“MENCARI SUAMI IDAMAN”

<Sabtu, 23 April 2016 OOR 08:10>

Mencari suami itu jangan muluk-muluk, dan jangan membuat target setinggi awan di langit. 

Pernikahan dengan pasangan kita seyogyanya adalah sekali dalam seumur hidup. Perpisahan pastinya merupakan kegagalan bersama yang diakibatkan lemahnya komunikasi dan kurangnya sikap tenggang rasa.

Jadikanlah pernikahan itu bagaikan roller coaster, ada kalanya bahagia dan ada kalanya juga harus bersedih. Semua rasa ini akan berayun bagaikan gerakan roller coaster yang bergerak naik turun dengan cepatnya.

Di saat sedih, jangan berlarut-larut. Biarkan perasaan ini mengalir melintasi batas waktu, sebab setelah sedih, tidak berapa lama kemudian bahagia akan datang.

Jika kita bersikeras hendak mencari suami yang muda, kaya, tampan, pintar dan berakhlak budi pekerti yang baik serta takut kepada Tuhan, semua itu sulit sekali, bagaikan mencari jarum di tumpukan jemari.

Setidaknya ada 2 fakta yang perlu kita ketahui tentang suami idaman di atas :

(1) Kita akan memerlukan energi dan mental yang sangat kuat untuk memasuki persaingan yang super duper ketat, sebab keberadaan pria “single” seperti ini, pastilah merupakan barang yang sangat langka. 

Ibarat ilmu ekonomi, dibutuhkan modal yang cukup banyak untuk mendapatkan barang langka tersebut. Ditambah lagi dengan ketersediaan stok “kesabaran” yang lebih banyak.

Saingan kita banyak dan tidak sedikit yang memiliki beragam kelebihan dibandingkan diri kita. Bisa jadi mereka lebih cantik, lebih kaya, lebih muda dan lebih yahud.

(2) Jika memang kita menemukan pria idaman dengan tipe seperti di atas, besar kemungkinan dia sudah memiliki pacar atau sudah menjadi suami orang. Sebab di belakang mereka, sudah ada isteri-isteri hebat yang memanjakan, merawat, “memupuk” dan selalu membuat suaminya tampil mempesona di hadapan orang banyak.

Jika kita tidak memiliki keberanian untuk menjadi sosok perebut suami orang, atau belum siap ilmu, mental dan iman untuk menjadi perempuan lain di tengah keluarga bahagia orang lain, maka lupakanlah pria idaman tersebut.

Ada 3 tips jitu yang boleh dipertimbangkan agar dapat melupakan pria idaman tadi :

(1) Berlapang dada dalam menerima kehadiran pria single, berakhlak baik meskipun berasal dari keluarga sederhana. Yang terpenting, dia tidak malas dan memiliki sikap jujur. Masalah pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dapat dirundingkan dengan komunikasi yang baik.

Berjuanglah bersamanya “dari bawah” dalam membangun keluarga kecil yang harmonis dan bahagia.

(2) Hindari menonton sinetron yang selalu menampilkan kehidupan keluarga kaya yang borju dan bersifat hedon (mengutamakan materi). Karena tidak semua pemeran di dalam sinetron itu benar-benar baik dan kaya, seperti dalam cerita tersebut. Mereka semua hanya berlakon dan berakting dengan penuh kepura-puraan.

(3) Buang semua kasey DVD drama Korea puluhan episode yang selalu menayangkan sosok pria muda, kaya, ganteng, putih, chubby yang jatuh cinta kepada wanita miskin dan biasa-biasa saja. Karena sebenarnya, wanita pemeran drama tersebut sejatinya adalah wanita yang kaya (bayarannya mahal), pintar, dan cantik luar biasa.

Marilah mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan melalui kehadiran pasangan hidup kita. 

Dia memang bukan pria idaman, namun dari setiap tetes keringat yang mengalir di tubuhnya, bakal menghadirkan segenggam harapan untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah. 

(Salam Harmoni – FB)
  

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s