PART 1 : “RAZIA TAS SEKOLAH”

<Senin, 04 April 2016 OOR 08:43>

Sinchan adalah anak yang baik, sopan, penurut dan tidak banyak tingkah, pintar dan suka membantu teman-temannya yang kurang pintar. 

Walaupun berakhlak baik, namun Sinchan bukanlah seorang anak yang suka bergaul. Dia lebih senang menghabiskan waktu dengan berdiam diri di bangkunya, saat teman-temannya bermain di luar kelas. Sinchan lebih senang menyendiri sambil membaca buku pelajaran atau buku novel.

Ajakan teman-temannya untuk bermain, selalu ditolaknya dengan berbagai alasan, hingga teman-temannya tidak pernah lagi mengajaknya keluar kelas untuk bercengkerama. Semuanya sudah mengerti dengan perangai aneh Sinchan.

Suatu ketika, di sekolahnya diadakan razia tas mendadak. Kepala Sekolah memerintahkan seluruh wali kelas untuk memeriksa tas sekolah anak-anak muridnya. Beliau khawatir dengan selentingan kabar yang menyatakan belakangan ini banyak murid sekolah terlibat perkelahian, narkoba dan seks bebas.

Sekolah Sinchan adalah sekolah favorit dan sering mendapat penghargaan sebagai sekolah terbaik di kotanya. Murid-murid di sekolah ini selalu mendapat pendidikan moral yang ketat dan keras. Setiap murid yang melakukan kesalahan fatal, akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

Saat diadakan razia, semua tas sekolah digeledah dengan posisi pemilik tas berada di samping guru. Ini dimaksudkan juga untuk menjaga kewibawaan dan transparansi guru dalam melakukan razia.

Satu persatu tas yang ada dibuka di hadapan pemiliknya. Barang-barang peralatan alat tulis, buku tulis dan pelajaran serta kotak bontot makanan terlihat berantakan di atas meja.

Tiba saatnya, guru sekolah akan menggeledah tas sekolah Sinchan, namun ternyata Sinchan tidak bersedia menyerahkan tas sekolahnya untuk diperiksa. Walaupun telah dibujuk dan dinasehati oleh wali kelasnya, Sinchan tetap menolak. Dia terus menerus mendekap tas sekolahnya erat-erat.

Seluruh teman-teman Sinchan merasa heran. Guru dan wali kelas Sinchan juga merasa terkejut dengan sikap salah satu murid teladan di sekolah ini.

Wali kelas : “Silakan taruh tas sekolahmu di atas meja. Kami ingin memeriksa isi yang ada di dalam tas ini…”

Sinchan : “Tidak mau…”

Wali kelas : “Mengapa tidak mau? Memangnya apa yang kamu sembunyikan di dalam tas?”

Sinchan : “Tidak ada…”

Wali kelas : “Jika tidak ada, mengapa kamu tidak mau menyerahkan tas kamu untuk diperiksa?”

Sinchan : “Pokoknya saya tidak mau ada yang memeriksa tas ini…!!!”

Wajah Sinchan tiba-tiba berubah menjadi merah tanda dia sedang marah. Alisnya meninggi tanda sedang emosi. Bibirnya mengecil menandakan dirinya tidak ingin diganggu.

Wali kelas sedikit terkejut melihat perubahan mimik Sinchan, salah satu murid kesayangannya.

Ada seorang guru yang terpancing emosinya, lantas berusaha menarik tas dari dekapan Sinchan, namun tangan tersebut langsung ditepis oleh Sinchan. Keributan pun terjadi dan terlihat kedua tangan guru dan murid saling menepis.

Semua murid di dalam kelas terdiam hening melihat aksi Sinchan yang berani menentang guru. Mata mereka melotot terbelalak. Sebagian murid puteri menutup mulut menahan suara teriakan.

Sekali lagi, semua orang merasa sangat heran melihat tingkah laku Sinchan yang biasanya penurut. Dalam hati kecil mereka bertanya : “Sebenarnya apa yang Sinchan sembunyikan? Narkoba, barang khusus orang dewasa, atau barangkali barang curian?”

Akhirnya Sinchan tidak dapat lagi menahan tangisannya : “Huuu…huuuu…huuuu…. Tolong jangan ganggu diriku. Saya tidak bersalah….”

(Bersambung ke Part 2)

Advertisements
This entry was posted in CERITA BERSAMBUNG. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s