“SEPENGGAL CERITA ABECE DI KOTA YOGYAKARTA”

<Senin, 21 Desember 2015 COR 18:52>

Setelah gagal membeli kelinci karena kesal dengan ulah penjualnya, Abece terus mencari hewan yang ingin dihadiahkan buat Om Pipit.

Abece tidak ingin pulang dengan tangan hampa, sebab masih teringat kebaikan Om Pipit yang mengantarnya ke lokasi pemakaman dengan sepeda ontel.

Dalam hati Abece berkata : “Saya harus berhasil membeli hewan, apapun bentuk dan warnanya buat Om Pipit”.

Di sebelah toko kelinci, terdapat banyak toko yang menjual beragam hewan lainnya, seperti kucing, anjing, ikan hias, ular, biawak, burung, kalajengking dan berbagai jenis kadal.

Akhirnya pandangan Abece tertuju pada sesosok hewan yang unik dengan warna-warni kulit yang menarik.

Hewan eksotik itu tidak memiliki bulu, pandangan matanya tajam, perawakannya garang, tidak banyak bergerak dan memiliki barisan duri di bagian punggungnya.

Segera Abece menuju toko yang menjual hewan aneh tersebut.

Abece : “Bah, hewan apa pula ini. Kok kayak dinosaurus, tapi kok kecil yah?”

Seorang pemuda berambut awut-awutan tanpa memakai baju, yang berdiri dekat hewan tersebut tertawa terbahak melihat keculunan mimik wajah Abece.

Pemuda : “Onde Mande… Kok bego kali lah kamu ini dik. Ini kan Cicak Hutan. Makanya dia suka berdiri di atas dahan”.

Abece : “Oh, gitu yah… Kok saya baru tahu kalo ada hewan yang namanya Cicak Hutan. Kalau kucing hutan, saya tahu”.

Pemuda : “Itulah begonya kamu. Makanya lain kali belajar matematika biar pintar. Sana pigi sekolah dulu”.

Sebenarnya Abece kesal, marah dan hendak menonjok muka si pemuda yang berulang kali mengatakan dirinya “bego”.

Seumur hidupnya, sang bunda tersayang, tidak pernah mengatakan dirinya “bego”, walaupun pada kenyataannya Abece mengakui dirinya “sedikit bego” alias “kelebihan hormon pekok”.

Ketika hendak mendaratkan tinjunya ke muka si pemuda usil tadi, tiba-tiba dari dalam toko, muncul seorang bapak menahan tangan Abece sambil barkata : “Sabar…sabar… Orang gila jangan ditanggapin. Kenapa adik marah?”

Sambil menunjuk ke arah hewan yang berwarna-warni tersebut, Abece berkata : “Saya hanya heran melihat bentuk hewan itu, tapi dia terus saja mengatakan saya bego. Untung saja tidak sempat saya bogem mukanya. Dasar orang gila…. Sial kali saya jumpa sama dia”.

Bapak : “Hehehe…. Forget it guy.,…. Oooo, itu namanya iguana”.

Abece : “Apa??? Celana? Hewan apa pula itu?”

Bapak : “Iguana dik, bukan celana. Iguana itu sejenis kadal tapi bentuknya lebih cantik dan menarik”.

Abece : “Maulah saya beli. Harganya mahal gak?

Bapak : “Tidak semahal harga becak kok. Cuma 250 ribu”.

Abece : “Wah, mahal kali pak… Kalau di kampung, kadal tidak perlu beli. Tinggal panjat pohon sudah dapat”.

Bapak : “Ini lain lah dik, ya udah 200 ribu saja. Ini harga modal kok”.

Abece : “Benaran ini harga modal? Saya beli satu yah?”

Bapak : “Beneran kok….harga modal, dik…. Lagi pula yang ini tinggal satu ekor saja”.

(Dalam hati si Bapak berkata : “200 ribu itu memang modalku beli iguana, tapi dapat 4 ekor. Hahaha…”)

Akhirnya, Abece berhasil juga membeli seekor iguana berwarna-warni buat Om Pipit.

Dengan hati gembira, Abece membawa pulang iguana yang dimasukkan ke dalam kotak Indomie.

Sesampainya di rumah Om Pipit, ternyata di ruang tamu sudah berkumpul banyak orang, saudara-saudara Om Pipit.

Om Pipit : “Darimana saja kamu Abece? Kami mengkhawatirkan dirimu. Pagi hari sudah keluar rumah, pulangnya mendekati magrib”.

Abece : “Saya ada kejutan buat Om Pipit yang baik hati. Silakan dibuka kotak Indomie ini”.

Karena begitu senangnya mendapat hadiah dari Abece, akhirnya Om Pipit cepat-cepat membuka kardus Indomie.

Om Pipit terkejut setengah mati, dengan kekuatan penuh dia melempar kotak tersebut ke atas, sambil berteriak : “Ada buaya… Ada buaya…”

Seisi ruangan geger, ada yang berteriak-teriak, ada juga yang melompat ke atas kursi, ada yang menunduk tiarap ke lantai seperti ada bom yang meledak.

Tante Mipansit keluar dari ruang dapur, melihat kejadian ruang tamu yang amburadul.

Mipansit : “Apa-apaan ini? Itu bukan buaya. Itu iguana dan tidak berbahaya. Om Pipit memang takut dengan iguana karena pernah trauma dicakar iguana ketika berfoto selfie dengannya”.
Karena Om Pipit phobia (takut) iguana, akhirnya hewan indah yang baru dibeli seharga 200 ribu dilepas ke atas pohon mangga di belakang rumah.

Ketika melepas kepergian si iguana, Abece meneteskan air mata karena sedih.
Kesedihan Abece bukan karena harus terpisah dengan si iguana, namun disebabkan uang 200 ribu, ikut “terbang” bersama kepergian si iguana.

Tante Mipansit yang tidak mengetahui penyebab kesedihan Abece, berusaha menghibur Abece dengan berbagai cara.

Pilihan yang membuat Abece menghentikan derai air matanya adalah mengadakan acara party alias “dugem” di tempat remang-remang (baca : bar / lounge).

Dengan meminjam pakaian Om Pipit yang sangat gaul, baju kemeja hitam transparan, menampakan sederetan tahi lalat coklat di punggung Abece dan celana ketat warna merah muda, menambah rasa percaya diri Abece, ketika memasuki “Hugo’s Bar”, yang sangat terkenal di kota Yogyakarta.

Di dalam bar yang remang-remang, Abece melihat seorang bule muda berkata kepada bartender :  “JACK DANIELS, SINGLE”.

Lalu bartender memberikan segelas minuman berwarna putih bening.
Tak lama kemudian, seorang saudara Om Pipit berkata kepada bartender : “JOHNNY WALKER, SINGLE”.

Lalu bartender memberikan segelas minuman dalam gelas kecil berwarna hitam.

Setelah mengamati dan mendengar dengan seksama teriakan kedua orang tersebut, Abece pun berteriak dengan suara melengking dan lantang, suara khas anak kampung : “ABECE BIN SUKIRMAN, DOUBLE”. 

Seisi ruangan bar, tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Abece.

Sementara itu Abece bingung tidak tahu di mana letak kesalahan ucapannya : “Kan memang benar saya ini adalah Abece bin Sukirman, dan sudah punya pacar alias double”.

Gubrakkkkk….

(Salam cekikik – Salam UFO)

NB : Bagi yang belum pernah dugem seperti “Saya” (modus bok…), nama depan “Jack Daniel atau Johny Walker” adalah nama minuman, sedangkan “Single atau Double” menunjukkan ukuran ketebalan kadar alkohol). 

 

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s