“SIFAT BUAS”

<Sabtu, 14 Oktober 2017 OOR 15:06>

Seekor kucing berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan setapak di sebuah areal perkebunan. Kakinya terkilir karena terjatuh ke sebuah lubang. Untunglah, setelah bersusah payah, akhirnya kucing malang ini berhasil keluar dari lubang tersebut.

Sekelompok anak-anak sedang asyik bermain bola. Seorang anak bernama Sinchan melihat keberadaan kucing berbulu putih tersebut. Lalu dia mengajak teman-teman yang lain untuk “mengerjain” si kucing.

Sinchan : “Kawan-kawan… lihatlah… ada seekor kucing jalannya aneh sekali. Sebuah kaki belakangnya tidak menginjak tanah. Tentunya menyenangkan sekali kalau dijadikan mainan…”

Seorang anak yang lain merasa kasihan. Dia tidak tega melihat kucing yang sedang terluka itu menjadi mainan teman-temannya yang nakal, lalu berkata : “Jangan begitu… Apa kalian tidak kasihan dengan kucing ini? Saat ini ia terlihat begitu lemah. Mohon jangan mengganggunya…”

Sinchan : “Halahhh… Dia itu cuma seekor binatang. Lagipula sekarang kucing ini sedang terluka sehingga tidak membahayakan jika bermain-main sejenak dengan kita. Hahaha….”

Anak yang baik hati itu menggelengkan kepalanya : “Seharusnya kita tidak mengganggunya karena kucing malang ini sedang terluka… Dan jangan lupa, kalau terus menerus diganggu, kucing ini bisa marah. Cakar dan taringnya masih tajam loh…”’

Sinchan tertawa sinis : “Mengapa harus takut dengan kucing pincang… Hahaha….”

Sinchan dan beberapa temannya tidak peduli dengan nasehat temannya. Mereka mulai menjalankan aksinya “bermain-main” dengan kucing itu. Menggunakan ranting untuk memukul-mukul badan dan terutama kaki yang terluka. Melemparkan tanah lumpur ke sekujur badan kucing sehingga bulunya yang berwarna putih menjadi hitam kecoklatan.

Walaupun si kucing mulai menunjukkan mimik marah, namun Sinchan dan teman-temannya tidak mundur, bahkan semakin bersemangat untuk membullynya. Hingga suatu ketika, entah mendapat energi extra dari mana, tiba-tiba kucing tersebut mengeluarkan suara keras, seperti suara harimau mengaum, lalu melompat dan menerjang Sinchan yang berada paling dekat dengannya.

Tanpa ampun, taring tajamnya menusuk masuk hingga ke daging betis Sinchan. Teman-temannya terkejut dan segera berlari menjauh. Kucing itu tidak mau melepaskan gigitannya. Sinchan meronta-ronta dan mencoba memukul kucing itu. Beberapa saat kemudian, kucing itu melepaskan gigitannya setelah seorang petani tua yang kebetulan lewat, menolong Sinchan.

Setelah mendengarkan cerita dari teman Sinchan mengenai kejadian barusan, petani tua itu bertanya : “Mengapa kalian mengganggu kucing yang malang ini? Tidak adakah rasa kasihan di hati kalian? Bagaimana jika kalian diganggu saat sedang terluka?”

Sinchan dan teman-temannya menunduk dan merasa bersalah telah melakukan kesalahan.

Petani tua itu melanjutkan : “Semua makhluk memiliki batas kesabaran. Jika terus menerus didesak maka akan muncul sifat buas yang tidak terkendali. Dan ini sangat berbahaya bagi makhluk lain…”

Sobatku yang budiman…

Alangkah baiknya jika kita tidak terlalu menekan atau mendesak orang lain sedemikian rupa sehingga mereka dapat kehilangan nalar berpikir yang sehat ketika bertindak.

Di saat sedang tertekan, banyak orang menjadi nekad dan lupa diri. Tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Tidak peduli dengan apapun akibat yang dimunculkan oleh perbuatan negatifnya.

