“BERTEMU PENGEMIS SOMBONG”

<Selasa, 29 Maret 2016 OOR 14:33>

Pada suatu hari Abece sedang berjalan bersama sang pacar Miyabi ditemani seorang sobat mereka Jamal Nenggolan, menyusuri jalan setapak di pinggiran sebuah danau buatan. Mereka begitu asyik menikmati pemandangan alam yang indah bagaikan sedang melihat lukisan hidup.

Setelah meninggalkan areal danau, mereka berjalan perlahan dan akhirnya tiba di sebuah persimpangan jalan. 

Saat itu terlihat seorang pengemis sedang menjulurkan tangan kanannya untuk meminta sedekah. Sedangkan tangan kirinya menunjuk ke perut dan menangkupkan telapak tangannya ke arah mulut, seakan memberitahu kepada Abece bahwa dirinya sedang kelaparan.

Miyabi merasa kasihan, dan melirik ke arah Abece, memberi kode akan memberi sejumlah uang kepada pengemis tadi. Abece mengangguk tanda setuju.

Sobat mereka Jamal Nenggolan, buru-buru merogoh kantong celananya, berusaha mendahului Miyabi untuk memberi sedekah kepada pengemis. Namun, rupanya kantong yang dirogohnya, robek dan uangnya raib jatuh di jalan. Alhasil, Jamal Nenggolan hanya bisa berpura-pura menggaruk-garuk celananya saja.

Miyabi melihat kejadian ini dan tertawa kecil. Dia segera mengeluarkan uang sepuluh ribu dari dalam sakunya dan memberikan kepada Abece untuk diserahkan kepada pengemis tua itu.

Abece mendelikkan matanya, menandakan tidak setuju memberikan uang yang demikian banyak. Miyabi mengangkat bahunya, dan mempersilakan Abece mengatur jumlah uang yang akan diberikan.

Setelah mengeluarkan kalkulator kecil yang dibawanya kemanapun, Abece mulai menekan-nekan angka di kalkulator layaknya sedang berhitung mata pelajaran matematika yang rumit.

Setelah dua menit berhitung, akhirnya Abece berkata kepada pengemis itu : “Pak, ini ada uang sepuluh ribu. Saya ingin memberi sedekah 5000 rupiah plus tambahan 20 persen. Tolong bapak balikin uang kembaliannya…”

Dalam hati Jamal : “Nih anak kok sok jago pake kalkulator gitu. Mau sedekah, ya tinggal kasih duit. Res beres…”

Tanpa berhitung dan berpikir lagi, dengan cepat pengemis tua itu mengambil uang sepuluh ribu dari tangan Abece. Setelah merogoh-rogoh kantong saku celananya, akhirnya pengemis itu memberikan selembar uang 5000 rupiah kepada Abece.

Abece kembali berhitung dengan kalkulator dan berkata : “Kan saya ada memberikan tambahan bonus sedekah kepada bapak sebesar 20 persen. Kenapa bapak gak hitung?”

Pengemis tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian berkata : “Anggap saja yang 20 persen alias seribu rupiah itu sedekah dari saya untuk kamu…”

Miyabi dan Jamal Nenggolan tertawa terpingkal-pingkal sambil berpegangan tangan, mendengar kalimat sombong pengemis tadi. Sementara itu muka Abece berubah menjadi kusut seperti beruk lagi kasmaran.

Abece : “Alamak….Dasar semprul… Sombong banget bapak ini… Masak saya pula yang mau disedekahin oleh dia…. Eike ora sudi bok…!!!”

Gubrakkk…

(Salam Cekikik – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s