“PENGORBANAN SEORANG BUNDA SEPANJANG HIDUPNYA”

<Minggu, 20 Maret 2016 COR 22:15>

Saat engkau masih di dalam kandungan, Bunda selalu mengusap perut buncitnya dengan penuh kasih sayang, sembari menenangkan dirimu yang merasa kesepian saat berada di dalam perut Bunda. Sebagai balasannya, engkau malah menyepakkan kaki mungilmu kepada Bunda.

Saat engkau berusia 1 bulan, Bunda selalu menyusuimu sepanjang waktu tanpa mempedulikan rasa lapar. Sebagai balasannya, engkau malah memuntahkan ASI yang Bunda berikan hingga mengotori pakaian beliau.

Saat engkau berumur 1 tahun, Bunda menyuapi dan memandikanmu tanpa menghiraukan rasa lelah dan letih. Sebagai balasannya, engkau malah merengek dan menangis rewel sepanjang malam.

Saat engkau berumur 2 tahun, Bunda mengajarimu bagaimana cara berjalan dan berlari. Sebagai balasannya, engkau malah menghilang saat Bunda memanggilmu untuk tidur.

Saat engkau berumur 3 tahun, Bunda memasakkan semua makanan yang mahal dan bergizi tinggi untuk pertumbuhan dirimu. Sebagai balasannya, engkau malah membuang piring berisi makanan mahal ke lantai dengan sengaja.

Saat engkau berumur 4 tahun, Bunda membelikan seperangkat alat tulis dan pinsil crayon berwarna. Sebagai balasannya, engkau malah mencoret-coret dinding rumah dan meja makan sambil berteriak kegirangan.

Saat engkau berumur 5 tahun, Bunda membelikan pakaian-pakaian yang mahal dan menawan. Sebagai balasannya, engkau malah memakainya untuk bermain di kubangan lumpur saat hujan turun.

Saat engkau berumur 6 tahun, Bunda mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, engkau malah berteriak : ”Bunda… Saya tidak mau sekolah… Saya ingin bermain saja…!!”

Saat engkau berumur 7 tahun, Bunda membelikan sebuah bola. Sebagai balasannya, engkau malah melemparkan bola tersebut ke jendela rumah dan memecahkannya.

Saat engkau berumur 8 tahun, Bunda membelikan sepeda baru. Sebagai balasannya, engkau malah pergi bermain sampai jauh dari rumah, hingga membuat Bunda merasa sangat khawatir akan keselamatanmu.

Saat engkau berumur 9 tahun, Bunda membayar mahal untuk kursus Bahasa Inggris dan les privat lainnya. Sebagai balasannya, engkau malah sering bolos dan memberikan seribu satu alasan untuk mangkir ke tempat kursus.

Saat engkau berumur 10 tahun, Bunda mengantarmu ke pesta ulang tahun temanmu. Sebagai balasannya, engkau malah melompat turun dari motor secepat kilat dan berlari menjauh tanpa memberi salam.

Saat engkau berumur 11 tahun, Bunda mengantar kamu dan teman-temanmu ke bioskop untuk menonton film box office remaja. Sebagai balasannya, engkau malah meminta Bunda duduk di baris lain karena malu.

Saat engkau berumur 12 tahun, Bunda membelikan handphone android yang berharga mahal untuk memudahkanmu berkomunikasi dan sekaligus berfungsi untuk mencari ilmu dari internet. Sebagai balasannya, engkau malah berpura-pura tidak mendengar panggilan Bunda karena asyik bermain game online.

Saat engkau berumur 13 tahun, Bunda melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, engkau malah mencuri-curi tahu dari website dewasa dengan gadget hadiah ulang tahunmu.

Saat engkau berumur 14 tahun, Bunda memberikan ijin untukmu berdarmawisata dengan teman-temanmu dan membayar mahal untuk biaya travelling pertamamu. Sebagai balasannya, engkau malah tidak pernah sekalipun menelepon Bunda memberitahukan kabarmu.

Saat engkau berumur 15 tahun, Bunda telat pulang kerja dan ingin memelukmu. Sebagai balasannya, engkau malah mengunci pintu kamarmu kuat-kuat.

Saat engkau berumur 16 tahun, Bunda mengajarimu mengendarai sepeda motor. Sebagai balasannya, engkau malah lebih sering mencuri-curi pakai sepeda motor untuk berjalan-jalan, tanpa mempedulikan waktu pulang.

