“MANUSIA MUNAFIK”

<Kamis, 03 Maret 2016 EOR 07:28>

Pada suatu hari seorang pemuda bernama Opekiu meminjam sejumlah uang dari temannya yang bernama Uvewe.

Beberapa hari kemudian Opekiu mengembalikan uang Uvewe beserta sedikit lebihnya.

Uvewe bertanya : “Kelebihan uang yang kamu pinjam ini buat apa? Saya tidak menerima bunga uang karena itu bukan prinsip hidup saya…”

Opekiu : “Kemarin uang kamu yang saya pinjam melahirkan dan kelebihan uang itu adalah anaknya…”

Uvewe merasa senang menerima pengembalian pinjaman uang plus “bunga” dari Opekiu. Dia dapat menerima alasan temannya walau terasa tidak masuk akal, yang penting tidak mengorbankan prinsip hidupnya menerima bunga pinjaman dan tentunya menguntungkannya.

Seminggu kemudian, Opekiu kembali meminjam uang dari Uvewe.

Kali ini Uvewe meminjamkan uangnya sebanyak dua kali lipat dari yang diminta Opekiu, dengan harapan uangnya dapat melahirkan lebih banyak rupiah lagi.

Seminggu telah berlalu, namun Opekiu belum juga mengembalikan uang yang dipinjamnya.

Uvewe membesarkan hatinya dengan ucapan : “Barangkali saja kali ini uang pinjamannya melahirkan anak uang yang lebih banyak lagi. Jadi saya harus bersabar…”

Dua minggu telah berlalu, akhirnya Uvewe sudah tidak sabar lagi dan pergi menemui Opekiu.

Uvewe : “Hai bro, sorry mau nanya nih mengenai pinjaman uang terdahulu…”

Opekiu : “Waduh… Mohon maaf yah… Saya mengucapkan belasungkawa karena uangmu telah hilang dibawa kabur oleh pencuri dan akhirnya wafat dibunuh…”

Uvewe meradang dan tidak dapat menerima alasan dari Opekiu : “Kamu jangan menipu saya…!!! Bagaimana uang bisa wafat? Ini semua hanya akal-akalan kamu belaka… Ayo kembalikan uangku saat ini juga…!!!”

Opekiu : “Wah kamu ini aneh dan termasuk manusia munafik. Mengapa sekarang kamu tidak percaya kalau uangmu sudah mati sedangkan dulu kamu percaya bahwa uangmu melahirkan anak uang?”

____________________________

Sepenggal cerita di atas, merupakan kejadian yang paling sering terjadi dalam kehidupan manusia.

Seorang tokoh masyarakat / agama akan menerima dengan tangan terbuka uang hasil korupsi yang dilakukan oleh orang lain dan sebaliknya akan berjuang mati-matian menolak kebenaran hukuman penjara akibat perbuatannya melanggar hukum dengan seribu macam alasan.

Banyak di antara kita, dengan senang hati dan bergembira menerima segala bentuk kebohongan asalkan menguntungkan kita.

Kebanyakan dari manusia akan sulit menerima (baca : menolak) sebuah kebenaran jika itu merugikannya.

Itulah ciri manusia munafik…

(Salam Kejujuran – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s