“BUAH KAFFIR DAN ORANG KAFIR”

<Selasa, 05 Januari 2016 COR>

“Kamu telah menjadi seorang kafir karena menyantap buah kaffir”, canda seorang teman kepada temannya yang lain.

Emangnya ada buah kaffir?

Ternyata memang ada buah kaffir yang dalam bahasa Inggris disebut “kaffir lime” artinya buah jeruk purut.

Kaffir lime atau jeruk purut atau jeruk pecel merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai banyak manfaat terhadap kesehatan yaitu mulai dari buah, kulit buah dan daunnya. 

Kaffir lime ini juga banyak manfaatnya bagi suplemen masakan-masakan khas Indonesia.

Belakangan ini, jeruk purut sudah diteliti dan digunakan pada industri kosmetik sebagai bahan shampo antiketombe. 

Bagian yang digunakan dari tanaman herbal ini adalah minyak aromatis (limonene, linalin asetal, geranil asetat, felladren, sitral, lemon kamfer, kadinen) yang terdapat pada kulit buahnya.

Kaffir lime mengandung vitamin A yang dapat mempertahankan kulit kepala terhadap infeksi jamur penyebab ketombe, kandungan proteinnya berguna untuk memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. 

Dan dengan kandungan zat-zat lainnya, jeruk purut dapat memberikan nutrisi yang baik untuk kulit sehingga membuat kulit kepala nampak lebih bersih, segar, halus dan pori-pori menjadi mengecil.

Sedangkan…

Kata “kafir” atau “kufur” berasal dari bahasa Arab yang artinya “ingkar”, “menolak” atau “menutup”. 

Jika dikaitkan dengan konteks keagamaan, orang kafir berarti orang yang mengingkari kepercayaan, agama, nabi dan Tuhan yang sedang dianutnya.

Namun jika dibawa dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya orang kafir adalah orang yang mengingkari / menutupi suatu kebenaran atau berkata tidak benar.

– Melanggar sumpah jabatan untuk memperkaya diri sendiri (kufur sumpah)

– Menutupi kekayaan dengan membawa kabur harta kekayaan ke luar negeri dan berlakon sebagai orang yang tidak mampu serta tidak mau bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan (kufur nikmat)

– Berbuat semaunya dalam kehidupan sehari-hari sehingga merusak ekosistem, mengganggu keindahan lingkungan dan menyebabkan terganggunya keseimbangan alam (kufur pesona)

– Meyakini bahwa segala hasil yang diperoleh adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri, tanpa campur tangan Tuhan (kufur kuasa).

– Tidak mau beribadah dan tidak mengakui bahwa alam semesta ini ada yang menciptakannya (kufur Ilahi)

Nah, bagi sobatku…

Maukah kita menjadi seorang kafir?
Maka serentak kita akan menjawab : 

“Tidaaaakkkkkk”.

(Salam Pencerahan – Salam UFO)
  

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s