“SEPUCUK SURAT AYAH UNTUK PUTERINYA”

<Jumat, 08 April 2016 OOR 15:22>

Aku memiliki seorang puteri tunggal yang suatu saat nanti mungkin akan meninggalkanku, melangkah menjauhiku untuk membina kehidupan keluarga baru bersama suami dan anak-anaknya.

Memang terasa sedih jika harus memikirkan apa yang akan terjadi kelak. Bila harus menghadapi masa tuaku sendirian atau bersama isteriku, itu merupakan takdir yang tidak dapat kutolak. 

Sangat berharap agar diri ini diperbolehkan hidup dan tinggal bersama mereka. Harapan inilah yang paling kudambakan, agar selalu dapat memandangi wajah puteriku tercinta hingga akhir hayatku.

Namun, aku juga tidak boleh menjadi seorang yang egois, memaksanya membawaku pergi bersamanya, sebab aku harus menghargai kehadiran sosok pria lain yang akan menemaninya hingga akhir tuanya nanti. Belum tentu suami puteriku bersedia menanggung beban merawat orang tua yang sudah renta dan pikun. 

Walaupun sejak balita hingga saat melepas masa lajangnya, tidak pernah sekalipun diriku mengabaikan tumbuh kembangnya. Kedua mata dan pikiranku serta kedua lengan kekarku selalu kubentangkan, setiap saat untuk mengayomi dan melindungi puteriku.

Sebuah surat kutuliskan untuk anak gadisku dengan harapan dapat menjadi pedoman yang berarti bagi kehidupannya kelak : 

“Wahai puteriku tersayang…

Suatu waktu, saat sedang berselancar di dunia maya, tanpa sengaja ayah melihat sebuah artikel yang bertuliskan : “Tips dan Trik Cara Wanita Menarik Perhatian Pria”.

Artikel ini membuat ayah merasa adanya ketidakadilan buat kaum hawa, khususnya buat dirimu, puteri semata wayangku. Kekhawatiranku muncul seketika dan sangat mengganggu pikiran ini…

Betapa tidak…

Mengapa wanita yang diwajibkan berperilaku sebagai “korban” untuk menarik perhatian para pria? Mengapa bukan sebaliknya?

Apabila ada yang mengatakan aku adalah ayah yang over protected, itu bukan masalah buatku. Yang membuatku tak bisa menerima, mengapa harus dirimu yang bersusah payah “bersolek” untuk membuat lawan jenismu mencintaimu dan selalu tertarik padamu?

Puteriku yang paling kusayang…

Abaikanlah artikel dan bacaan yang selalu memojokkan dirimu, apalagi yang hendak memberikan petunjuk atau trik cara mendapatkan cinta seorang pria. Jangan engkau ikuti… Itu menyesatkan dan akan membuatmu menderita sepanjang hidupmu.

Ketahuilah anak gadisku yang cantik jelita…

Ayah menegaskan kepadamu, bukanlah tugasmu untuk bersolek dan mempercantik diri agar kumbang-kumbang pejantan mau mendekatimu. Jika karena “riasanmu” mereka datang, maka suatu saat mereka juga akan berpaling melihat bunga indah dan segar yang lain, di kala dirimu sudah layu dan tidak menarik lagi.

Puteriku, yang harus kamu lakukan adalah melihat ke dalam jiwa dan hatimu yang masih dipenuhi oleh rasa ego, kegalauan hati dan ketidakyakinan terhadap kesempurnaan fisikmu. Kamu harus sanggup melawan hal-hal negatif itu. Jadilah dirimu sendiri, jangan meniru para selebritis yang penuh dengan kepalsuan.

Jika engkau dapat menghargai diri sendiri, dan menemukan sisi menarik di dalam dirimu, maka engkau akan menjadi bunga indah yang selalu dikelilingi para kumbang. Yang membuat semua pria merasa tertarik dan bertekuk lutut, serta ingin menghabiskan sisa hidupnya denganmu. Persis sama seperti keinginanku…

Pria yang pantas mendampingi hidupmu kelak adalah pria yang selalu dapat menemukan kecantikan, keindahan, kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan dan dapat menemukan ketertarikannya kepadamu, tanpa engkau harus bersusah payah menunjukkan kelebihanmu kepadanya.

Ayah tidak peduli, jika ternyata dia bukan berasal dari keluarga berada, yang terpenting bagiku, dia selalu dapat memberi nafkah batin dan lahiriah walaupun dalam kehidupan yang penuh kesederhanaan.

Ayah tidak peduli, apakah dia itu memiliki penghasilan besar atau tidak, yang terpenting bagiku, hingga waktunya usai bekerja, dia akan segera pulang untuk menyapa dan memanjakan dirimu.

Ayah tidak peduli, apakah dia itu kuat atau tidak, yang terpenting bagiku, dia mampu melindungi dirimu setiap saat, apalagi di saat engkau merasa lemah. Dia mampu membangun mercusuar kesetiaan di dalam hatinya.

Ayah bahkan tidak mau peduli, apa warna kulitnya, karena yang terpenting bagiku, dia adalah sosok pria yang dapat menanamkan kesabaran, kelembutan dan pengorbanan di setiap derap langkah kehidupanmu.

Ayah juga tidak akan peduli, apakah di saat menikmati santap malam bersama, dia tidak mengambilkan lauk untukku, namun yang terpenting bagiku, dia adalah sosok suami yang tidak pernah jenuh memandangi wajahmu, mengelap wajahmu yang berkeringat dan berupaya menemukan kesejukan senyum manismu.

Dan, ayah juga tidak peduli, apakah dia adalah makhluk sempurna atau tidak, sebab yang terpenting bagiku, dia dapat menemani anak-anaknya bermain, menciptakan suasana keriangan dan keceriaan serta dapat meringankan beban pekerjaan rumahmu.

Itu saja… Benar cukup itu saja keinginan sederhana dari diriku..

Sayangku, cintaku, pengharapanku…

Di saat engkau bertemu dengan pria idaman ayah tersebut, dan ternyata dia memiliki hobi dan kebiasaan yang sama sekali berbeda denganku, janganlah engkau abaikan dirinya.

Memang kami tidak sama, namun dibalik perbedaan yang dimiliki, kami masih memiliki satu hal terpenting di dunia ini yaitu dirimu.

Namun…

Jikalau suatu saat, engkau merasa sepi sedih sendiri akibat perbuatannya, datang dan dekaplah diriku erat-erat. Ayah akan membelai rambut hitammu, ayah akan selalu mendengarkan semua celotehmu, persis sama seperti di saat engkau baru belajar mengenal dunia dulu. Ayah akan selalu ada sepanjang hayat masih di kandung badan.

Yang terakhir, anakku yang selalu kurindukan…

Jadilah dirimu sendiri, jangan meniru-niru orang lain dan jangan bersolek hanya untuk menyamarkan keindahan tersembunyi dari dirimu…”

Salam penuh cinta dan sayang
              

              A      Y     A     H 

(PRIA PENGAGUM ABADIMU)

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s