Mereka berprinsip : “Peduli amat dengan setan. Yang penting saat ini saya merasa puas sudah membalas dendamku… Apapun yang akan terjadi, itu nanti urusan belakang…”

Bagaimanapun di dalam diri manusia terdapat tabiat atau sifat buas dari binatang, yang sewaktu-waktu dapat muncul di saat tekanan datang. Ada yang sedikit, namun ada yang sangat parah hingga menimbulkan sifat merusak atau membunuh.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #buas #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment

“DENGKI”

<Rabu, 11 Oktober 2017 OOR 10:08>

Kita banyak menjumpai sifat buruk manusia dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah sifat dengki atau iri hati. Mereka akan susah hati saat melihat orang bergembira dan sebaliknya akan merasa senang saat melihat orang berada dalam kesusahan.

Tidak ubahnya seperti kepiting yang berada di dalam baskom. Saat seekor kepiting hampir berhasil meloloskan diri dan keluar dari baskom, maka kepiting yang lain akan berusaha menarik kaki kepiting tadi hingga gagal keluar dari baskom. Kejadian berulang terus menerus hingga tidak ada seekor kepitingpun yang berhasil keluar dari baskom.

Saat orang lain berhasil menjadi juara, bukannya berlatih lebih giat, mereka justru lebih senang menghalalkan cara busuk untuk menjegal sang juara. Bukannya introspeksi, mereka malah lebih suka memprovokasi dan menyebarkan fitnah tentang kebohongan. Menyebut sang juara melakukan kecurangan, menggunakan doping atau obat terlarang, menyalahkan wasit hingga menyalahkan penonton yang terlalu ribut.

Saat orang lain berhasil menduduki posisi terhormat, mereka mulai menyebarkan berita hoax bahwa rekannya yang berprestasi melakukan aksi “angkat telor” kepada pimpinannya hingga menciptakan fitnah bahwa ada skandal terlarang antara pimpinan dan rekannya itu. Bahkan dengan entengnya mereka akan mengatakan : “Pasti si anu menggunakan ilmu mistik…”

Saat orang lain berhasil mencapai kesuksesan dalam materi alias kaya raya, mereka dengan gampangnya menuduh orang lain melakukan korupsi, menimbun harta dari hasil kejahatan, melakukan transaksi narkoba, perjudian hingga menjual diri dan kehormatan.

Sifat buruk yang tersimpan di dalam hati akan membuat mereka menjadi manusia yang kerdil. Tidak ada upaya untuk memperbaiki diri untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak memiliki niat untuk bersaing secara sehat dan beradab. Tidak mempunyai semangat untuk maju dalam meraih kesuksesan. Bagaikan hidup dalam kubangan yang dipenuhi oleh lumpur dengki dan sirik. Kaki tertanam dan tidak mampu bergerak untuk maju.

Sobatku yang budiman…

Di dalam lingkungan sekitar, kita melihat begitu banyak persaingan-persaingan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti prestasi juara, jabatan dan karir, kepopuleran serta kekayaan. Mungkin kita sendiri terlibat di dalamnya.

Bersainglah secara wajar dan sportif. Jika memang belum berhasil, maka tekadkan dalam diri untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada. Jangan menghalang-halangi orang untuk maju, berhasil dan mencapai kesuksesannya.

Perasaan dengki hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengki itu akan datang tanpa diduga-duga. Ini merupakan sifat alami manusia yang hidup dalam dunia persaingan. Kita harus mampu mengendalikan diri dan pikiran, agar tidak terjerumus dalam kubangan kedengkian. Buang jauh-jauh saat perasaan itu mulai datang. Jangan biarkan sifat dengki itu bersemayam dalam hati.

