CERITA EIFFEL TENTANG QUALITY TIME DALAM KELUARGA

“Cerita Eiffel tentang Quality Time dalam Keluarga”(Kamis, 14/10/2015 00:25)

Eiffel: “Dad, bolehkah Eiffel mengajukan sebuah pertanyaan?”

Daddy: “Ya anakku, apa pertanyaanmu?”

Eiffel: “Dad, berapa banyak Dad menghasilkan uang dalam satu jam?”

Daddy: “Itu bukan urusanmu, Nak. Kenapa Eiffel bertanya tentang hal itu?”

Eiffel: “Eiffel hanya ingin tahu, Dad. Tolong beritahu Eiffel, berapa banyak Dad menghasilkan uang dalam satu jam?”

Daddy: “Jika Eiffel ingin tahu, Dad bisa menghasilkan uang sejuta per jam.”

Eiffel: “Oh…..” (Dengan kepalanya ke bawah)

Eiffel: “Dad, mungkinkah Eiffel boleh meminjam 500 ribu?”

Daddy marah….

Daddy: “Jika satu-satunya alasan Eiffel bertanya tentang pendapatan Dad, supaya Eiffel dapat meminjam uang untuk membeli mainan atau hal lainnya, maka silakan kamu masuk kamar dan pergi tidur!!!”

“Coba Eiffel pikirkan, mengapa Eiffel begitu egois. Dad bekerja keras setiap hari untuk bisa menghidupin kita sekeluarga, namun saat ini Eiffel berperilaku seperti kekanak-kanakan”.

Eiffel pergi diam-diam ke kamarnya dan menutup pintu dengan muka cemberut.

Kenapa Dad kok begitu marah karena pertanyaan Eiffel tadi?
Sementara itu Daddy duduk dan mulai emosi lagi ketika mengingat pertanyaan Eiffel sebelumnya.

Berani-beraninya Eiffel bertanya seperti itu hanya untuk mendapatkan pinjaman uang?
Setelah sekitar satu jam atau lebih, Dad mulai tenang, dan mulai berpikir.

Mungkin ada sesuatu yang benar-benar diperlukan untuk dibeli dengan uang 500 ribu. Lagipula si Eiffel jarang-jarang meminta uang apalagi dalam nominal besar.

Dad pergi ke kamar Eiffel dan membuka pintu dengan perlahan.

Daddy: “Apakah Eiffel sudah tidur, Anakku?”

Eiffel : “Belum Dad, Eiffel masih belum ngantuk”.

Daddy: “Dad sudah berpikir, dan mungkin Dad terlalu keras pada Eiffel sebelumnya. Hari ini merupakan hari yang amat melelahkan buat Daddy. Maafkan kelakuan Dad tadi yang sudah berlaku kasar pada Eiffel. Nih… Dad pinjamkan uang yang Eiffel tadi minta….”

Eiffel bangun dari tempat tidurnya dan langsung duduk tegak di atas pembaringan sambil tersenyum.

Eiffel: “Oh, terima kasih Dad!”

Kemudian, Eiffel mengambil sesuatu di bawah bantalnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu yang kusut.

Dad heran mengapa Eiffel sudah memiliki uang lumayan banyak tapi masih mau meminjam lagi.

Dad mulai mau marah lagi.

Eiffel perlahan menghitung uangnya, dan kemudian menatap Daddy.

Daddy: “Mengapa Eiffel ingin memiliki lebih banyak uang lagi padahal Eiffel sudah memiliki banyak uang hasil simpanan di bawah bantal ?”

Eiffel: “Karena uang Eiffel masih belum mencukupi, tapi sekarang uang Eiffel sudah cukup.

“Daddy, aku punya uang sejuta sekarang. Dapatkah Eiffel membeli waktu Dad “satu jam” saja besok?

“Eiffel mohon Dad bisa pulang lebih awal besok. Eiffel ingin makan malam dengan Daddy dan Mom. Sudah setahun ini Eiffel selalu makan tanpa ditemani Dad”.

Daddy terkesiap…

Terkejut dengan permintaan polos dari Eiffel.

Hati Dad hancur…. dan merasa sangat bersalah.

Dad memeluk Eiffel dengan sangat erat, mengelus rambut dan mencium wajah, sambil berkata: “Tentu saja Anakku tersayang. Besok kita akan menikmati santap malam bersama”.

Cerita fiktif ini hanyalah reminder untuk kita semua yang bekerja begitu keras dalam hidup.
Kita seharusnya tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja, menghabiskan waktu berharga tersebut tanpa bersama dengan orang-orang yang benar-benar penting bagi kita, orang yang dekat dengan hati kita.
Bekerjalah secara wajar dengan waktu yang semestinya.

Jangan lupa untuk berbagi senilai “sejuta” waktu kita dengan seseorang yang dicintai?
Jika kita meninggal dunia besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mencari pengganti kita dalam hitungan hari.
Tapi keluarga tersayang dan teman-teman yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Berpikirlah jauh untuk urusan pekerjaan.

Janganlah menjadi workalholic, dengan menghabiskan waktumu sepanjang masa tanpa berkumpul dan bermain dengan keluarga tercinta.
Sesal kemudian tiada berarti…
Ingat itu Dad…..

Baca, simak dan camkan…
Tiga hari ‘waktu libur’ dalam sebulan ini (termasuk hari ini, tanggal merah) akan dilewatkan Dad dengan urusan kerja.
Tiga hari waktu libur dalam sebulan ini, juga akan dilewatkan Mom di kota kembang untuk urusan kerja (next week) dan meninggalkan Eiffel dan Dad di rumah.

Advertisements
This entry was posted in EIFFEL DAN KELUARGA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s