“HARI KETIGA DI PULAU PINANG”

<Rabu, 30 Desember 2015 OOR 15:20>

Pengalaman menginap di G Hotel Kerawai memang terasa berbeda dibandingkan dengan tempat penginapan sebelumnya.

Saat bangun pagi, kami bakal disuguhi oleh pemandangan hamparan laut luas sepanjang penglihatan mata tatkala jendela kamar disingkap.

Kami berempat menempati satu kamar yaitu saya, isteriku, Eiffel dan mamaku.
Seperti kebiasaan orang-orang tua dulu, mama sudah terbiasa bangun sebelum matahari terbit, atau lebih tepatnya pukul 05:00 waktu setempat, tanpa peduli hari kerja maupun hari libur. Alamakkkk… Ini lagi liburan mak…

Kebiasaan bangun cepat ini, cukup membuatku “kewalahan” sebab mama pasti akan membangunkan semua penghuni kamar yang belum bangun ketika beliau sudah siap untuk menikmati sarapan pagi.

Saat waktu masih menunjukkan pukul 06:30, sentuhan halus tangan beliau di kaki, membuatku harus segera bangun dari tidur lelapku dan bergegas membasuh diri.

Ternyata beliau sudah menyuguhkan secangkir kopi hangat buatku.

Walaupun sedikit “bawel” ala orang yang sudah berumur lanjut (78 tahun), namun ketulusan beliau dalam melakukan segala sesuatu untuk kebaikan anak-anaknya membuatku “takluk” dengan hampir semua kemauannya, walaupun tidak semua kemauan beliau sesuai dengan kemauan atau kebutuhanku.

Eiffel masih terlelap ketika kami semua sudah selesai berganti pakaian. Perasaan ngantuk masih menghinggapi Eiffel, sebab semalam tidur cukup larut, sekitar pukul 00:00, gara-gara kejadian Eiffel melarang Edbert dan Clara meninggalkan kamar.

Sesuai dengan aturan kesehatan, seharusnya seorang balita berumur 2 tahun harus tidur minimal 11 jam penuh dalam sehari. Namun Eiffel masih belum mencukupi batas minimal jam tidur selama di Penang.

Mamaku membaringkan diri di samping Eiffel sambil mencoba membangunkan Eiffel.

Walau tidak tega, namun saya membiarkan tingkah laku lucu mama ketika berupaya membangunkan Eiffel. 

Akhirnya, setelah mengucek-ngucek mata dengan jari mungilnya, Eiffel membuka mata perlahan-lahan, melihat ke sekeliling kamar seperti sedang meng-absensi para penghuni kamar.

Mandi dengan shower air hangat, membangunkan seluruh jiwa raga Eiffel yang masih setengah sadar.

Setelah semua standby, kami segera menuju ke restoran di G Hotel Kelawai untuk menikmati breakfast yang tersedia secara gratis, sebab sudah include dengan biaya kamar.

Restoran ini menyajikan beragam makanan mulai dari bubur, nasi, roti, kue-kuean, buah-buahan dan masih banyak lagi jenis makanan yang lain.

Semua makanan tertata rapi dan cukup menggugah selera. Kalau menuruti kemauan hati, ingin sekali mencoba seluruh makanan yang tersedia, namun kemampuan tampung perut sangat terbatas, membuat keinginan tersebut harus dibatasi.

Ternyata ada anggota rombongan yang belum sarapan karena ingin menikmati makanan di luar makanan hotel, maka kami berangkat dengan menggunakan 3 buah taxi menuju lokasi makan pinggir jalan di Pasar Pulau Tikus.

Beragam jenis makanan tersedia. Lapak-lapak penjual aksesoris dan buah tangan berjejer memanjang sepanjang jalan. 

Setelah menikmati sarapan pagi, rombongan sempat berembuk menentukan tujuan destinasi selanjutnya.
Berhubung dalam rombongan terdapat seorang balita (Eiffel) dan seorang lanjut usia dengan kemampuan berjalan yang sangat terbatas (mamaku), akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil berkapasitas besar menuju Armenian Street.

Maksud hati ingin mengunjungi banyak tempat wisata di seputaran Penang terganjal oleh kedua sosok manusia yang sangat berarti dalam hidupku.

Udara panas yang sangat menyengat membuat kami harus membuka payung tangan untuk menutupi seluruh badan yang “dibakar” oleh teriknya matahari.

Di Arminian Street, tersedia es serut berbentuk bola yang sangat terkenal. Sebenarnya sama saja dengan es serut di Indonesia yang berbentuk kerucut.

Well, apapun bentuknya, basically, es serut ini dipadatin, terus disirami sirup. Sederhana sih, tapi di tengah panasnya Penang hari ini, berasanya segar banget. 
Selain dapat menikmati es serut, sekitar Lebuh Armenian (Arminian Street) adalah area yang termasuk dalam Penang Heritage Walk. Jadi banyak bangunan lama yang cukup menarik buat dijadikan ajang berfoto ria. Jika ingin meng-explore lebih jauh, kita harus berjalan kaki menyusuri gang-gang yang ada. 

Di tembok-tembok bangunan lama itu, terdapat hasil karya (street art) para seniman yang memang keren banget.

Makan siang menjelang sore untuk menghindarkan “nyanyian perut keroncong” di restoran seafood di sekitar Arminian Street. Makanannya lezat dan tidak begitu mahal.

Eiffel sudah kelihatan “teler” karena serangan ngantuk yang melandanya. 

Pukul 16:00 kami tiba kembali ke hotel. Hujan turun sangat deras. Endapan lumpur pantai segera tertutup oleh genangan air. 

Nah…jika sudah tertutup air, keindahan pantai kelihatan lebih mantap, sebab warna pantai berubah menjadi warna bening, bukan lagi berwarna coklat lumpur.

Seiring dengan kepulasan Eiffel dalam peraduannya, kami bertiga, saya, isteriku dan mamaku juga ikut terlelap selama lebih kurang dua jam.

Malamnya rombongan kami kembali ke Gurney Drive Food Court yang menjajakan jajanan jalanan dari puluhan stand makanan dan minuman.

Memang harus diakui bahwa makanan di sini enak-enak dan harganya pun cukup terjangkau, tergantung kepada selera pengunjung dalam memilih makanan kesukaannya.

Selepas menikmati santap malam, Eiffel masih sempat-sempatnya mengajak kami ke Paragon Mall yang terletak persis di samping hotel tempat kami menginap, sekedar untuk bermain di arena permainan sejenak.

Keindahan malam Pulau Pinang (sering dibaca : Pulau Penang) memang terasa berbeda dibandingkan tempat wisata lainnya. Wisata kuliner sangat cocok dialamatkan ke pulau sebesar kota Bandung atau Yogyakarta.

Malam ini kami tidur tidak terlalu larut. Semua penghuni telah menyatukan diri dalam keremangan lampu kamar, walaupun di luar sana, kehidupan malam masih berputar dengan sangat kencang.

(Salam UFO)

   
   

Advertisements
This entry was posted in Travelling. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s