Yakinilah bahwa setiap orang memiliki hak dan kesempatan untuk berhasil. Hanya saja, tidak seorangpun yang dapat memprediksi kapan keberhasilan itu akan muncul dalam hidup ini. Ada yang telah berusaha semaksimal mungkin, namun masih gagal. Ada yang berusaha sedikit namun sudah berhasil. Biarkan saja. Yang paling penting kita tidak boleh dengki, lupa diri dan menjadi patah semangat.

Menjatuhkan orang lain untuk meraih keberhasilan bukanlah kunci utama untuk meraih kesuksesan. Semua ini hanya akan menghambat diri sendiri untuk maju dan berkembang. Daripada memiliki niat untuk menjatuhkan lawan karena dengki, lebih baik kita mengembangkan potensi yang ada dalam diri.

Marilah kita bertekad untuk mencapai keberhasilan dengan cara benar dan wajar. Kita pasti bisa…!!!

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #dengki Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“KALUNG BERLIAN”

<Senin, 09 Oktober 2017 OOR 18:52>

Saat sang kekasih akan berulang tahun sebulan lagi, Abece berniat membelikan hadiah sebagai surprise untuk menyenangkan hati wanita yang sudah dipacari selama dua tahun.

Abece menanyakan kepada Mongky : “Sayangku, sebentar lagi kamu akan berulang tahun. Kamu inginnya hadiah apa?”

Mongky : “Terserah abang saja… Yang penting tidak memberatkan abang…”

Abece : “Gak kok sayangku… Saya lagi bingung mau beli mobil atau kalung berlian…”

Mongky : “Harga sebuah mobil itu tidak murah loh… Kalung berlian juga mahal, bisa sampai ratusan juta…”

Abece : “Tenang saja… saya pasti sanggup lah… Sekarang kamu mau yang mana?”

Mongky tersenyum kegirangan : “Terserah abang dech… Saya pasti bahagia sekali menerima pemberian abangku yang ganteng dan baik hati…”

Abece : “Baiklah kalau begitu… Nanti saya pikir-pikir mana yang akan saya berikan…”

Tepat di hari ulang tahun Mongky yang diadakan di sebuah cafe terkenal, Abece menyerahkan sebuah cincin bertahta berlian. Begitu indah menawan. Kilauan sinarnya menyilaukan mata. Bermotif “love” dengan rangkaian berlian mengelilinginya. Semua orang merasa terpukau dengan hadiah istimewa ini.

Seorang pengunjung berkata kepada pengunjung yang lain : “Saya pernah melihat motif berlian seperti ini di majalah terkenal. Mahal banget…. Kalau gak salah harganya jutaan dollar. Yang men-design kalung ini adalah Bulgari…”

Yang lain menimpali : “Bulgari adalah seorang desainer perhiasan terbesar dari Italia, dibuka pada tahun 1884 dengan produk andalan kalung emas yang terinspirasi dari Yunani dan Romawi, juga gelang dengan permata besar yang terkenal di dunia sampai sekarang. Bukan main… Tajir banget nih anak muda…”

Abece tersenyum bangga mendengar pujian para pengunjung.

Xwaizet yang menemani Abece, berbisik lemah : “Bro, saya heran. Mengapa kamu lebih memilih membelikan kalung berlian yang berharga sangat mahal, seharga sebuah rumah, dibandingkan dengan mobil?”

Abece menyeringai, lalu merangkul kepala Xwaizet untuk mendekat kepadanya. Bibir Abece lengket ke telinga kiri Xwaizet sambil berkata : “Soalnya susah mencari mobil palsu, bro….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #kalungberlian #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“PUNCAK”

<Senin, 09 Oktober 2017 OOR 07:23>

Banyak orang memimpikan untuk mencapai puncak kesuksesan. Mereka berusaha semaksimal mungkin, berjuang dengan sekuat tenaga, berebut dengan saling menyikut, bersaing saling menjatuhkan, berlomba-lomba berlari sekencang mungkin menuju ke tempat tertinggi. Puncak kesuksesan, puncak jabatan dan karir, puncak kejayaan dan puncak kemasyhuran. Puncak segalanya sehingga dipandang sebagai manusia terhebat dan terunggul.

