“MEMBERI TIDAK AKAN MEMBUAT KEKURANGAN”

<Rabu, 30 Maret 2016 OOR 13:18>

Seorang peternak sapi yang sukses di suatu kampung sedang menderita sakit keras. 

Beliau memiliki seorang isteri dengan dua orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Hewan ternak kambing ada sebanyak 50 ekor.

Sebelum meninggal, dia berpesan kepada isterinya agar tidak boleh menjual rumah besar yang menjadi kebanggaannya.

Sedangkan untuk anak-anaknya diberikan harta warisan berupa hewan sapi dengan komposisi pembagian yang berbeda.

Anak sulung, puteranya mendapat 1/3 dari jumlah sapi yang ada, anak kedua, puteranya mendapat 1/4 bagian dan si bungsu puterinya memperoleh 1/5 bagian.

Semua anak-anak menerima keputusan ini. Mereka tidak melakukan bantahan. Yang penting bagi mereka adalah semua mendapat warisan.

Sesaat setelah sang ayah meninggal dunia, mereka bertiga segera membagi warisan sapi yang berjumlah 50 ekor sesuai dengan wasiat sang ayah.

Mereka menemukan sesuatu keanehan. Jika mengikuti kata sang ayah, maka ada di antara mereka yang akan memperoleh sapi yang tidak utuh lagi. 

Si sulung mendapat 1/3 x 50 = 16 2/3 ekor. Anak kedua mendapat 1/4 x 50 = 12 1/2 ekor dan si bungsu memperoleh 1/5 x 50 = 5 ekor utuh.

Anak pertama dan anak kedua tidak mau mengalah dan berusaha mendapatkan bagian yang utuh.

Akhirnya si bungsu menjadi penengah dan menawarkan kepada mereka berdua untuk mencari orang lain yang lebih pintar guna memecahkan problem pembagian sapi warisan.

Akhirnya disepakati, mereka bertiga akan menemui seorang anak gembala, Sinchan yang terkenal cerdik, bijaksana, baik hati dan jujur.

Saat bertemu dengan Sinchan mereka menceritakan semua permasalahan yang ada, intinya mereka tidak ingin ada sapi yang disembelih gara-gara pembagian warisan.

Sinchan tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berujar : “Ini masalah yang mudah sekali. Begini saja… Saya akan memberikan 10 ekor sapi secara cuma-cuma untuk kalian bertiga. Setelah selesai pembagian, jika masih terdapat sisa sapi, kalian harus memberikan kepadaku, berapapun sisanya. Setuju..?”

Mereka bertiga merasa heran, mengapa Sinchan malah memberikan 10 ekor sapi tambahan, untuk digabung dengan 50 ekor sapi warisan. Dalam hati mereka berpikir, ternyata anak gembala Sinchan ini bukan orang yang pintar, tidak berbeda jauh dengan orang bego.

Sesampainya di rumah, mereka mulai membagi sapi-sapi yang sekarang berjumlah 60 ekor.

Anak pertama mendapat 1/3 x 60 = 20 ekor. Anak kedua mendapat 1/4 x 60 = 15 ekor. Anak ketiga memperoleh 1/5 x 60 = 12 ekor. 

Setelah semua orang mendapat bagiannya masing-masing, ternyata masih tersisa 13 ekor sapi. Dengan penuh keheranan, mereka mencoba menghitung ulang, dan hasilnya tetap sama.

Akhirnya mereka pergi menjumpai Sinchan dan memberitahukan kejadian ini. 

Sinchan : “Bagaimana? Apakah semua sudah mendapat bagian dengan adil?”

Mereka bertiga mengangguk…

Sinchan : “Baiklah, sesuai dengan perjanjian kita dulu, sisa 13 ekor sapi ini sekarang menjadi milikku”.

Semuanya terdiam dan tidak ada yang memprotes pernyataan Sinchan.

Sinchan : “Ketahuilah kalian… Kebanyakan orang hanya mempedulikan dan menghitung harta warisan yang akan diperolehnya tanpa mau mempedulikan orang tua yang masih hidup. Apakah kalian ada mempedulikan ibunda kalian? Adakah sapi yang akan beliau peroleh?”

Ketiga anak muda itu terdiam seribu bahasa. 

Sinchan : “Beginilah… Saya hanya akan mengambil 10 ekor sapi milikku. Sisanya 3 ekor lagi, silakan kalian berikan kepada ibunda kalian. Semoga beliau dapat meneruskan kehidupannya dengan memanfaatkan 3 ekor sapi ini”.

Sobatku yang budiman…

Tanpa kita sadari, terkadang dengan memberi sesuatu kepada orang lain, tidak akan menbuat kita menjadi kehilangan, bahkan tidak jarang, kita malah mendapatkan sesuatu yang lebih banyak dari yang kita berikan.

Memberi tidak membuat kita kekurangan dan jangan pernah merasa rugi.

Jangan terpaku kepada materi yang menjadi milik sendiri dengan melupakan orang yang sebenarnya lebih layak untuk mendapatkan bagian.

Niscaya, hidup kita akan dipenuhi kebahagiaan…

(Salam Pencerahan – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s