“MEMBANTU PEMABUK”

<Jumat, 19 Januari 2016  COR  19:00>

Setelah menemukan kembali sandal karet warisan orang tuanya yang tertinggal di lantai 1 apartemen Kalong Bantet, Abece segera berangkat ke stasiun kereta api untuk pulang kampung.

Sesampainya di stasiun kereta api, Abece hendak membeli tiket di loket resmi tiket kereta api, namun dihadang oleh beberapa orang calo yang berebutan menawarkan jasa tiket tanpa melalui loket resmi.
Calo : “Bang, sini beli tiket murah dari saya saja. Beli tiket pulang dapat tiket pergi gratis”.

Abece : “Berapa harganya?”

Calo : “Tiket pergi harganya 50 ribu dan tiket pulangnya 100 ribu”.

Abece : “Loh… Kok beda harganya bang?”

Calo : “Ya iya lah, kan tiket pulangnya dapat gratis tiket pergi, makanya harga tiket pulang menjadi 100 ribu. Macem mana aja pula kau berhitung..”

Abece meradang dan mengeluarkan sebilah pedang dari sarungnya sambil berteriak : “Woiii, jangan macam-macam kalian sama saya yah? Mau saya cincang kalian jadi sayur lodeh? Jangan kira saya ini anak kecil. Hushhh….hushhhh….”.

Melihat kilatan pedang yang terhunus, menciutkan nyali para calo tiket yang merangkap sebagai preman stasiun kereta api.

Mereka segera menyingkir dan lari terbirit-birit, menggulung celana panjangnya sambil menenteng sepatu di bahu masing-masing.

Abece dengan santai memasukkan pedang ke dalam sarung dan menuju loket untuk membeli tiket pulang. Tiket pulang berhasil diperolehnya dengan sempurna.

Tidak berapa lama kemudian, tiga orang pemabuk tiba di stasiun kereta api, tepat beberapa saat sebelum kereta api berangkat meninggalkan stasiun.

Karena melihat ketiga pemabuk itu sempoyongan seperti tidak mampu naik ke atas kereta api, maka Abece yang baik hati membantu menggendong satu persatu pemuda mabuk tersebut ke dalam gerbong kereta api.

Abece sudah berhasil membantu dua orang pemabuk naik ke dalam gerbong kereta sebelum akhirnya kereta api benar-benar berangkat.

Abece meminta maaf kepada seorang pemabuk lagi yang terpaksa harus ketinggalan kereta api tadi. 

Abece : “Sorry bro, sebetulnya saya sangat ingin membantu kamu naik ke dalam kereta, tapi sayang, keretanya keburu sudah berangkat. Sorry banget yah bro…”

Pemabuk : “Tidak apa-apa, bro…. Ehek..ehek..ehek…Terima kasih atas bantuannya. Namun, kedua teman saya pasti akan lebih menyesal lagi”.

Abece : “Lah… Mengapa begitu bro? Bukankah mereka sudah ada di atas kereta api dan bergerak menuju ke kota tujuan kalian?”

Pemabuk : “Bukan gitu bro… Ehek…ehek…ehek…Mereka berdua sebetulnya hanya mengantar saya ke stasiun. Mereka tidak ikut saya pulang kampung”.

Abece : “Alamakkkkk….. Kasiannya mereka berdua…”

Pemabuk : “Sebetulnya yang paling kasihan itu dirimu bro…Kok kamu tidak ikut naik ke dalam kereta? Tuh tiket di kantong mau dipakai buat bungkus ikan teri? Hahaha…. Ehek…ehek…ehek…”

Abece : “Owalah…. Alamakkkk… Woiiiii kereta api…. Tuungguuuuu…. Eike juga punya tiket…. Jangan tinggalkan diriku…. Hiks…hiks…hiks….”

Gubrakkkk….

(Salam Cekikik – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s