“BOM JAKARTA 2016 BUKAN REKAYASA…!!!”

<Minggu, 17 Januari 2016  OOR  14:05>

Jangan sampai membangunkan macan tidur wahai Jonru dan para umatnya…

(Lihat screenshoot tantangan Kombes Pol Krishna Murti kepada Jonru)

Pendapat para nitizen yang mengatakan bahwa teror bom Jakarta 2016 adalah rekayasa, menunjukkan ketidakmampuan mereka menganalisa suatu kejadian.

Masalah amatir atau tidaknya seorang pelaku bukan menjadi prioritas bagi kita yang mencintai kedamaian.

Intinya adalah keseriusan niat mereka untuk melakukan tindakan menyebar teror dan ketakutan, disertai dengan niat untuk membunuh.

Para pelaku pastinya sudah mendapatkan pelatihan kemiliteran secara mendalam dengan pemahaman penggunaan senjata yang mumpuni dan dianggap sudah layak untuk mempraktekan hasil latihan tersebut di muka umum.

Bagi orang awam yang belum pernah memegang senjata maupun meletuskan senjata, mereka tidak akan segampang membalikkan telapak tangan ketika hendak membidik dan menembak sasaran dengan tepat.

Karakteristik bidikan senapan juga berbeda antara satu senapan dengan senapan yang lain. Sasaran yang berada pada arah jam 12, kadang kala harus dibidik pada arah jam 3. 

Ketidakpercayaan mereka juga semakin bertambah karena foto yang beredar kelihatan begitu “menawan” bagaikan sedang melakonkan adegan film action.

Wahai para nitizen yang buta mata dan hatinya…

Foto-foto beredar bukanlah hasil karya jurnalistik untuk kalangan penikmat film action, melainkan hasil jepretan dari fotografer amatir baik dari dalam maupun luar negeri.

Para “perwira menengah” sebagai tokoh utama di foto, sama sekali tidak mengetahui jika mereka sedang “dibidik”.

Buktinya, ada beberapa nama perwira Polri, fotonya tidak berhasil penulis dapatkan ketika sedang beraksi, padahal mereka adalah pemeran utamanya.

Korban jiwa juga telah berjatuhan dengan 7 korban meninggal dan puluhan korban terluka.

Nah, saudara-saudaraku yang sedang “merem akal sehatnya”…

Bukti apalagi yang harus saya sampaikan sehingga kalian bisa percaya?

Jika masih tidak percaya, silakan saja pergi menjumpai psikiater untuk mengobati penyakit akutmu…

Mengutip yang dikatakan oleh Kombes Pol Krishna Murti : “Bagi teroris mencoba 100 kali, terjadi 1 kali saja, lalu sering disebut sukses. Bagi yang mencegah, jika dia berhasil mencegah 99 kali; 1 kali terjadi saja, lalu disebut gagal”

Berbaik sangkalah untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di mata Sang Khaliq…

Sepiring nasi putih dengan semur jengkol dan sop tauco pete menemaniku menantikan “the other superhero” di bumi pertiwi.

(Salam Perdamaian – Salam UFO)

http://m.tempo.co/read/news/2016/01/16/063736773/polri-buru-penyebar-berita-bohong-terorisme-di-media-sosial&nbsp;

 

Advertisements
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s