“PERIKSA SPERMA”

(Jumat, 08 Januari 2016 COR>

Setelah dijelaskan oleh Abece, bahwa seorang wanita baru bisa hamil setelah melakukan hubungan badan, barulah Pak Sadong mencoba mengingat-ngingat apakah selama 3 tahun belakangan (tidak pulang kampung) pernah melakukan aktivitas seksual dengan isterinya.

Ternyata, Pak Sadong baru ingat, bahwa sembilan bulan yang lalu, isterinya pernah bertemu dengannya di rumah mertuanya, ketika menghadiri pemakaman saudara ipar isterinya yang meninggal akibat terkena serangan jantung.

Mereka sempat melakukan hubungan badan di dalam kamar mertuanya, dengan tergesa-gesa dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Mereka takut ketahuan mertua Pak Sadong, bila tiba-tiba beliau masuk ke dalam kamar.

Namun Pak Sadong masih tetap ragu apakah sang bayi yang baru dilahirkan adalah memang darah dagingnya.

Oleh sebab itu, sebelum pulang kampung, Pak Sadong mengajak Abece untuk memeriksa kesuburan dan kandungan spermanya.

Mereka berdua segera menuju ke tempat praktek dokter AA yang cukup terkenal di kampungnya.

Setibanya mereka di klinik tempat prakter dr. AA, sang dokter mengambil sebuah toples kecil dan berkata, “Bawa toples kecil ini pulang, dan bawa kembali esok hari dengan contoh sperma Bapak di dalamnya.”

Keesokannya Pak Sadong dan Abece datang kembali ke klinik dr. AA dan memberikan toples kecil itu kepada sang dokter. 

Akan tetapi toples kecil itu masih kosong seperti kemarin, bersih dan tidak ada sedikit pun sperma berada di dalamnya. 

Sang dokter bertanya mengapa toples itu masih kosong, dan Pak Sadong menjawab dengan muka tersipu malu : “Begini dok, saya sudah coba dengan tangan kanan saya, tapi tidak bisa. Saya coba dengan tangan kiri saya, juga tetap tidak bisa.”

Dokter AA : “Kok bisa begitu? Aneh sekali dirimu Pak…”

Pak Sadong : “Lalu saya minta bantuan pembantu saya. Dia menggunakan tangan kanannya, namun tidak bisa. Dia menggunakan tangan kirinya, juga tetap tidak bisa.” 

Pak Sadong menceritakan ihwal kejadian secara sistematis dibawah senyuman Abece yang mendampinginya.

Pak Sadong : “Pembantu saya mencoba dengan mulut, tapi masih tetap tidak bisa juga, dok.
Akhirnya saya memanggil Yiyi dan Yeye gadis tetangga sebelah. Mereka mencoba dengan tangan kanan, tetapi belum bisa. Ia mencoba dengan tangan kiri, tetap tidak bisa. Mereka berusaha keras dan mencoba dengan kedua tangannya, namun masih tetap tidak bisa juga. Dicoba mengapit dengan ketiak mereka, juga masih tidak bisa juga, dok”.

Pak Sadong melanjutkan ceritanya : “Bahkan Yiyi dan Yeye sudah mencoba dengan menjepit di antara kedua pahanya, tetapi tetap gagal juga.” 

“Bapak sampai minta bantuan gadis tetangga sebelah???” tanya sang dokter dengan heran dan takjub.

Pak Sadong menunjuk ke arah Abece sambil berkata : “Nih teman saya ini juga ikut membantu saya, dengan menggunakan kedua tangan dan mulutnya. Namun belum juga berhasil.”

Dokter AA : “Hah? Teman laki-lakimu ini yang bermuka Pithecantropus Erectus ikut membantu dirimu?”

Pak Sadong : “Iya, dan sampai sekarang saya, pembantu saya, Yiyi dan Yeye, termasuk Abece tetap tidak bisa membuka tutup toples ini.”

Gubrakkkk….

(Salam cekikik – Salam UFO) 

 

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s