“MENYELAM”

<Senin, 25 April 2016 OOR 21:19>

Abece merasa sangat terpukul dengan kematian sang kekasih tercinta. Sebagai penghiburan, fans Abece yang berasal dari Bali, mengajaknya berlibur di pulau nan eksotik yang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia.

Selama di Pulau Bali, Abece dilayani dengan penuh keakraban dan kehangatan. Teman-teman dan para fans di Bali, berebut ingin mentraktir Abece. Beberapa dari mereka malah menyodorkan hotel, villa dan rumah pribadi untuk penginapan Abece. 

Abece merasa seperti artis terkenal. Kesedihannya sedikit memudar dengan mengikuti berbagai aktifitas yang ditawarkan oleh teman-temannya.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatiannya adalah kegiatan menyelam atau diving. Abece sangat berminat, ingin mencoba aksi diving untuk melihat keindahan bawah laut yang sangat menawan.

Dengan menggunakan peralatan menyelam standar, di antaranya, pakaian menyelam, kaki bebek (fins), tabung oksigen, masker, pipa snorkler dan lain-lain, Abece sudah mantap untuk mengarungi keindahan dasar lautan, di Pot Diving Nusa Lembongan, Bali.

Hanya perlu beberapa saat saja, Abece sudah mahir menyelam dan tidak memerlukan bantuan instruktur lagi. Namun demi keamanan, Abece tetap membawa papan tulis anti air, untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak diinginkan.

Saat sedang menikmati keindahan panorama terumbu karang pada kedalaman 6 meter, tiba-tiba Abece melihat seseorang telah berada di sampingnya. Dan yang membuatnya makin terkejut, wanita paruh baya itu tidak menggunakan peralatan menyelam sama sekali. 

Hanya tangan dan kaki wanita tua itu bergerak-gerak cepat, dengan mulut bergumam seperti berkomat-kamit.

Merasa tertantang, Abece segera turun lagi hingga ke kedalaman 10 meter, namun wanita tua itu terus menyusulnya dan berada tepat di sampingnya.

Hingga akhirnya Abece turun lagi hingga ke kedalaman 20 meter, dan lagi-lagi nenek yang kelihatan mulai memucat itu menyusul dan saat ini tepat berada di sebelah kirinya.

Abece semakin heran, akhirnya berenang mendekati nenek itu, lantas menulis di papan tulis anti air : “Sungguh hebat dirimu Madame. Saya mengaku kalah dengan kehebatan menyelam Anda. Bagaimana caranya menyelam pada kedalaman seperti ini tanpa peralatan menyelam?”

Abece menyerahkan papan tulis tersebut kepada nenek tersebut.

Dengan bersusah payah sang nenek meraih papan tulis, menghapus tulisan dan menulis kalimat sebagai berikut : “Woi bego..!!! Saya sedang tenggelam, oon…”

Gubrakkk…

(Salam Cekikik – FB)
  

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s