“PEMIMPIN ITU HARUS SEPERTI BAJING”

<Kamis, 17 Maret 2016 OOR 12:22>

Pemimpin harus seperti bajing.. Mengapa seekor bajing? Ntar dikira bajingan… Ya beda dong…

Pemimpin harus memiliki keberanian seperti seekor bajing untuk melompat dari satu dahan ke dahan lain, tanpa sedikitpun merasa ragu. Tidak pernah mengenal rasa takut jika terjatuh. Tidak peduli nyawa melayang jika terpeleset di dahan yang licin, terjatuh dan masuk ke mulut pemangsanya yang dengan sabar menunggu di bawah sana.

Seorang pemimpin harus memantapkan keteguhan hati, bersekutu dengan nurani, melompati jurang-jurang yang berisikan orang-orang picik, culas, berjiwa koruptif, bejat dan segudang istilah negatif buat mereka. Para “predator”, musuh rakyat, penggarong uang rakyat, akan selalu menunggu “di bawah”, untuk mencari celah kelemahan agar dapat “memangsa buruannya”.

Seorang pemimpin yang dicintai rakyatnya selalu mengedepankan transparansi dalam bertindak dan bersedia untuk diawasi dalam setiap tingkah lakunya. Contohnya, bersedia melaporkan ke publik mengenai ketaatannya membayar pajak, terutama jumlah yang benar dan tidak manipulatif.

Pemimpin merakyat harus memulai suatu tindakan yang sama sekali lepas dari doktrin dan dogma yang selama ini telah membelenggu negara kita. Bukan hanya menampilkan gaya lips service, berkata-kata indah, berjanji dengan kalimat manis yang dia sendiri ragu dapat dilaksanakan dengan baik. Mereka mengesampingkan karya nyata, dan hanya bermain-main dibelakang mulut manisnya.

Pemimpin itu sejatinya terus bekerja dan tetap belerja, walau sedang dihempas badai buatan dari mesin kipas usang para rivalnya. Hasil karya nyatanya benar-benar dirasakan semua orang.

Fitnah keji, tudingan miring yang tidak berdasar, makian dan hujatan yang tendensius akan selalu menghadang langkahnya.. 

Kecerdikan dan kepiawaian seorang pemimpin dalam mengelola konflik, pastilah akan didukung banyak pihak. Teman-teman yang bahkan tidak dikenalnya akan datang berlomba-lomba menjadi perisai, tameng untuk membela dan melindunginya dari para “pemangsa yang sudah kelaparan”.

Saat menjelang pemilihan pemimpin, para “pemimpin karbitan” berlomba-lomba menampilkan jati diri kepura-puraan, pura-pura baik, pura-pura merakyat, pura-pura agamis, pokoknya penuh kepura-puraan dech.

Seekor bajing, bekerja sendiri menemukan makanannya, melubangi buah kelapa atau kulit durian yang berkulit tebal sedikit demi sedikit, dengan penuh ketekunan dan pantang menyerah. Tanpa memerlukan bantuan orang lain.

Bagi penggemar buah durian, durian yang telah dibolongi oleh gigi tajam seekor bajing pastilah durian yang manis dan lezat, 

Wahai pemimpin dan calon pemimpin negeri ini…

Bertindaklah seperti seekor bajing, berani menantang bahaya yang mengancam jiwa dan keluarganya, tidak takut kehilangan kepopuleran dan jabatan, serta berani berjuang sendirian dalam menegakkan kebenaran dan keadilan menuju kemaslahatan rakyatnya.

Tentunya dengan cara-cara yang elegan, bukan dengan cara-cara BAJINGAN yang marak terjadi selama ini.

Salam keberanian tanpa ragu…!!!

(Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s