“BUNUH DIRI YANG SUKSES”

<Senin, 04 Januari 2016  COR>

Abece berlari keluar rumah menuju jembatan kayu, tempat pertama kali dirinya ingin mengakhiri hidupnya, sebelum bertemu seorang nenek yang mengkadalinya.

Niatnya untuk bunuh diri begitu kuat, ingin segera melupakan semua kejadian pilu yang menimpa dirinya.

Sebuah kakinya sudah menggantung di bibir jembatan, dan Abece mulai mengambil ancang-ancang untuk melompat ke dalam sungai.

Namun, ketika menoleh ke bawah sungai, Abece sedikit tertegun….

Air sungai kelihatan sangat keruh dan baunya tercium sampai ke tempat Abece berdiri.

Dalam benaknya Abece berpikir : “Waduh… Jorok sekali air sungai ini. Jika sampai ketelan, pasti rasanya sangat pahit dan bakal membuat tenggorokanku sakit. Belum lagi bau busuk dari sungai akan membuat sekujur tubuhku menyerupai bau bangkai tikus. Jijay banget”.

Abece dilanda keraguan antara mau melompat atau mengurungkan niatnya.
Terbersit sebuah penampakan di pikirannya, sesosok jenazah yang berbau busuk, akan dibiarkan membusuk dan membuat orang enggan untuk memandikan jasadnya.
Abece bergumam : “Jika saja badanku berbau busuk, mana mungkin Miyabi mau menciumku untuk terakhir kalinya sebelum tubuhku dimasukkan ke liang lahat? Gawat juga nih…. Mau cari sungai bersih, emang sich banyak terdapat di kampungku, tapi jembatannya tidak ada. Gimana mau bunuh diri? Bingung dech”.

Dalam keraguannya, tiba-tiba Abece mendengar suara teriakan : “Woiii, stopppp….!!! Mau ngapain kamu berdiri di situ? Emangnya kamu gak takut jatuh? Bisa mati tau?”

Abece masih tidak mempedulikan suara tersebut, karena sebagian jiwanya sudah melayang meninggalkan tubuhnya.
Abece berkata dalam hati : “Emang oon nih orang. Uda jelas-jelas saya mau bunuh diri, kok ditanya pula takut mati atau tidak? Dasar bego…!!! Saya ini cuma takut bau busuk saja”.

Suara orang berlari menyusuri jembatan kayu semakin dekat. Tanpa disadari jembatan kayu juga ikut bergetar sehingga sebuah kaki Abece yang menginjak jembatan jadi bergoyang kencang.

Abece berteriak : “Woiii…. Stop…stop…!!! Jembatan ini hampir rubuh. Kalau saya jatuh gimana? Emangnya kamu mau menolongku?”

Abece saat ini benar-benar takut, dan gemetaran akibat goyangan jembatan kayu tersebut.

Saking paniknya, Abece malah terpeleset hingga akhirnya tinggal dua buah tangan yang menggantung di atas jembatan. Kedua kakinya sudah menjulur ke bawah.
Dengan suara penuh ketakutan, Abece berteriak : “Woiii, tolong…tolong…saya hampir jatuh. Jika kamu berhasil menolongku, saya bersedia menjadi pacarmu”.
(Dasar pekok nih Abece, udah mau mati masih mikir mau jadi pacar orang. Pede benar si Abece)

Terdengar suara perempuan yang menjerit dengan kencang : “Abece, jangan jatuh dulu… Saya ini Miyabi, kekasih hatimu…”

Abece menoleh ke asal suara, emang benar gadis cantik yang datang menghampirinya adalah sosok manusia yang menjadi belahan jiwanya.

Begitu senangnya, Abece hendak mengucapkan syukur dengan menelungkupkan kedua telapak tangan ke wajahnya, tanpa sadar bahwa dirinya sedang menggantung di atas jembatan.

