“BILA HARI ESOK TIDAK PERNAH ADA”

<Rabu, 20 April 2016 COR 15:37>

Aku duduk diam termenung dalam penyesalan yang panjang…

Bila kutahu, ini akan menjadi kali terakhir, kulihat dirimu terlelap dalam tidurmu yang panjang, maka aku tidak akan pergi meninggalkanmu hanya untuk urusan pekerjaan, aku akan duduk di sampingmu, membelai rambutmu dan menikmati lantunan detak-detak terakhir jantungmu.

Bila kutahu, ini akan menjadi kali terakhir, kulihat dirimu yang sudah kaku dibopong keluar pintu istana kecil ini, maka aku akan segera meninggalkan ruang rapat, dan aku pasti akan memelukmu seerat mungkin, menahanmu agar tetap bersamaku dan tidak ingin kamu pergi menjauh.

Bila kutahu, ini akan menjadi kali terakhir, kudengar suaramu memanggil-manggil namaku, maka aku akan segera bergegas pulang ke rumah, untuk mendengarkan setiap kalimat bijak yang engkau sampaikan, aku akan merekam setiap ucapan dan tindakanmu agar dapat diputar ulang sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu, ini akan menjadi akhir pertemuan kita di dunia yang fana ini, maka aku akan meluangkan waktu satu menit saja, hanya untuk mengucapkan “Aku mencintaimu dan akan selalu merindukan dirimu”.

Namun, semua sudah terlambat. Semua sudah berlalu dan tidak akan dapat diulang kembali.

Di atas batu nisan yang sudah menguning, aku bersujud memohon ampun atas semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah kulakukan. Aku menyesal tidak dapat menemanimu di detik-detik nafas terakhirmu, bahkan aku baru tahu, engkau telah tiada setelah setahun diriku berada di negeri seberang.

Sobatku yang budiman…

Hari esok bukanlah milik mutlak siapapun juga, hari esok tidak pernah memandang usia dan status sosial manusia.

Hari esok itu tidak dapat dibeli, juga tidak dapat dijanjikan untuk dapat diraih oleh siapapun.

Dan hari ini, mungkin adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk memeluk erat orang-orang tersayang. Lakukanlah…!!!

Bila kita sedang menantikan hari esok yang belum pasti, mengapa kita tidak ingin melakukannya sekarang? Sebab, bila esok tak pernah datang, kita pasti akan menyesal dalam kesedihan yang memilukan.

Luangkanlah waktu sejenak untuk bertegur sapa melalui sambungan telepon kepada mereka yang jauh dari kita, atau segeralah berikan senyuman, pelukan hangat dan ciuman sayang kepada mereka yang kita kasihi yang berada di sekeliling kita. 

Berikan dekapan erat kepada orang-orang tersayang hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kita benar-benar sangat mencintai mereka dan kita akan selalu menyayangi mereka seumur hayatnya.

Buat teman-teman dan saudara terdekat, luangkan sedikit waktu sekadar untuk menyapa : “Hai…apa kabar?”, “Jaga kesehatan”, “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, “Ada yang dapat kubantu?” atau “Terima kasih”.

Dan, apabila hari esok benar-benar tidak pernah datang, maka sejatinya kita tidak akan menyesali hari ini.

(Salam Kebahagiaan – FB)

  

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s