Saat engkau berumur 17 tahun, Bunda sedang menunggu telepon penting dari atasan setelah pulang kerja. Sebagai balasannya, engkau malah menggunakan telepon tersebut nonstop semalaman untuk berpacaran.

Saat engkau berumur 18 tahun, Bunda menangis terharu saat engkau lulus SMA. Sebagai balasannya, engkau malah berpesta dengan teman-temanmu hingga pagi.

Saat engkau berumur 19 tahun, Bunda membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, engkau malah merengek agar dapat membawa motor sendiri ke kampus. Akibatnya Bunda harus menggunakan jasa angkot ke tempat kerjanya.

Saat engkau berumur 20 tahun, Bunda bertanya, “Dari mana saja kamu seharian ini?” Sebagai balasannya, engkau malah menjawab,”Ah…Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan anak muda…!”

Saat engkau berumur 21 tahun, Bunda menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, engkau malah mengatakan : ”Aku tidak ingin seperti Bunda yang miskin”.

Saat engkau berumur 22 tahun, Bunda memelukmu dengan penuh haru saat engkau lulus dari perguruan tinggi. Sebagai balasannya, engkau malah bertanya : “Bunda, minta uang… Saya mau jalan-jalan ke Bali…”

Saat engkau berumur 23 tahun, Bunda membelikanmu sebuah mobil bekas yang tidak mewah. Sebagai balasannya, engkau malah berkata : “Ahhh… Bundaaa… Kok mobil jelek ini yang diberikan kepadaku. Aku malu mengendarainya…”

Saat engkau berumur 24 tahun, Bunda bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana pernikahanmu di masa depan. Sebagai balasannya, engkau malah mengeluh,”Aduuh, bagaimana Bunda ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat engkau berumur 25 tahun, Bunda membelikanmu sebuah rumah sederhana lengkap dengan satu set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, engkau menceritakan kepada temanmu betapa jeleknya rumah dan furniture pemberian Bundamu.

Saat kau berumur 27 tahun, Bunda membantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, engkau malah menjual rumah mungilmu dan pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 200 km dari rumah Bundamu.

Saat engkau berumur 30 tahun, Bunda memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayi imutmu. Sebagai balasannya, engkau malah mencibirnya : ”Bunda, sekarang jamannya sudah berbeda. Saya tahu apa yang akan diperbuat. Saya bukan anak kecil lagi…!”

Saat engkau berumur 40 tahun, Bunda meneleponmu untuk menghadiri ulang tahun Bunda. Sebagai balasannya, engkau malah menjawab,”Bunda, sorry banget… Saya sibuk sekali, nggak ada waktu, lain kali saja yah Bunda…”

Saat engkau berumur 50 tahun, Bunda mulai sakit-sakitan sehingga memerlukan perhatian dan perawatanmu. Sebagai balasannya, engkau malah membaca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Hingga suatu hari, saat Bunda menutup buku kehidupannya dengan tenang, engkau baru menyadari telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupmu. Di saat engkau baru berniat akan menghibur dan membahagiakan sang Bunda, namun semuanya telah terlambat. 

Dan tiba-tiba engkau teringat, ternyata begitu banyak hal positif yang belum sempat engkau perbuat sepanjang hidup Bunda tercinta.

Air mata penyesalan yang mengalir deras tidak akan mengembalikan waktu yang telah hilang. Waktu yang amat berharga telah tersia-siakan oleh karena keegoisan dan ketidakbaktian dirimu sebagai seorang anak.

There is only one pretty child in the world and every mother has it. 

Seandainya Sang Bunda masih hidup, ingatlah…!! Semuanya masih belum terlambat jika kita berniat untuk membahagiakan Bunda di sisa-sisa hidupnya yang tidak lama lagi…

Namun seandainya Sang Bunda telah berpulang, segera luangkan waktu untuk menabur bunga di tempat peristirahatannya yang terakhir, berdoa memohon agar Tuhan mengampuni semua dosa yang telah diperbuat, seraya berjanji kepada Bunda akan selalu menjaga dan merawat cucu Bunda dengan sebaik-baiknya.

Silakan berbagi kepada yang lain sebagai bahan instrokpeksi diri dalam upaya membahagiakan kedua orang tua tersayang.

(Salam Pengabdian – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s