“RUSUN LAYAK UNTUK RAKYAT”

<Jumat, 18 Maret 2016 OOR 14:50>

Ketika sekelompok masyarakat menempati daerah yang bukan miliknya, kemudian dipindahkan ke lokasi pemukiman yang bersih, nyaman dan manusiawi, apakah ini termasuk penggusuran yang melanggar hak asasi manusia?

Bagi sebagian orang yang berpikiran picik, pasti bersikukuh menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran HAM. 

Nah, bagaimana jika kemudian, akibat tindakan mereka menduduki wilayah hijau dengan sesuka hati, apalagi seenak udel membuang sampah yang mengakibatkan potensi banjir hingga merugikan kelompok masyarakat yang lebih besar lagi, apakah tindakan ini dibenarkan dan tidak melanggar HAM?

Pemprov DKI telah melakukan tindakan yang benar, tidak serta merta menggusur para pelanggar aturan pemukiman secara sembrono. Rusun harus disiapkan terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi pembiaran atas kelanjutan kehidupan masyarakat yang terkena penggusuran. 

Bukan hanya itu, fasilitas dan perlengkapan rusun juga disediakan secara cuma-cuma. Ada jaminan dari pemerintah bahwa rusun yang bakal dihuni, tidak mungkin akan digusur lagi, artinya dapat ditempati seumur hidup asalkan tidak melanggar aturan. 

Ini sama saja dengan memberikan rumah gratis kepada masyarakat, walaupun kepemilikan rusun tetap berada di tangan pemerintah.

Masyarakat hanya perlu membayar iuran bulan, sama seperti kita yang tinggal di rumah pribadi, harus membayar uang sampah, uang keamanan, dan lain-lain.

Sungguh cerdas ide sederhana ini, dalam rangka mewujudkan pengamalan UUD 45, mengentaskan kemiskinan dengan menyediakan lahan tempat tinggal yang layak bagi rakyatnya.

Bagaimana dengan daerah lain di Indonesia? Tirulah program super brillian “rusun layak bagi rakyat” dalam mensejahterakan warganya dan tentunya akan berdampak mengurangi ketimpangan sosial.

Sedikit ingin mengkritik pendapat seorang dosen senior UI. Beliau mengatakan penggusuran yang terjadi di Jakarta bakal menyebabkan rakyat asli Betawi akan tersingkir dan “terbuang” hingga ke pinggiran Jakarta. Ujung-ujungnya warga pendatang yang akan menguasai kota Jakarta. Weleh-weleh…

Hal ini mungkin dapat terjadi, jika Kampung Betawi benar-benar digusur atau rusun dibangun di pinggiran kota Jakarta.

Tapi kenyataannya, Pemprov DKI malah getol mempertahankan dan berjuang mati-matian menpertahankan Kampung Betawi atau daerah yang masih sangat kental adat Betawinya.

Lihatlah, bagaimana pemerintah DKI terus membeli tanah-tanah di inti kota untuk sesegera dibangun rusun yang diperuntukkan bagi warga DKI yang belum memiliki tempat tinggal, dengan hanya bermodalkan KTP DKI.

Sungguh tidak bijaksana guru besar yang satu ini dalam mengeluarkan statement yang sangat memprovokasi masyarakat agar melawan kebijakan pemerintah. Atau mungkin beliau ingin memecahbelah warga yang sudah “menyatu dalam keberagaman”? Walahuallam…

Bercerminlah wahai seniorku, atas perilaku Anda saat memimpin suatu lembaga penting nasional yang berujung kepada berpindahnya tempat tinggal Anda ke hotel prodeo.

Ahhh, saya sudah lupa ntah berapa lama yah…?

Memanusiakan sekelompok masyarakat agar hidup tertib, bersih, sehat, disiplin dan sesuai aturan merupakan pekerjaan yang mulia dan pasti diridhoi Sang Pencipta.

Memang tidak gampang bagi seorang pejuang untuk berlari di jalan lurus sendirian dalam membenahi sistem yang sudah amburadul.

Namun, jika tetap bertindak dalam koridor kebenaran, pasti akan banyak TEMAN yang mengiringi langkahnya. Bahkan mungkin superhero seperti BATMAN akan turut membantu meringankan beban berat di pundaknya.

Saya super duper yakinnn….

(Salam Indonesia Raya – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s