“ASAL USUL BRA”

<Rabu, 16 Maret 2016 CEOR 22:02>

Sejarah Bra dimulai sejak 2500 tahun sebelum Masehi, di mana pada saat itu, para perempuan di Pulau Kreta, Yunani telah menggunakan pakaian sejenis bra di luar pakaian untuk mengangkat payudara mereka.

Tahun 450 sebelum Masehi, perempuan Romawi menggunakan semacam kemben untuk mengatur ukuran dan menopang payudara mereka.

Bra atau lebih dikenal sebagai BH merupakan pengembangan dari korset. Korset diperkenalkan pertama kali oleh Catherine de Medici, isteri Raja Henri II dari Prancis, pada pertengahan abad ke-15. 

Kala itu tubuh perempuan yang dianggap sempurna adalah yang berpinggang sangat ramping. Catherine de Medici sendiri mempunyai ukurang pinggang sekitar 10-13 inchi. Korset ini sangat menyiksa sebab membuat sakit di daerah perut, dada dan punggung.

Mary Phelps Jacob bisa disebut sebagai penyelamat kaum hawa dari siksaan korset. Dialah yang menemukan bra modern pertama pada tahun 1913. 

Bra ini sendiri tercipta secara tidak sengaja. 

Pada saat itu Mary berniat menghadiri sebuah pesta di New York. Rencananya dia akan mengenakan gaun malam. Namun Mary menemukan bahwa korsetnya, justru merusak bentuk gaun yang akan dia kenakan, sebab gaun itu terbuat dari bahan yang sangat tipis. Kala itu korset masih menggunakan rangka dari baja.

Kemudian Mary membuat sebuah alternatif pakaian dalam dari dua buah sapu tangan sutera miliknya dengan tambahan beberapa pita. Saat itulah pertamakali bra ditemukan. 

Bra sendiri berasal dari bahasa Prancis kuno yang berarti “lengan atas”. Mary mematenkan temuannya pada Februari 1914 dengan nama “backless bra”. Kemudian dia mendirikan perusahaan dengan nama Caresse Crosby, dan memulai produksi hasil karyanya. 

Namun, ia menjual hak patennya pada Warner Brothers Corset Company di Connecticut, Amerika Serikat seharga $1,500 yang menghasilkan lebih dari 15 juta dolar, 30 tahun setelahnya.

Pada perkembangan selanjutnya pada tahun 1922, Ida Rosenthal dan Enid Bissett, pendiri perusahaan Meidenform Inc., menyempurnakan bentuk bra dengan bentuk seperti mangkuk, dengan ukuran berbeda-beda berdasarkan ukuran payudara perempuan. Mereka menyebut bra ini, “Maidenform”. 

Ida Rosenthal, seorang imigran asal Rusia menciptakan sistem pengukuran cup pada bra dan mengembangkannya untuk tiap tahap kehidupan dari masa puber hingga kedewasaan. 

Baru di tahun 1935, Warner menciptakan sistem pengukuran cup yang kita ketahui sekarang dari A hingga D yang segera diterapkan oleh produsen bra lainnya.

Di Indonesia sendiri, penggunaan bra pada masa lalu, belumlah menjadi sebuah kebutuhan. Hingga awal abad ke-19, perempuan di Indonesia masih belum terbiasa menutupi bagian depan vital tubuhnya. 

Dalam pengerjaan sebuah proyek jalan raya pos Anyer- Panarukan, ketika Belanda mempekerjakan budak perempuan dan laki-laki. Don Lopez, seorang pejabat Belanda merasa sangat risih melihat budak perempuan bertelanjang dada. 

Kemudian Don Lopez memotong secarik kain putih, lalu memberikannya pada salah satu di antara mereka sambil berkata dalam bahasa prancis. “tutup bagian yang berharga (coutant) itu”. Berkali-kali ia meneriakkan “Coutant..Coutant” yang terdengar oleh para pekerja sebagai “Kutang”. Itulah awal penyebutan kutang sebagai nama lain dari bra.

Mungkin sampai sekarang, hanya sedikit yang tahu kepanjangan dari BH. BH adalah singkatan dari “Buste Hounder”(bahasa belanda), yang berarti “pemegang susu/payudara”.

Sungguh sangat fenomenal, sesuatu benda yang penting dan berguna bagi kaum perempuan ternyata memiliki sejarah yang panjang. 

Marilah kita hargai secarik bra sebagai penutup aurat dan penyangga makanan pertama bagi anak-anak, generasi penerus kita.

Buat kaum hawa, janganlah meletakkan bra milik sendiri secara sembarangan di dalam kamar, apalagi sampai keluar kamar.

Dan, buat kaum adam yang menemukan ceceran bra di kamar, ingatlah fungsi bra yang sangat urgent buat anak kita. Ambil dan simpanlah baik-baik di tempatnya.

Jangan dipelototin dan dibiarkan tergeletak di sembarang tempat. Jangan pula, seperti segelintir golongan yang memiliki orientasi seksual menyimpang, dengan mengutil dari tali jemuran dan mengoleksinya di lemari pribadi. Apalagi sampai dikenakan di balik baju secara diam-diam. Weleh-weleh…

Terima kasih…

**disarikan dari berbagai sumber*

(Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in ASAL USUL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s