“ROMANTIS ITU SEDERHANA”

<Minggu, 14 Februari 2016 OR 14:12>

Salah satu kebutuhan emosional isteri yang wajib dipenuhi oleh suami adalah sikap dan sentuhan romantis. 

Jujur saja, sering kali suami mengabaikan hal ini karena merasa tidak penting dan ‘malas’ untuk memberikan sentuhan romantis kepada sang isteri. 

Dalam bayangan kebanyakan suami, romantisme itu adalah sesuatu hal yang ‘mengada-ada’, yang hanya ada dalam cerita film atau sinetron saja.

Tidak sedikit suami menganggap, dalam kehidupan yang begitu berat dan cenderung menyesakkan dada, mengapa sang isteri masih terus menuntut sikap romantis? 

“Mau nuntut romantis? Bisa makan sehari-hari saja sudah bagus. Ingat umur…!!!”, celoteh seorang temanku yang telah menikah selama 12 tahun.

Permintaan dari istri agar suami menjadi romantis ternyata menjadi semacam phobia (ketakutan) tersendiri bagi sebagian suami.

Suami mengira bahwa romantis itu harus menjadi seorang pujangga, harus merangkai puisi cinta, harus membelikan hadiah cincin berlian atau berlutut sambil memberikan setangkai bunga dalam acara makan malam di restoran mahal.

Seringkali sebuah pertengkaran terjadi hanya karena masalah ini.

Sebagian isteri sering membandingkan masa-masa sebelum menikah yang menurutnya masa paling romantis dan membahagiakan.

Atau parahnya, tidak jarang isteri membandingkan perlakuan dari suami temannya yang kelihatan begitu care dan perhatian kepada temannya dengan limpahan berbagai hadiah mewah.

Sobatku yang budiman…

Romantis tidak hanya soal bunga, hadiah cincin berlian atau makan malam di restoran mahal.

Romantis bukan hanya candle light dinner (baik di restoran ternama atau karena mati lampu), sekotak cokelat mahal atau kartu ucapan “I Love You” yang sengaja ditinggalkan di atas meja sebelum berangkat kerja.

Romantisme tidak cuma soal itu…

For some people..

Romantis adalah saat sepasang suami isteri tidur berpelukan dalam keremangan lampu kamar yang dibalut oleh bunga-bunga cinta dan kasih.

Romantis adalah saat seorang suami menyelimuti isterinya dengan penuh kelembutan, dan membiarkan sang isteri tetap terlelap dalam mimpi indahnya.

Romantis adalah saat seorang suami menyediakan sebagian waktunya untuk mendengarkan uneg-uneg sang istri yang tidak beraturan, ngalur ngidul, dan tidak penting itu sampai tidak sengaja ketiduran.

Romantis adalah saat sepasang suami istri duduk bersebelahan sambil menunggu sang buah hati keluar dari ruang kelas..

Romantis adalah saat seorang isteri berlelah-lelah belajar memasak menu makanan yang disukai suaminya..

Romantis adalah saat suami tiba-tiba memeluk isterinya yang sedang memasak di dapur, walaupun aroma tubuh sang isteri sudah bercampur dengan bau bawang dan terasi..

Romantis adalah ketika seorang suami dengan penuh rasa cinta merawat isterinya sedang sakit, menyuapin sang isteri dan mengelap sisa-sisa makanan yang lengket di pinggiran bibir..

Romantis adalah ketika seorang suami terbangun di tengah malam untuk mengganti popok si kecil yang sudah penuh di saat sang istri sedang terlelap karena kelelahan..

Romantis adalah saat sepasang suami istri bahu membahu merapikan rumah dan memandikan anak-anak dalam canda tawa penuh kegembiraan..

Romantis adalah kesabaran seorang suami untuk menahan amarah ketika mendapati istrinya sedang diamuk emosi tingkat tinggi dan berlapang dada untuk memaafkan serta memberi nasehat dengan kalimat sehalus mungkin ketika sang istri yang khilaf..

Romantis adalah ketika seorang suami berkata pada istri tercintanya, “Mencari nafkah itu tanggung jawabku, tugas kamu adalah mengurus rumah dan mendidik anak-anak kita..”

Romantis adalah ketika seorang suami mengalihkan pandangan atau menundukkan kepalanya agar tidak meliarkan matanya ke sekujur tubuh wanita yang bukan muhrim ketika tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang berpenampilan aduhai, saat berjalan dengan sang istri, dan mengeratkan genggaman tangan mereka lebih erat lagi..(Bukan malah mencuri-curi pandang)

Romantis adalah saat di pagi hari seorang isteri menyiapkan sarapan dan segelas susu sebagai bekal sang suami untuk memulai aktifitas harian.

Romantis adalah ritual sambutan dari seorang isteri atas kepulangan sang suami dari mencari nafkah, serta mendapat ciuman dan pelukan yang erat dari sang suami, walaupun sang isteri dalam keadaan awut-awutan, bau asem karena belum sempat mandi apalagi berhias.

Romantis adalah saat seorang isteri memandang wajah sang suami tercinta dalam lelapnya setelah seharian penat bekerja, merenungkan dan mensyukuri pilihan Tuhan untuknya dalam menjalani pahit manis kehidupan ini..

Romantis adalah ketika sepasang suami istri saling mengingatkan dan menguatkan dalam kesabaran dan kebenaran untuk sebuah kebersamaan di dunia maupun akhirat.

Romantis adalah ketika kita melihat pasangan kita, jauh ke dalam mata hingga ke relung hatinya yang terdalam dan menemukan masih terselip benih-benih cinta yang sama seperti saat pertama kali bertemu dulu..

Romantis adalah saat-saat menikmati semangkuk es krim murah dan saling berdiskusi tentang refleksi masa lalu, pencapaian saat ini dan impian bersama di masa mendatang..

Yang paling romantis adalah saat suami menyabuni seluruh anggota tubuh isterinya dengan penuh kelembutan…

Dan, tidak ketinggalan…

Romantis itu adalah saat seorang suami menyelipkan uang saku ke dompet sang isteri ketika hendak shopping..

(Salam Kasih Sayang – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s