“BERSIKAP BIJAK DALAM MENGHADAPI RUTINITAS”

<Selasa, 12 April 2016 OOR 22:52>

Seorang tukang kebun bernama Uvewe sedang membersihkan halaman sekolah yang dipenuhi oleh dedaunan kering yang berguguran dari beberapa pohon rindang yang tumbuh di sana.

Walaupun telah berupaya keras menyapu halaman dengan rajin dan penuh semangat, namun daun-daun kering selalu muncul kembali keesokan harinya. Setiap hari Uvewe melakukan pekerjaan yang sama sehingga timbul perasaan bosan dan jenuh dengan rutinitas kegiatan ini.

Setelah selesai membersihkan halaman, Uvewe duduk di bawah pohon rindang seorang diri sambil berpikir keras, menemukan cara agar dia tidak perlu melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya.

Tidak berapa lama, seorang sahabat akrabnya bernama Opekiu, datang menjumpai Uvewe. 

Opekiu heran melihat wajah Uvewe yang letih dan lesu, tidak seperti biasanya. 

Opekiu menyapa : “Hai sobatku… Mengapa engkau kelihatan lelah dan kurang bersemangat? Ada apa gerangan?”

Uvewe : “Begini sobatku… Saya merasa lelah dan bosan dengan pekerjaanku. Setiap hari harus membersihkan halaman sekolah, namun selalu kotor kembali keesokan harinya. Saya sedang berpikir cara instan supaya saya cukup bekerja sehari, namun halaman ini bisa bersih untuk seminggu…”

Opekiu tersenyum melihat kegalauan hati sobatnya, lantas memberi ide : “Karena sumber kekotoran berasal dari dedaunan kering, bagaimana jika pohonnya ditebang saja…”

Uvewe : “Tidak mungkin sobatku. Pohon ini sumber kesejukan buat kita, tidak mungkin saya tebang…”

Opekiu : “Nah, begini saja… Bagaimana jika kita mengguncang-guncangkan pohon-pohon di sini agar dedaunan kering dan sudah hampir kering dapat lepas dari batang dan langsung berjatuhan ke bawah. Siapa tahu, dengan lebih banyak dedaunan yang gugur, paling tidak, besok mereka tidak mengotori halaman ini dan kamu tidak perlu membersihkannya lagi”.

Uvewe mengangguk dan menyetujui ide ini. Lalu Uvewe melakukan aksi mengguncang-guncangkan semua pohon yang ada di halaman. Akibatnya begitu banyak daun dan ranting yang jatuh ke bawah. Yang tersisa di pohon hanyalah daun hijau dan ranting yang kokoh.

Memang benar, keesokan harinya Uvewe tidak perlu membersihkan halaman sekolah lagi karena tidak ada daun dan ranting kering yang berguguran.

Uvewe dapat istirahat satu hari dengan tenang dan melupakan rutinitas pekerjaannya.

Namun, saat terbangun dari tidurnya, Uvewe berjalan ke halaman sekolah dan menjumpai banyak daun-daun dan dahan kering berserakan kembali di atas tanah. 

Batinnya menggugat : “Semalam sudah bersih, mengapa hari ini kotor lagi…”

Uvewe segera pergi menjumpai sobatnya Opekiu untuk mendiskusikan masalah ini.

Opekiu kembali tersenyum mendengar celoteh Uvewe : “Sobatku, ideku dua hari lalu bukanlah ide cemerlang. Saya hanya ingin membuatmu sadar, bahwa sekeras apapun kamu bekerja, kamu tidak dapat serta merta melakukan semuanya dalam satu hari saja. Ibarat makan, kita harus membagi makanan menjadi tiga bagian setiap harinya, untuk pagi, siang dan malam hari. Bukan langsung menghabiskannya di waktu pagi, lantas di waktu siang dan malam hari tidak perlu makan lagi”.

Uvewe mendengar dengan seksama kalimat bijak dari sobatnya.

Opekiu melanjutkan : “Sobatku yang kusayang, sekeras apapun, hari ini kamu bekerja membersihkan halaman, maka esok hari pasti akan muncul sampah-sampah baru. Ini merupakan fenomena yang tidak mampu dicegah lagi, kecuali kamu sendiri ingin membiarkan kekotoran tetap ada. Jangan kecewa maupun bosan karena harus melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Nikmati pekerjaanmu dengan hati yang senang, setuju tidak?”

Uvewe menganggukkan kepala dengan cepat : “Setuju banget, sobatku. Kamu sungguh bijaksana. Terima kasih atas pencerahannya yang luar biasa ini”.

Sobatku yang budiman…

Rutinitas pekerjaan tidak mungkin dapat dihindarkan atau dihilangkan dari kehidupan manusia sehari-hari…

Setiap hari kita harus makan, minum, mandi, membersihkan rumah dan bekerja atas pekerjaan yang kadang terasa menjemukan.

Jangan pernah mengeluh dan putus asa. Segera musnahkan rasa bosan yang sedang mendera.

Jika kita bekerja dengan hati yang tidak riang, terus menerus menggerutu, maka semua pekerjaan yang harus kita selesaikan akan terasa lebih berat serta amat melelahkan jiwa dan raga.

Selesaikanlah pekerjaan hari ini, jangan menunda-nunda sebab esok hari masih ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan kembali.

Jika kita bekerja dengan hati gembira, berniat menikmati setiap pekerjaan dengan penuh tanggungjawab, maka tidak akan muncul lagi kata lelah atau bosan.

Sebab hari esok merupakan sebuah harapan yang menjanjikan untuk sebuah kesempurnaan hidup.

Janganlah menjadi tawanan untuk hari kemarin, namun jadilah komandan untuk hari esok…

(Salam Kebahagiaan – Salam UFO)

  

Advertisements
This entry was posted in KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s