“PEMBIASAN INFORMASI”

<Rabu, 23 Maret 2016 COR 10:15>

1. Sepulangnya menarik delman bersama sang Juragan, seekor Kuda lantas beristirahat di kandangnya sambil menikmati rumput segar yang telah disediakan pegawai kebun.

Seekor Kucing datang dan menyapa Kuda tersebut : “Hai Kuda, apa kabar? Kok kamu kelihatan begitu capek?”

Kuda menjawab : “Iya nih, saya merasa capek sekali. Seharian saya bertugas mengantarkan penumpang yang antri menaiki delman yang saya tarik. Kalau bisa, besok saya ingin beristirahat sehari untuk memulihkan kondisi keempat kakiku yang sakit”.
2. Kucing tersebut tersenyum mendengar keluhan Kuda dan segera berlalu dari kandang Kuda. Di luar kandang, Kucing ini berjumpa dengan seekor Bebek dan berkata : “Hai Bebek, tadi saya berjumpa dengan si Kuda. Kasihan sekali dirinya yang dipaksa bekerja keras hingga kakinya menderita kram. Kayanya si Kuda besok mau beristirahat penuh dan tidak akan bekerja walaupun nanti dipaksa oleh Juragan kita.

3. Bebek tadi segera berlari ke kandang Ayam lalu menceritakan kondisi si Kuda : “Hai Ayam… Saya dengar dari si Kucing bahwa si Kuda merasa tidak sanggup lagi untuk bekerja. Semua badannya sakit karena dipaksa bekerja keras. Pokoknya besok dia tidak mau bekerja lagi…”

4. Sontak si Ayam berpikir, mengapa si Kuda yang setia itu tidak mau bekerja lagi? Apa mungkin dia sudah mendapatkan seorang Juragan baru? 

Si Ayam segera mengabarkan berita buruk tadi kepada si Kambing yang sedang tidur-tiduran : “Celaka dua belas Bing… Si Kuda tidak mau bekerja lagi dengan Juragan kita. Mungkin si Kuda sudah memiliki Juragan baru. Saya heran, mengapa si Kuda berubah menjadi begini? Perilakunya tidak berbeda jauh dengan seorang pengkhianat. Kasihan Juragan kita yah…”

(5) Si Kambing segera berlari meninggalkan kandangnya dan mencari pengawal pribadi sang juragan yaitu seekor Anjing Herder. Si Kambing berkata dengan sedih : “Berita buruk, Jing…. Si Kuda akan segera meninggalkan kita semua untuk bekerja di tempat lain…”

(6) Alis si Anjing Herder pun meninggi sebelah. Matanya menatap tajam ke arah si Kambing sambil berkata : “Apakah betul berita ini?”

Si Kambing menjawab dengan pasti : “Benar sekali… Saya mendengarclangsung dari mulut si Ayam. Kasihan Juragan kita yah…”

Si Anjing : “Saya marah sekali… Setelah Juragan bangun tidur, saya akan segera memberitahukan berita buruk ini kepada beliau…”

(7) Tidak berapa lama kemudian, sang Juragan terbangun dan heran melihat mimik wajah Anjing Herder kesayangannya yang tidak seperti biasanya.

Juragan : “Mengapa muka kamu kelihatan cemberut begitu? Ada apa gerangan yang terjadi…?”

Si Anjing Herder melaporkan : “Gan, belakangan ini, si Kuda sudah berubah sifatnya dan hendak meninggalkan pekerjaannya membantu Juragan karena si Kuda telah memiliki Juragan baru. Lagipula bekerja di tempat lain lebih enak dan tidak capek…”

Mendengar ucapan tersebut, sang Juragan menjadi marah besar dan segera membunuh si Kuda karena dinilainya telah melakukan sebuah pengkhianatan.

Sobatku yang budiman…

Ucapan asli si Kuda : 

“Kalau bisa, besok saya ingin beristirahat sehari untuk memulihkan kondisi keempat kakiku yang sakit.

Namun setelah melewati beberapa temannya, pernyataan si Kuda telah berubah dan menyimpang jauh dari kalimat pertama yang keluar dari mulut si Kuda, menjadi : “Belakangan ini, si Kuda sudah berubah sifatnya dan hendak meninggalkan pekerjaannya membantu Juragan karena si Kuda telah memiliki Juragan baru. Lagipula bekerja di tempat lain lebih enak dan tidak capek…”

Begitu juga dengan keseharian kita dalam menerima informasi yang ada.

Sebagian dari kita, seringkali menerjemahkan informasi dari orang lain seenak udel dan menyampaikan informasi tersebut dengan menambahkan sedikit “bumbu kalimat” agar kelihatan lebih bombastis atau dramatis.

Tidak jarang juga, sebagian orang, dengan sengaja memanipulasi, mengedit, memotong dan “membelokkan” kalimat asli dengan tujuan mengaburkan informasi asli kepada orang lain. 

Untuk menyikapi kejadian tersebut, alangkah baiknya kita menerapkan langkah-langkah berikut :

– Semua informasi yang diterima, jangan langsung di-share atau dibagikan kepada orang lain, apalagi jika informasi tersebut berisikan berita yang dapat mengganggu dan merugikan orang lain serta belum tentu kebenarannya. “Stop Sampai Di Sini”.

– Jangan mempercayai begitu saja apa yang dikatakan orang lain, sekalipun dia itu orang terdekat. Kita perlu melakukan check dan recheck nilai kebenarannya sebelum membagikan kepada orang lain.

– Hentikan kebiasaan menambahi atau mengurangi kalimat yang ingin dibagikan berdasarkan sudut pandang dan persepsi sendiri, karena dapat berakibat fatal dan membahayakan jiwa orang lain.

-Sebaiknya mengkonfirmasi berita yang diragukan kebenarannya, langsung dari sumber berita, sebelum diteruskan kepada orang lain.

– Bila ingin menyampaikan sesuatu informasi kepada orang lain, kita harus memegang teguh prinsip 3 AIB yaitu : “Apakah Ini Benar? Apakah Ini Baik? Apakah Ini Berguna?” Bila semua jawabannya adalah “YA”, silakan share kepada orang lain.

(Salam Kebenaran – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s