“BALAS DENDAM SEORANG BOSS”

(Lanjutan cerita semalam “Hamil”)<Minggu, 21 Februari 2016 OR 19:25>

Setelah kejadian Tante Mipansit mengamuk dan membuang ketiga benda “keramat”, yaitu terong, pisang dan botol minuman ke tempat sampah, Abece merasa sangat bersalah.

Keesokan hari, Abece menepati janjinya memberikan pengakuan kepada Tante Mipansit bahwa sebenarnya urine yang diperiksa di lab bukanlah urine Tante Mipansit, melainkan milik pembantunya Neng Nong.

Betapa terkejut Tante Mipansit bahwa sebenarnya dia tidak hamil.

Abece : “Maafkan saya Tante, saya cuma kasihan saja sama Neng Nong…”

Tante Mipansit : “Lain kali kamu tidak boleh begitu. Harus jujur dan terus terang. Gara-gara kejadian ini, saya merasa bersalah kepada terong, pisang dan botol. Sungguh kasihan mereka yang menjadi korban kekerasanku…”

Abece : “Sorry banget Tante….”

Tante Mipansit : “Jadi, urine siapa yg dibawa ke lab?”

Abece : “Urine-nya Neng Nong…”

Tante Mipansit : “Apaaaa??? Berarti si Neng Nong hamil? Siapa yang berani berbuat seperti itu? Kamu?”

Abece : “Mana mungkin saya pelakunya. Kan saya baru seminggu ada di sini. Tunggu kalo sudah enam bulan dech, baru boleh nuduh saya….”

Tante Mipansit : “Hushhh… Awas kalo kamu berani macam-macam, nanti saya lapor ke Miyabi, baru kamu tahu rasa…”

Abece : “Saya cuma becanda saja Tante…”

Tiba-tiba Neng Nong keluar dari kamar mandi…. Langsung saja diinterogasi oleh Tante Mipansit.

Tante Mipansit : “Siapa yang telah menghamili kamu Nong?”

Neng Nong : “Eeee…eeeee…”

Tante Mipansit : “Cepat bilang, siapa yang melakukannya?”

Neng Nong : “Si Teng Tong, boss…”

Tante Mipansit : “Teng Tong yang rumahnya di areal kuburan, di bawah pohon kamboja?”

Neng Nong : “Benar sekali, boss. Maafkan dia… Bukan dia yang duluan…”

Tante Miyabi : “Duluan apa?”

Neng Nong : “Saya yang duluan naik…”

Tante Mipansit : “Begonya dirimu. Sama saja itu… Tetap kamu yang rugi….”

Tiba-tiba Abece menyela : “Tante, biarkan saja saya yang menghajar si Teng Tong sampai pingsan…”

Tante Mipansit : “Gak usah, biar saya saja yang berurusan dengannya. Saya ingin balas dendam kepada Teng Tong…”

Abece : “Tapi…tapi Tante….”

Tante Mipansit : “Tidak ada tapi-tapian… Saya akan buat perhitungan dengan dia…”

Abece : “Kok malah berhitung tante? Seharusnya dipukul atau digampar dong Tante…”

Tante Mipansit : “Udah…udah…bego kok dipiara… Kamu tunggu saya di rumah….”

Setelah 2 jam, Tante Mipansit kembali ke rumah dengan wajah yang sepertinya sangat kelelahan.

Abece : “Gimana hasilnya Tante?”

Tante Mipansit : “Tenang saja…aku sudah puas….!!!”

Abece : “Puas menganiaya si Teng Tong sampe pingsan?”

Tante Mipansit : “Tekadku untuk membalas dendam perlakuan Teng Tong kepada Neng Nong sudah kutuntaskan. Saya balas memperkosanya hingga dia minta ampun, dan akhirnya dia pingsan…”

Abece : “Alamak…. Ampyunnn Tante… Kita tekor dua kali nih…”

Dari belakang terdengar suara jeritan tangis Neng Nong : “Boss…!!! Kalau nanti si Teng Tong hamil kayak saya, gimana nih…?”

Meledaklah tawa Tante Mipansit, Abece dan Miyabi mendengar teriakan oon si Neng Nong…

Gubrakkk…

(Salam Cekikik – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s