“DENGKI DAN IRI HATI”

<Rabu, 06 Januari 2016  COR>  

Alkisah…

Hiduplah dua orang pedagang yang kebetulan juga saling bertetangga di suatu kota.

Mereka berdua hidup dalam hubungan relasi yang tidak sehat, saling memamerkan harta kekayaan yang dimiliki dan saling meninggikan kemampuan yang dipunyai.

Hubungan tidak sehat dari kedua orang ini, berimbas hingga kepada persaingan bisnis grosir pakaian anak di suatu pasar modern.

Kedua toko yang saling bersebelahan menambah aroma kedengkian yang memancar dari wajah kedua pedagang tatkala mereka berdiri di depan toko untuk mengundang pengunjung mampir ke toko mereka masing-masing.

Mereka saling membenci dan berupaya untuk mengalahkan toko tetangganya. Saling menjelekkan dan cenderung melakukan fitnah untuk memojokkan lawannya.

Suatu hari, seseorang di antara mereka insaf setelah mendengar petuah / khotbah dari seorang pemuka agama ketika sedang melaksanakan kegiatan keagamaan. Dia sudah bosan dengan suasana hidup bertetangga yang tidak harmonis.
Setelah mendengarkan khotbah yang menyentuh hati, sang pedagang yang insaf ini, berupaya untuk menjumpai Sang Pemuka Agama yang amat disegani di kotanya.

Pedagang itu berkata, “Pak, saat ini saya sudah bertobat dan insaf, tetapi mengapa saya masih saja merasa dengki dengan tetangga di sebelah saya. Sejujurnya, saya ingin menghilangkan rasa dengki dan iri hati ini, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Mohon pencerahannya…”

Dengan tenang Sang Pemuka Agama berkata, “Saya senang kamu mau mendengar khotbahku. Lebih senang lagi jika kamu mau datang kehadapanku dan berniat untuk insaf. Kejadian yang kamu alami sering sekali dialami semua orang. Rasa dengki dan iri hati dapat merusak segala-galanya, termasuk hidupmu”.

Pedagang tersebut mendengar dengan seksama dan sesekali mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

Beliau melanjutkan : “Bila seseorang datang ke tokomu hendak membeli sebuah barang dan ternyata barang tersebut tidak ada di tokomu, arahkanlah pembeli tersebut untuk mencari barang di toko tetanggamu itu.”

Dengan wakah terkejut, pedagang ini berkata, “Wah, bagaimana mungkin Pak, dia saja menjelek-jelekkan barang dagangan saya, masak saya malah harus membantu dia mengarahkan pembeli ke tokonya.”

Dengan bijaksana, sekali lagi Sang Pemuka Agama berkata, “Begini Pak… Iri hati dan dengki hanya dapat kita hilangkan dengan melakukan perbuatan menyenangkan hati lawan kita. Mulailah dari hal yang sekecil-kecilnya. Sebenarnya kalau Bapak mau melakukannya, Bapak sedang membunuh rasa iri hati itu. Yang paling utama dari semua itu, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki, tanpa perlu membandingkan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki dengan perasaan dengki”.

Akhirnya, pedagang ini mulai melakukan apa yang disarankan oleh Sang Pemuka Agama. 

Dan, setelah dia melakukannya, ternyata tetangganya juga mulai melakukan hal yang sama. Jika ada pembeli yang ingin mencari barang yang dimilikinya, maka dia akan mengarahkan pembeli untuk mencari barang tersebut ke tetangga sebelah tokonya.

Dan, tak lama kemudian, akhirnya mereka berdua berbaikan dan kembali bersahabat..!

Nah….Sobatku….
Orang yang menabur kebaikan pasti akan menuai kebaikan…
Orang yang menabur kebencian juga akan menuai kebencian pula….

Membandingkan milik kita dengan yang lain, bagus untuk memotivasi diri supaya lebih maju, namun bukan dengan memelihara rasa iri hati dan dengki.

Berusaha meraih apa yang sudah dimiliki orang lain dengan cara “mengambil paksa” atau “mencuri”, adalah perbuatan yang tercela dan melanggar hukum.

Berusaha meraih apa yang sudah berhasil dimiliki orang lain dengan bekerja lebih giat, tentunya merupakan perbuatan yang bermartabat dan patut dipuji.

(Salam Pencerahan – Salam UFO)
  

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s