“MELAKUKAN PEKERJAAN ATAU MELAKUKAN PEMBIARAN”

<Jumat, 17 Maret 2016 COR 07:16>

Sebuah plastik kresek yang sudah lusuh tergeletak di atas lantai. Bagi sebagian orang, mereka tidak akan mempedulikan keberadaan sampah ini. Padahal, jika sampai plastik ini terinjak, hal ini dapat mengakibatkan orang terjatuh dan terluka karena terpeleset. Mereka sama sekali acuh atau pura-pura tidak mau tahu. Mereka sengaja melakukan pembiaran.

Bagi sebagian orang lagi, mereka akan segera memungut sampah plastik tadi dan membuangnya ke tempat sampah. Menurut mereka, bahaya akan muncul jika tidak segera menyingkirkannya dari jalan yang sering dilalui orang. Mereka khawatir, bisa saja musibah itu dapat menimpa sanak keluarga yang kebetulan sedang melintas.

Mungkin-mungkin saja, di saat seseorang sedang memungut sampah tadi, ada seorang pemimpin perusahaan yang tidak sengaja melintas dan sedang berniat mencari seorang manajer untuk mengurus perusahaannya. Siapa tahu dia akan langsung ditunjuk mengisi jabatan terhormat dengan gaji memukau, diterima tanpa melalui proses seleksi…?

Itulah dua contoh sederhana tipikal manusia yang berniat melakukan pekerjaan dan yang melakukan pembiaran. 

Pekerjaan adalah suatu objek aktifitas yang dilakukan oleh manusia untuk meraih tujuan hidupnya. Di dalam benaknya hanya ada kata kerja, kerja dan kerjakanlah.

Sebaliknya pembiaran adalah sebagian sikap negatif manusia yang bertujuan tidak mau melakukan apa-apa, senang berdiam diri dan cenderung dikategorikan sebagai manusia pemalas. Di dalam pikirannya hanya melekat kata biar, biar dan biarkanlah.

Seorang atasan lebih tertarik kepada bawahannya yang aktif bekerja dibandingkan dengan mereka yang gemar melakukan pembiaran, menunda-nunda pekerjaan dengan alasan yang dibuat-buat.

Mereka yang senang melakukan pekerjaan, pasti akan memperoleh hasil dari kegiatan yang dikerjakannya. Walaupun tidak semua berhasil sempurna sesuai keinginan, namun minimal ada sedikit hasil yang didapatnya. Kalau gagal total, jangan khawatir, setidaknya mereka mendapatkan sebuah pengalaman. Sederhana bukan?

Mereka yang mengidolakan kalimat pembiaran dan paling getol menerapkan kalimat ini dalam kehidupan sehari-hari, pasti tidak akan mendapatkan hasil apa-apa. Jangankan hasil, untuk harga sebuah proses atau pengalaman, tidak akan pernah diraihnya. Mereka hanya akan hidup dalam bayang-bayang belaka. Kalaupun sebagian dari mereka berhasil, itu hanyalah sebuah keberuntungan atau adanya belas kasihan dari orang lain.

Yakinlah, Tuhan itu tidak tidur. Sang Khaliq akan lebih menyayangi umat-Nya yang melakukan pekerjaan dibandingkan melakukan pembiaran.

So, kita dipersilakan untuk memilih melakukan pekerjaan atau melakukan pembiaran sebab pilihan yang diambil pasti akan ada konsekuensinya. Tidak mungkin sama atau sebanding.

Semakin banyak melakukan pekerjaan, maka semakin besar peluang dan harapan untuk mendapatkan hasil. 

Semakin banyak melakukan pembiaran, maka semakin besar potensi mengalami kegagalan dan kekerdilan jiwa.

(Salam Harmoni – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s