“INTERVIEW”

<Minggu, 28 Februari 2016 OOR 14:47>

Beberapa waktu lalu, Abece pernah berniat melamar sebuah pekerjaan setelah berakhirnya masa tugas sebagai kelasi kapal laut. Dia mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan.

Beberapa hari kemudian, surat permintaan interview yang ditunggu-tunggu akhirnya datang ke alamat emailnya.

Bermodalkan semangat ’45, Abece mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. 

Abece pergi ke toko buku Gramedia untuk membeli buku tentang psikologi dan psikotest sebanyak 12 buah, termasuk sebuah buku lama yang berhasil dibelinya dari toko buku bekas yang berjudul “Cara Instant menggantikan posisi Boss Anda”.

Semua buku dilahapnya dalam 2 hari non stop…

Berbekal semua ini, Abece dengan sangat percaya diri mengikuti kegiatan interview yang akan dilaksanakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.

Tiba di kantor perusahaan tersebut, Abece bersama puluhan peminat kerja, menunggu antrian untuk melaksanakan sesi interview.

Akhirnya, tiba juga saatnya bagi Abece untuk diinterview oleh bagian HRD perusahaan.

Pegawai HRD : “Selamat siang, Pak. Pertanyaan pertama, apakah tujuan utama Anda untuk bekerja di sini?”

Abece menjawab dengan penuh percaya diri : “Sesuai dengan hasil analisa terhadap belasan buku yang baru dibeli, tujuan utama saya bekerja di sini adalah untuk menggantikan posisi boss perusahaan ini..”

Pegawai HRD : “Hah? Maksudnya?”

Abece : “Apakah Bapak hanya ingin menjadi pegawai selamanya? Tidak berniatkah bapak menjadi pucuk pimpinan perusahaan di sini dengan gaji dan fasilitas yang wah?”

Pegawai HRD mengangguk-anggukkan kepala menandakan setuju dengan pendapat Abece. Dalam hati dia berpikir : “Bukan main pemikiran anak muda yang satu ini. Walaupun parasnya tidak meyakinkan, namun orientasi tujuan hidupnya sangat luar biasa…”

Pegawai HRD : “Okelah anak muda… Sekarang saya ingin Anda memilih pertanyaan… Anda akan menjawab satu pertanyaan sulit atau menjawab delapan pertanyaan gampang? Jika Anda berhasil menjawab, maka Anda dinyatakan lulus untuk sesi interview”.

Setelah berpikir sejenak dengan dahi dikernyit seperti muka kuda nil lagi bete, Abece menjawab : “Saya memilih untuk menjawab satu pertanyaan sulit, Pak”.

Pegawai HRD : “Baiklah… Menurut Anda duluan mana telur atau ayam?”

Abece menjawab secara spontan dan tanpa berpikir lagi : “Tentu saja ayam, Pak!”

Pegawai HRD : “Mengapa Anda menganggap lebih dahulu ayam dibandingkan telur?”

Abece tersenyum dan menjawab dengan perlahan, “Maafkan diriku Pak. Tanpa menjawab pertanyaan terakhir saya sudah pasti lulus. Tadi Bapak sudah berjanji hanya akan menanyakan 1 pertanyaan sulit saja. Dan sudah saya jawab dengan baik. Benar atau salahnya tidak menjadi ukuran kelulusanku. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Terima kasih…”

Pegawai HRD berkata dalam hati : “Hebat juga bocah ini. Bakal jadi calon Presiden nih. Tapi ngomong-ngomong, saya yang meng-interview, kok sekarang malah saya yang diceramahi…. Alamak….”

Gubrakkk…

(Salam Cekikik – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s