“SELAMAT…!!! HANYA PERLU 4 JAM SAJA”

<Kamis, 14 Januari 2016  OOR  19:06>

Salut dan bangga atas kinerja aparat kepolisian yang berhasil menguasai “lapangan” dan memulihkan situasi hanya dalam waktu 4 jam saja.

Setelah diserang oleh 5 orang teroris, dan menewaskan 1 orang aparat kepolisian, 1 orang WNA (Kanada) dan 5 orang pelaku bom bunuh diri, kepolisian dengan penuh kepercayaan diri melalui Menko Polhukam mengumumkan bahwa “Semua Telah Berakhir”.

Dengan kata lain, “Kita Menang..!!!”.

Angkat topi setinggi-tingginya atas kinerja aparat kepolisian dalam “mengembalikan” rasa takut yang sempat muncul di sebagian kalangan masyarakat.

Hanya perlu waktu 4 jam saja, semua pelaku berhasil dilumpuhkan…

Walaupun masih saja ada nada miring yang mengatakan, si pelaku terorisnya yang goblok, sehingga mudah ditembak oleh polisi. Coba kalau teroris dari luar negeri, Polri pasti akan susah mengalahkan mereka.

Weleh-weleh-weleh…

Mereka ini cuma bisa cuap-cuap belaka karena bukan menjadi korban atau malah mereka ini termasuk “benih-benih” calon pelaku teror di masa mendatang. 

Pengennya tidak su’udzon, tapi hati ini sudah terlanjur kesal dengan mereka yang tidak menghargai kinerja aparat kepolisian kita hari ini.

Peristiwa hari ini adalah salah satu pencapaian fantastis Polri dalam membasmi para pelaku teror. Saya yakin, prestasi mengagumkan ini turut dipantau oleh aparat keamanan dari negara lain. 
Sebenarnya mereka berniat memberikan ucapan selamat kepada polisi Indonesia, tapi barangkali masih malu. Mungkin saja mereka khawatir nantinya dapat berdampak “merendahkan” kemampuan personil aparat keamanan di negara mereka masing-masing.

Terngiang-ngiang di benakku, ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil mengukir prestasi di dunia internasional, kontingen yang berasal dari Angkatan Darat (TNI AD) ini meraih gelar juara umum dengan merebut 67 medali dalam kejuaraan menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015. Ke-67 medali itu terdiri dari 32 emas, 15 perak dan 20 perunggu.

Dengan prestasi itu, Indonesia kembali mengukuhkan kemenangan untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak 2008 sampai 2014 lalu. Dalam kompetisi menembak yang berlangsung tahun ini, Indonesia bersaing dengan 15 tim dari 13 negara, yakni Australia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Filipina, Thailand, Timor Leste, Singapura, Brunei Darussalam, Kaledonia Baru, dan Tonga.

Nah…memang terbukti bahwa Polri dan TNI merupakan kebanggaan nasional yang cukup dipandang oleh negara-negara lain di dunia.

Namun tugas kepolisian belumlah usai…

Pengungkapan kasus terorisme harus sampai ke akar-akarnya.

Pelaku ini siapa? Dari mana asalnya? Perilaku sehari-hari seperti apa? Siapa teman-temannya? Dan seterusnya. Tentunya pihak kepolisian lebih mahir dari saya dalam mengorek keterangan…

Intinya, kami ingin damai…

Kami cinta damai…

Jangan ragu untuk mengikis tuntas para pelaku teror dan menutup rapat pintu berkembangnya aliran dan ideologi sesat di negeri tercinta.

Terima kasih Polri…

(Salam Perdamaian – Salam UFO)

Advertisements
This entry was posted in POLITIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s