Miyabi berteriak dengan kencang : “Woi, jangan gerakkan tanganmu. Emangnya kamu mau mati? Bloon banget dirimu”.

Abece mengangguk, baru sadar bahwa dia sedang bergelantungan seperti seekor monyet. Abece tidak jadi mengarahkan kedua tangan ke wajahnya, tanda bersyukur atas kehadiran Miyabi.

Dengan sangat perlahan Miyabi bergerak mendekati sang pujaan hati, sambil berkata : “Siapakah nenek yang ada di rumahmu? Kok mau-maunya mau melayani dirinya? Empat hari berturut-turut saya mengamati semua tingkah lakumu dari balik pohon nangka di samping kamarmu?”

Abece : “Sudahlah, lupakan nenek brengsek itu. Saya sudah dikibulin habis-habisan oleh dia. Sudah merupakan takdir bagiku harus melayani dia. Anggap aja ini semua pengorbanan untuk mendapatkan pahala. Yang penting saya masih bisa bersamamu, sayangku”.

Miyabi bergerak semakin mendekati Abece, suara derit kayu-kayu jembatan membuatnya sangat berhati-hati.

Tinggal 50 cm jarak Miyabi dari Abece. Selangkah lagi dia akan berhasil menggapai lengan Abece. 

Kekuatan tangan Miyabi tidak usah diragukan lagi, sebab pernah beberapa kali juara panco antar kabupaten. 

Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, membuat Miyabi kehilangan keseimbangan dan melangkahkan kakinya secara serabutan ke arah Abece.

Terdengar suara Abece berteriak sangat kencang : “Awww….sakit…sakit…. Menjauhlah dariku honey”.

Miyabi heran dengan teriakan Abece. Namun melihat lirikan mata Abece ke arah kakinya, akhirnya Miyabi baru sadar bahwa sebuah kakinya sedang menginjak kelima jari tangan kanan Abece.
Sedangkan tangan kiri Abece sudah tidak lagi berada di atas jembatan. Praktis, Abece bergantungan di atas jembatan hanya berpedoman kepada kelima jemari tangannya yang sedang diinjak oleh kaki Miyabi.

Sambil menahan sakit, Abece berkata : “Saya sudah tidak tahan lagi. Sakit sekali… Selamat tinggal honey…”

Miyabi : “Jangan tinggalkan aku. Jika ingin jatuh, mari kita jatuh bersama-sama. Saya ingin selalu bersamamu dalam hidup maupun mati”.

Abece : “Jangan sayangku… kamu masih muda dan cantik. Sayang sekali kamu harus mati bersama diriku yang bodoh lagi bego”.

Miyabi : “Walaupun kamu bego, tapi saya susah terlanjur mencintaimu, sayangku. Pegang erat kakiku, biarlah kita jatuh bersama”.

Abece : “Saya takut honey..”

Miyabi : “Takut apa sayanggg?”

Abece : “Di bawah airnya jorok dan baunya busuk sekali. Saya takut kalau sempat muntah mengenai badan kamu yang wangi”.

Miyabi : “Dasar honeyku yang bego, udah mau mati masih pikir yang aneh-aneh”.
Setelah melalui perjuangan yang sangat berat, akhirnya Abece dan Miyabi jatuh dari atas jembatan ke bawah sungai yang kotor dan berbau busuk…..

“Arrrgggghhhhh……” Terdengar suara Abece dan Miyabi secara bersamaan.
Satu detik berlalu…
Sepuluh detik berlalu…
Satu menit berlalu…

Namun tidak terdengar suara orang yang jatuh kecebur dalam sungai.

Ternyata, dari atas jembatan terlihat sepasang sejoli sedang berangkulan di atas kasur springbed yang mengalir di atas sungai. 

Tangan kiri keduanya sedang menutup hidungnya karena bau busuk yang menyengat…

Untung saja….

(Salam Mendebarkan – Salam UFO)

  

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s