“MAMA…..AKU INGIN PULANG”

<Minggu, 14 Februari 2016 08:08>

***Kisah nyata dari sekeping hati yang sedang gundah gulana***

Dalam hening malam yang dingin, aku merenungi nasibku…

Tiada lagi yang sanggup kupikirkan saat ini, selain sebuah penyesalan yang terus menghantui hidupku…

Penyesalan? 

Mengapa harus menyesal?

Semua ini bukan salahku…

Aku telah berupaya semaksimal mungkin menjadi tulang punggung keluarga, namun hanya hina dan duka yang senantiasa kuterima.

Aku adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tuaku. Dengan peluh dan darah aku berjuang untuk menghidupi keluargaku. 

Kedua orang tuaku mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Ayahku menderita komplikasi dari berbagai penyakit, sementara ibuku mengalami sakit di bahunya karena kelenjar gondok.

Berulangkali aku mengajak Ibu untuk menjalani perawatan dokter hingga operasi pengangkatan, namun selalu ditolak Ibu. Hanya berbekal obat-obatan herbal, Ibu melawan penyakitnya.

Walaupun memakan biaya tidak sedikit, tapi demi kesembuhan Ibunda tercinta, aku rela untuk bekerja lebih giat lagi guna mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Perilaku sebagai anak berbakti kepada orang tua selalu kutanamkan dalam sanubariku, dan memang selalu aku tunjukkan dengan berbagai pengorbanan.

Aku telah berupaya dan beritikad dengan tulus untuk membantu, tapi bukan ucapan terima kasih yang kuterima. 

Ya Tuhanku…

Semua pengorbananku terasa sia-sia…

Orangtua dan saudaraku selalu mencelaku, menghinaku dan menjatuhkan harga diriku serendah-rendahnya, karena ketidakmampuanku secara finansial.

Aku merasa gagal dalam kehidupan ini…

Hutang semakin menumpuk…

Kehidupan kami semakin terpuruk…

Suara dentingan sudah jarang terdengar dari periuk…

Makanpun hanya berbekal nasi putih dan kerupuk…

Perilaku mereka kepadaku juga semakin buruk…

Sementara obat-obatan sebagai pendamping hidup orang tuaku, semakin lama semakin mahal…

Aku semakin terpojok…

Keimananku sebagai seorang manusia normal mulai tergoyahkan oleh tekanan bertubi-tubi bagaikan godam yang menghajar ulu hatiku.

Akhirnya, aku tidak tahan lagi…

Kutinggalkan semua jejak-jejak pengorbananku sebagai anak yang berbakti kepada orang tia…

Kutinggalkan juga dia, wanita yang telah menawan hatiku, demi mencari eksistensi diri dalam kebimbangan hati…

Aku bingung…

Aku cemas…

Aku takut…

Aku bagaikan burung yang telah kehilangan sayapnya…

————————————–

Dinginnya udara yang menusuk tulangku tidak mampu mengalahkan rasa rinduku kepada mereka yang berada nun jauh di sana…

Aku telah kehilangan arah pulang…

Aku kangen dengan mereka yang selama ini bersama-samaku dalam menempuh keganasan kehidupan ini.

Aku ingin kembali, dengan sebuah harapan dan kehormatan…

Aku ingin menjadi seorang yang kaya, kaya dalam arti yang sebenar-benarnya, maupun kaya karena limpahan berkat dari Sang Ilahi.

Dalam sujudku, aku berserah kepada-Mu…

Mama…. Aku ingin pulang….

(Salam Kerinduan – Salam UFO)

NB :

– Artikel ini kupersembahkan kepada sahabat fbku yang sedang galau, sepi dan diliputi kerinduan akan kampung halaman.

– Sobatku, sesegera mungkin siapkan waktu dan hatimu untuk menghubungi Ibu, karena tiada seorang Ibupun yang akan meninggalkan anaknya dalam keadaan lemah dan tiada berdaya. 

– Minta maaflah atas semua kesalahan yang telah diperbuat maupun yang terjadi karena situasi, niscaya akan mendapat berkat kehidupan yang luar biasa….

– Mari kita berikan doa dan kekuatan untuk sobatku agar tegar dalam menempuh hidup ini…
AMIN…

Advertisements
This entry was posted in KISAH NYATA, RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s