“MENGENALI PASANGAN”

<Jumat, 22 April 2016 OOR 07:10>

Pernahkah kita merasakan bahwa sepertinya pasangan kita kurang menghargai hadiah atau perbuatan baik yang diberikan untuknya?

Saat pagi hari, kita membelikan sarapan lontong sayur untuk pasangan. Padahal biasanya kita hanya memasak makanan rumahan. Kita berharap akan mendapat pujian, namun sebaliknya justru muncul kalimat menyesakkan hati : “Sayang kan tahu, saya lebih suka lontong pecal..”.

Saat pasangan berulang tahun, kita sengaja meluangkan waktu mencari bunga segar yang paling indah walaupun harganya sangat mahal. 

Namun saat malam hari menjelang tidur, pasangan kita berucap : “Honey, bunga indah yang kamu berikan itu cuma bisa bertahan beberapa hari. Kan sayang duitnya dibelanjakan untuk hal yang kurang bermanfaat. Lebih baik lagi kalau uangnya dibelikan baju yang mungkin bisa saya pakai hingga bertahun-tahun…”

Beberapa contoh perbuatan baik, yang seharusnya mendapat respon positif, atau mungkin sebuah pujian, namun sebaliknya malah muncul kalimat yang membuat kita merasa kesal, jengkel, kecewa, marah dan “down”.

Dalam hati, kita akan berkata : “Sudah capek-capek diriku berusaha membuat dirinya senang, tapi kok sepertinya tidak dihargai dan malah dikecam dengan kalimat pedas, setajam sembilu”.

Sobatku yang budiman…

Reaksi yang muncul dari pasangan kita, seringkali juga menimpa diri kita. Kadang kala kita dapat menyimpan perasaan “menolak dan tidak menghargai” perbuatan baik darinya, dengan tidak mengatakan langsung kepada pasangan. Kita lebih banyak menyimpan di dalam hati.

Sebaliknya, sebagian orang lebih suka berterus terang dengan kalimat yang ceplas-ceplos, seakan-akan tidak mau peduli perasaan hati kita.

Jangan menyerah dan berkecil hati, apalagi sampai berputus asa…

Jangan dikira usaha memberikan hadiah kepada seseorang itu adalah perbuatan yang gampang. Belum tentu, kita mampu membelikan hadiah yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan harapan pasangan kita saat ini.

Mungkin saja, saat ini, hadiah barang yang kita berikan itu tidak dianggap bermanfaat baginya. Namun, mungkin saja, di saat lain, hadiah yang kita berikan saat ini, justru merupakan impiannya yang diidam-idamkan selama ini.

Sisi kekurangtahuan kita terhadap pasangan merupakan puzzle misteri yang harus kita ungkap melalui upaya komunikasi dan diskusi yang terus menerus.

Manusia selalu bertumbuh dan berubah sesuai dengan perasaannya saat itu. Demikian juga dengan pasangan kita, yang memiliki ciri khas makhluk hidup untuk selalu bertumbuh, berkembang dan berubah setiap hari. Tidak pernah sama kondisinya antara hari ini dan hari-hari berikutnya.

Oleh karena itu, teruslah berusaha mengenali pasangan kita dengan sebaik-baiknya.

(Salam Kebahagiaan – FB)
  

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s