“MERTUA”

<Senin, 15 Februari 2016 OR 12:20>

Sebuah peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh seorang menantu perempuan terhadap mertuanya, telah menggegerkan masyarakat kota Medan dalam sepekan ini.

Hanya karena masalah teguran kecil yang disampaikan oleh seorang nenek berusia lanjut terhadap pembantu rumah tangga yang mengurus seorang bocah laki-laki, telah memicu pertengkaran hebat dan berakhir dengan sebuah aksi pemukulan.

Masalahnya sangat sepele yaitu mengenai “nasehat” cara pembuatan susu oleh sang mertua yang dianggap kurang pas oleh menantu perempuannya.

Kejadian pertengkaran hebat disertai dengan aksi kekerasan yang sempat terekam oleh kamera cctv, kini sudah tersebar luas dan dapat dilihat oleh semua orang tanpa sensor.

Akhirnya sang mertua diusir dari rumah oleh anak dan menantunya, dan harus tinggal terpisah di kediaman yang lain.

Sungguh miris sekali…

Seandainya aku adalah seorang menantu perempuan yang beruntung menikah dengan anak laki-laki dari mertuaku…

Maka aku akan mengingat pesan-pesan moral sebagai berikut….

Seburuk apapun mertuaku, aku harus selalu ingat bahwa :

Dia adalah wanita yg mengandung dan melahirkan suamiku dengan resiko sebuah nyawa..

Dia adalah wanita yang merelakan sebagian makanannya untuk pertumbuhan suamiku..

Dia adalah wanita yang merelakan sebagian waktu istirahatnya untuk mengganti popok atau menyusui suamiku di kala masih balita..

Dia adalah wanita yang menyediakan asupan gizi terbaik berupa air susu, yang menjadi makanan pertama bagi suamiku..

Dia adalah sosok wanita yang dengan tulus dan sabar dalam mendidik dan membesarkan suamiku, mengajarkan pelajaran budi pekerti sehingga aku bisa merasa betah berada di sisi suamiku saat ini.

Tidak terkira lagi, berapa banyak rupiah yang telah dikeluarkan mertuaku untuk membelikan mainan dan kebutuhan sehari-hari serta menyekolahkan suamiku hingga memperoleh ijazah, yang saat ini digunakan untuk menafkahi diriku dan anak-anakku..

Mertuaku juga harus merelakan buah hatinya untuk bersanding denganku, dengan mengabaikan perasaan “cemburu” tatkala suamiku memberikan cinta dan kasih sayang kepada wanita lain selain dirinya.

Aku tidak pernah sedikitpun mendidik suamiku, hingga kini dia menjadi seorang pria yang penuh tanggungjawab, dan aku merasa bangga dan bahagia menjadi pendamping hidupnya.

Dan, (seharusnya) hal yang paling menggemaskan mertuaku adalah penghasilan dan harta yang diperoleh anak laki-lakinya, sebagian besar bukan untuk dinikmati mertuaku, melainkan oleh diriku..

Nah….sudah sedemikian nyata peran penting seorang mertua demi hidup dan kehidupanku kini dan kelak..

Tidak ada alasan lagi buat diriku untuk memaki, menghujat, berbuat kasar atau bahkan memukul mertuaku.

Walaupun aku bukan malaikat yang tidak pernah jengkel atau marah kepada mertua, namun mengingat begitu besar jasanya untuk suamiku, maka aku harus lebih bersabar dan menahan diri untuk tidak emosi.

Masih terngiang dalam benakku, sebuah nasehat ibundaku tercinta : “Nak.. Hormati dan dukunglah suamimu untuk selalu berbakti kepada ibunya. Jangan sekali-kali menyuruh dia untuk memilih antara dirimu dan ibunya. Karena kelak engkau akan merasakan bagaimana sakitnya diperlakukan seperti itu oleh anak laki-lakimu.”

Ibuku menambahkan lagi : “Bayangkan saja jika ibumu yang kamu sayangi ini, diperlakukan kasar oleh suamimu, tentu kamu tidak akan rela, bukan? Apa yg engkau lakukan pada mertuamu, akan dilakukan pula oleh menantumu. Percayalah, segala sesuatu pasti ada timbal baliknya”.

Aku berpikir dan merenung, “Belum tentu mereka masih akan merepotkan kita lima tahun ke depan. Mumpung saja mereka masih hidup, walaupun dengan tabiat aslinya yang kekanak-kanakan. Aku akan memberikan perlakuan yang terbaik untuknya, sama seperti yang akan kuperbuat kepada orang tuaku…”

Saranku untuk sosok menantu di atas : 

Bertobat dan minta ampunlah kepada mertuamu, wahai menantu yang khilaf karena telah memukul ibunda suamimu….

(Salam Harmoni – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s