“SELAMAT HARI KARTINI 2016”

<Kamis, 21 April 2016 OOR 01:39>

Setiap tanggal 21 April dikenal sebagai “Hari Kartini” atau “Hari Emansipasi Wanita”. Ini merupakan wujud penghargaan tertinggi kepada tokoh nasional bernama Raden Ajeng Kartini (RA Kartini). Beliau dilahirkan di kota Jepara pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal pada usia sangat muda yaitu 24 tahun.

Tanggal 21 April ini biasanya dicandai sebagian orang sebagai “Hari Sanggul Nasional”. Lihat saja, bagaimana para wanita front liner (yang biasa berhadapan dengan pelanggan atau masyarakat umum) dari lembaga dan instansi pemerintah / swasta pasti diwajibkan untuk berkebaya dan menggunakan sanggul, berpenampilan seperti sosok seorang RA Kartini. 

Di usianya yang masih belia, RA Kartini sudah memiliki pandangan visi jauh ke depan. Terlahir dari keluarga bangsawan tidak menjamin RA Kartini dapat dengan mudah memperoleh kesempatan mengenyam bangku sekolah, sama seperti kaum pria.

Berkat kegigihan dan keteguhan hati, akhirnya RA Kartini berhasil membangun sekolah yang diperuntukkan bagi kaum wanita. Selain pendidikan formal, mereka juga diajarkan berbagai keterampilan seperti menjahit dan memasak.

Kebiasaannya membaca dan melahap beragam bacaan, khususnya yang bertema wanita, religi dan kebangsaan, membuat RA Kartini berhasil menelurkan ide gagasannya dalam berbagai buku dan karya sastra, salah satu yang sangat terkenal berjudul : “Habis Gelap, Terbitlah Terang”.

Buah pemikiran dan pandangan moderat RA Kartini yang cukup brillian diantaranya : 

(1) Seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

(2) Kaum perempuan tidak boleh lagi dipingit di dalam rumah, sekadar hanya untuk menjaga dan mengurus rumah saja. Melainkan harus mendapat pendidikan setinggi mungkin seperti layaknya kaum pria.

(3) Kaum terpelajar, politikus dan para pemimpin harus memaknai Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, Peri Kemanusiaan dan Nasionalisme secara utuh dan benar. Mewujudkan kebijakan yang membawa rakyat menuju kesejahteraan yang berkeadilan.

(4) RA Kartini juga menyinggung tentang agama, dan mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami, mengapa kitab suci itu harus dibaca dan dihafal tanpa adanya kewajiban untuk memahami dan menjalankan perintah agama dengan benar?

Sobatku yang budiman…

Seorang RA Kartini yang baru berumur dua puluh tahunan, jauh dari umur kedewasaan yang sebenarnya, telah mengajarkan kita tentang banyak hal dan membuka wawasan berpikir kita bahwa pria dan wanita itu adalah sama dan sederajat.

Bagi kaum wanita, seyogyanya dapat berperilaku sewajarnya sebagai seorang manusia mulia, yang telah diangkat derajatnya oleh RA Kartini. 

Jadilah wanita Indonesia yang memegang teguh martabat dan kehormatan, menanggalkan keegoan dan kepicikan nalar pikiran, agar dapat berdiri sejajar dengan kaum adam, bukan justru membelenggu gerak langkah untuk maju ke depan

Kartini modern harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, berani bertarung dalam menegakkan keadilan dan kebenaran tanpa pernah meninggalkan kodrat sebagai seorang wanita.

“Agama seharusnya dapat menjaga kita dari perbuatan dosa, akan tetapi sudah berapa banyakkah dosa yang telah diperbuat oleh orang atas nama agama itu?” (R.A Kartini)

(Salam Kebangsaan – FB) 

  

Advertisements
This entry was posted in BIOGRAFI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s