“MENGHADAPI HARI-HARI BURUK”

<Sabtu, 19 Maret 2016 COR 10:22>

Dalam kehidupan berumahtangga, setiap pasangan pasti akan melalui situasi yang berbeda dalam kesehariannya. Seperti rolling coaster, kadang berada di atas yang dimaknai sebagai hari bahagia dan menyenangkan, kadang pula berada di bawah yang lebih sering diartikan sebagai hari yang membosankan, hari yang membuat hati bete (bad mood), dan tidak jarang membuat hati menjadi sedih lalu menangis.

Tidak selamanya kita dapat melalui hari-hari yang menyenangkan. Di saat kita sedang merasa lelah, pekerjaan sedang menumpuk, pasangan memperlakukan kita tidak seperti yang diharapkan, apalagi ketika tanggung jawab kita semakin besar, maka tekanan yang datang akan semakin bertubi-tubi menyerang dari berbagai sudut dan arah. 

Siapapun tidak pernah menginginkan sesuatu yang buruk dan menyebalkan muncul dalam setiap langkah kehidupan. Namun jika hal tersebut datang menimpa, apa yang seharusnya dilakukan?

Hal terpenting yang harus diperbuat adalah menjaga agar hari yang buruk ini tidak menjadi semakin buruk. Kita sendiri yang harus mengontrol keadaan agar tidak menjadi semakin parah, walaupun sesuatu yang salah itu terjadi di luar kemampuan kita.

Semua hal yang tidak menyenangkan, jika disikapi dengan hati jengkel akan berbuah kesengsaraan bagi kita. Semua itu adalah keputusan kita sendiri. Jika kita menganggapnya sebagai hari yang buruk, maka terjadilah. Jika tidak, maka itulah yang ada. Semua ada dan bersumber dari dalam pikiran manusia.

Selanjutnya yang harus diperbuat adalah menjaga ketenangan diri. Calm down. Jangan menjadi panik, sebab kepanikan akan mengarahkan setiap tindak tanduk menjadi ceroboh, sembrono dan tidak lagi mampu berpikir secara jernih. 

Hadapi semua yang terjadi seperti saat menemukan setumpuk benang kusut. Carilah ujungnya…!!! Itulah akar permasalahannya. Kemudian tatalah benang kusut tadi sedikit demi sedikit hingga menjadi lurus. Lalu gulunglah benang tersebut pada tempatnya.

Mintalah bantuan seseorang yang menurutmu mampu, jika sampai di titik kebuntuan. Misi kita adalah untuk menyelesaikan masalah, bukan malah menambah dan memperberatnya.

Sisi lain yang harus diperhatikan adalah menjaga kestabilan emosi. Sering kali emosi menjadi meledak-ledak ketika menghadapi hari yang buruk, nada bicara meninggi, komunikasi menjadi kacau balau. Tidak jarang permasalahan yang ada semakin runyam hanya dikarenakan cara berkomunikasi yang buruk kepada orang lain.

Sobatku yang budiman…

Saat kita berhasil melalui hari-hari buruk dalam kehidupan ini, maka kita akan semakin bertambah dewasa. Berbekal pengalaman ini, kedepannya kita akan lebih mawas diri dan dapat menghindarkan terjadinya hal-hal yang menyusahkan hidup.

Ingatlah, semua permasalahan yang muncul pada hari-hari buruk tidak akan membuat kita mati. Apa yang tidak mematikan diri pasti akan membuat kita semakin kuat.

Percayalah…

(Salam Harmoni – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s