“TIGA KEJADIAN YANG MENIMPA EIFFEL”

<Selasa, 22 Desember 2015 OOR 10:12>

Semalam Dad sudah mengakhiri masa tugasnya dan akan cuti kerja hingga tanggal 4 Januari 2016…

Sepanjang hari Eiffel selalu bersama Dad…

Pada pagi hari, Dad menemani tidur Eiffel hingga pukul 10:00 WIB, selanjutnya membawa Eiffel ke rumah Edbert agar Eiffel bisa bermain-main di sana.

Sementara itu, Dad pulang ke rumah, mulai mempersiapkan semua kebutuhan Eiffel untuk nantinya dibawa ke rumah Nenek, ibunda Mommy.

Di rumah Edbert yang penuh dengan mainan, Eiffel bermain dengan riang gembira tanpa mengenal lelah dan waktu.

Ketika Dad datang kembali, Eiffel sudah berbau asyem dan awut-awutan. Dad segera memandikan Eiffel di sini, menyabuni kepala dan seluruh badan, sehingga menimbulkan aroma wangi yang semerbak.

Pukul 13:00, Dad membawa Eiffel ke rumah Nenek di jalan Semarang.

Di rumah nenek, Eiffel senang sekali bermain sepeda, bermain kuda-kudaan, bahkan dengan leluasa lari ke gudang untuk mengambil jeruk maupun alpokat kesukaan Eiffel untuk dilahap.

Rencananya, menjelang sore hari, Eiffel hendak dibawa jalan-jalan melihat kolam ikan di Kompleks Cemara Asri bersama kakek paman, Achoi dan pacarnya. Namun akhirnya batal…

Penyebabnya ketika hendak menurunkan Dad ketika sampai di rumah, Eiffel menangis tersedu sedan ingin tetap bersama Dad.

Namun mereka berdua tetap membawa Eiffel dengan harapan tangisan Eiffel hanya sebentar saja.

Setelah satu menit, Dad menelepon dan masih mendengar suara tangisan Eiffel. Dad menyuruh kakek paman untuk mengantarkan Eiffel kembali ke rumah.

Selepas turun dari mobil ysng baru bergerak sepuluh menit, Eiffel segera memeluk Dad. Air mata Eiffel masih terlihat di ujung mata.

Dad membawa Eiffel ke rumah Edbert untuk bermain. Di sana sudah ada Clara, Edbert dan Marvel.

Kami berempat bermain dengan sangat riang, Eiffel pun sudah melupakan tangisan sedih tadi ketika berpisah dengan Dad…

Mendekati jam 17:00 kakek paman, sudah kembali dari aktivitas “pacaran” dan berniat menjemput Eiffel dan Dad kembali ke rumah nenek, ibunda Mom.

Ada tiga kejadian sepanjang sore hingga malam bersama Dad :

(1) Eiffel mendapat pukulan di tangan kiri dari Dad karena dua kali menumpahkan nasi putih dan daun bawang di atas meja secara berturut-turut. 

Eiffel menangis dan meminta Dad untuk menggendong Eiffel. Seperti biasanya, kebiasaan Eiffel ketika dimarahi Dad adalah meminta Dad menggendong Eiffel. Bukannya lari menjauh dari Dad.

Kejadian ini terjadi di hadapan nenek dan beberapa orang lainnya. Raut muka nenek kelihatan sedih, melihat satu-satunya cucu kesayangannya menangis sesegukan.

Sebenarnya tujuan Dad untuk mengingatkan kesalahan Eiffel, namun perlakuan Dad ini membuat terkejut orang-orang sekitarnya.

Selama ini Dad dikenal sebagai orang yang paling sayang kepada Eiffel, dan mereka tidak pernah melihat Dad memukul Eiffel.

Dad…Eiffel tidak marah, cuma lain kali mukulnya jangan terlalu kencang… Sampai Eiffel harus menjilat-jilat bekas pukulan Dad karena panas.

(2) Tidak berselang lama, Eiffel terjatuh dari lantai tangga 2 tingkat hingga ke tanah dengan posisi badan terlentang di atas tanah. Untung cuma lantai bertangga 2 tingkat setinggi 50 cm.

Momen slow motion ini terjadi tidak jauh dari Dad berdiri.

Eiffel tidak menangis dan Dad tidak langsung mengangkat Eiffel karena seperti biasanya membiarkan Eiffel tenang dulu.

Namun karena kehebohan dan teriakan orang-orang sekitar membuat Eiffel terkejut dan menangis.

Segera Dad membopong tubuh mungil Eiffel dan membawanya ke atas meja.

Dad meraba-raba dengan sedikit tekanan ke kepala dan sekujur tubuh Eiffel, mendengar secara seksama apakah Eiffel ada mengeluarkan teriakan ketika ditekan.

Syukur alhamdulilah, ternyata semua baik-baik saja….

Namun tidak berapa lama kemudian, Eiffel terjatuh lagi di lorong sempit dekat kasir. 

Eiffel tidak menderita luka apapun karena posisi jatuhnya tidak sampai menimbulkan benturan dengan tanah…
(Owalah Eiffel…Jangan sampai tiga kali, yah… Dad bercanda kepada Eiffel)

(3) Malam harinya, Eiffel, Mom dan Dad berbelanja di supermarket untuk membeli susu dan pampers, stok selama seminggu, menjelang keberangkatan. 

Ternyata di dalam pusat perbelanjaan ini, Eiffel “pup” lumayan banyak. Dengan sangat terpaksa, Dad harus membersihkan bagian bawah Eiffel di wc pria. 

Sedangkan Mom sedang berurusan dengan kasir untuk masalah pembayaran.

Dad cukup merasa kesulitan karena “pup” sudah tersebar kemana-mana dan sebagian mengenai punggung tangan Dad.

Namun akhirnya Dad berhasil juga membersihkan semuanya sebersih-bersihnya, hanya saja masih meninggalkan aroma tidak sedap.

Beberapa helai tissue basah wangi di mobil, sangat membantu untuk menghilangkan aroma tidak sedap.

Akhirnya kami sampai juga di rumah dengan aman sentosa.

Mempersiapkan diri untuk bersandar dan melelapkan diri di “pulau kapuk” yang lembut.

Terima kasih Dad…

Terima kasih Mom…

Happy Mother’s Day for you Mom…

I Love U all…

Muach…muach….muach…
  

Advertisements
This entry was posted in EIFFEL DAN KELUARGA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s