“GERTAKAN SEBILAH PEDANG”

<Rabu, 13 Januari 2016  COR  19:47>

Setelah menemani Kalong Bantet selama beberapa hari di apartemen mewahnya, Abece benar-benar menepati niatnya untuk pulang kampung.

Semua barang-barang berharga miliknya, dikemas dengan rapi, termasuk sekotak besar oleh-oleh manisan durian, yang dibelikan Kalong Bantet.

Setelah cipika-cipiki sejenak sebagai salam perpisahan, akhirnya Abece turun ke lantai 1 menggunakan lift.

Ketika sampai di depan pintu gerbang masuk kompleks apartemen, Abece baru menyadari bahwa segepok kunci miliknya telah tertinggal di kamar mandi apartemen milik Kalong.

Abece segera bergegas menuju ke dalam gedung apartemen dan mengarahkan langkahnya ke lift.

Saking terburu-burunya, Abece turut melepaskan sandalnya yang terbuat dari karet ban bekas yang tebal. 

Hal ini merupakan kebiasaan Abece yang diajarkan orang tuanya, jika hendak melewati pintu, harus melepaskan sandal atau sepatu yang sedang dipakai.

Abece masuk ke dalam lift dengan telanjang kaki, dan menekan tombol angka 13, bukan lagi angka 8 seperti yang pernah dilakukan oleh Kalong Bantet.

Sambil menunggu ketibaan lift ke lantai 13, Abece tersenyum menyeringai sambil bergumam : “Kalong bego… Gara-gara dia betisku bengkak seperti betis gajah, karena berhari-hari harus berjalan menaiki tangga dari lantai 8 sampai ke lantai 13. Heran sekali diriku, kok masih ada orang sebodoh dirinya? Hahaha…”

Setelah sampai ke lantai 13, Abece terkejut bukan kepalang karena sendalnya tidak ada lagi di depan pintu lift, padahal tadi dia meletakkan sandal karetnya persis di depan pintu lift.

Keluar dari lift, Abece segera mencari Satpam yang berada di lantai 13, sambil marah-marah, hingga mukanya merah padam.

Satpam tidak mempedulikan Abece karena penampilannya tidak meyakinkan dan Abece sendiri sedang tidak memakai alas kaki.

Abece marah besar sambil mengeluarkan sebilah pedang yang selalu dibawanya kemana pun dia pergi.

Abece : “Bener-bener orang kaya di apartemen ini tidak bisa dipercaya, baru sandal karet saja mau diambil juga…Dasar orang kaya kere kalian…!!!”

Tak lama kemudian datanglah komandan Satpam untuk mengamankan Abece sambil menanyakan permasalahan yang terjadi.

Komandan : “Ada apa, Pak ? Kenapa sampai menenteng pedang kayak gitu ?”

Abece : “Begini Pak… Sandal kesayangan saya hilang dicuri oleh penghuni apartemen sini…! Sebelum masuk lift, saya telah mencopot sandal saya, eh….setelah keluar dari lift kok sandal saya sudah hilang?? Benar-benar orang-orang kaya di sini tidak bisa dipercaya…!!”

Komandan : “Begini saja bapak yang ganteng. Bapak masuk ke dalam lift lagi dan pencet tombol angka 1, lihat apa yang bakal terjadi.”

Komandan Satpam berujar sambil mendorong Abece masuk ke dalam lift dengan dengkul kaki.

Di dalam lift, kemarahan Abece masih belum sepenuhnya sirna. Namun Abece berusaha tetap tenang sambil berdoa agar sandal warisan bapaknya bisa kembali utuh seperti sedia kala.

Dan ketika pintu lift terbuka di lantai 1, Abece begitu kaget melihat sandalnya sudah berada di depan pintu lift.

Sembari memasukkan pedang ke sarungnya, Abece berkata lantang : “Benar-benar penghuni apartemen yang katanya orang kaya, ternyata memiliki nyali kecil. Baru dikeluarkan pedang saja, sandal saya sudah dikembalikan !!!” 

Gubrakkkk…

(Salam Cekikik – Salam UFO) 

 

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s