang lebih menarik. Meninggalkan misi awal hanya untuk mengejar sesuatu yang belum pasti. Atau barangkali, dirinya berubah menjadi tidak disiplin dan melupakan komitmen awal, berhura-hura karena menganggap uang akan terus mengalir ke kantongnya.

Berapa banyak tukang ojek yang seumur hidupnya tetap menjadi tukang ojek dan selalu memikirkan kehidupannya yang serba susah? Tentunya banyak sekali…!!!

Jika dibandingkan dengan profesional lulusan sarjana dan para pengusaha yang masih harus membanting tulang mengurus usahanya, maka apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh seorang Sinchan yang baru tamat sekolah pasti akan membuat mereka berpikir ulang dalam menata ulang hidupnya yang monoton dan itu-itu saja.

Keluarlah dari kotak yang membelenggu pikiran manusia. “Think out of the box”

Intinya adalah : “Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan dan tidak memerlukan keterlibatan penuh dalam bisnis tersebut”

Pertahankan prinsip untuk selalu berhemat dan menabung semampunya dengan konsisten. Investasikan uang tabungan sebagai modal tambahan untuk memperoleh penghasilan yang lebih banyak secara berulang-ulang.

Nah, di saat semua sudah tertata rapi dan penghasilan sudah cukup besar, barulah kita dapat menikmati hidup bersenang-senang, tapi jangan lupa untuk berbagi kepada sesama.

Marilah kita melupakan semua teori canggih dan modern yang ada dalam buku pelajaran mengenai dunia entrepreneurship (kewirausahawan) yang kaku dan berbelit-belit. Sementara itu, masih banyak orang yang harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah puluhan tahun berbisnis, dengan hasil yang begitu-begitu saja.

Jangan putus asa dan tetap semangat…!!!

(Salam Sukses – FB)
  

Advertisements
This entry was posted in SERBA SERBI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s