Untuk meraih impiannya, hanya sedikit yang menggunakan cara yang benar dan beradab. Namun sebagian besar menghalalkan segala cara, baik dengan ilmu putih maupun hitam. Melakukan fitnah, menyebarkan berita hoax dan tidak benar dengan tujuan menjatuhkan rivalnya. Mengorbankan segala-galanya, waktu dan tenaganya, keluarga dan kerabatnya serta kehormatannya.

Mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka impikan sebenarnya adalah sebuah tempat yang paling berbahaya. Di puncak, tempat yang sangat sempit, selalu mendapat hembusan angin yang paling kencang. Dengan posisi kaki yang bertengger di tanah sempit, siapapun akan mudah terjatuh sebab tidak ada dinding untuk berpegang atau bersandar.

Seseorang yang sudah mencapai puncak, yang tidak memiliki kepribadian yang kuat akan mudah terombang-ambing dan mudah terjerambab jatuh hingga ke dasar. Bukan saja oleh orang lain, namun kebanyakan karena ulahnya sendiri.

Saat berada di puncak, mereka sering lupa dengan apa yang menjadi tujuannya, lupa dengan janji-janjinya, lupa dengan idealismenya, lupa dengan sanak saudaranya dan lupa dengan segalanya. Merasa diri paling hebat dan menganggap orang-orang di bawah sebagai manusia kecil dan tidak berguna. Sikapnya sangat kontras dan berbeda 180 derajat saat belum berada di puncak. Lantas menganggap posisinya di puncak tidak akan tergantikan dan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya. Ingin selamanya berada di puncak.

Tidak ada yang abadi. Roda kehidupan selalu berputar. Tidak selamanya yang di bawah selalu di bawah. Pun yang di atas selalu di atas.

Angin yang bertiup kencang akan menjatuhkannya. Kewaspadaannya berkurang karena ditutupi oleh kesombongan. Kehati-hatiannya tidak ada lagi karena kepongahannya.

Angin kencang tidak mampu ditahan lagi. Batu-batu kerikil turut berperan menjatuhkannya. Kakinya tergelincir. Debu dan pasir menutup matanya, hingga tidak tahu lagi hendak berlindung kemana. Sempoyongan dan akhirnya benar-benar jatuh terjungkal, berguling-guling ke bawah hingga ke dasar. Meninggalkan luka-luka di sekujur tubuh.

Bukan itu saja, kesombongannya membuatnya susah untuk berdiri karena semua orang memilih untuk menjauh. Mereka masih mengingat masa-masa saat disepelekan, dihina dan disingkirkan olehnya. Tidak ada yang mau menolong. Tidak ada yang mau mengulurkan tangan. Jatuh yang paling menyakitkan adalah jatuh dari puncak tertinggi.

Sebagian orang tidak berani mengambil kesempatan menuju ke puncak. Mereka sadar akan kemampuannya. Ingin hidup biasa-biasa saja. Mereka takut dengan ketinggian yang akan memunculkan sifat angkuh tanpa terkendali.

Sebagian lagi berupaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya, melatih mental dan stamina yang cukup untuk berjuang menuju puncak. Mereka berani mewujudkan impian hidupnya. Tujuannya bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk kebaikan orang lain, untuk menolong dan meringankan beban sesama karena memiliki previledge saat berada di puncak.

Saat waktunya tiba, akan segera turun dengan perlahan menyusuri jalan setapak yang telah dipersiapkannya saat berada di puncak. Ingat naik dan ingat turun. Dengan tenang dan penuh wibawa turun hingga ke dasar, tanpa terjungkal. Sesampainya di bawah, orang-orang akan menyambutnya dengan penuh kehangatan.

Sobatku yang budiman…

Keinginan menaklukkan puncak dapat membius dan membuat kita terlena karena ambisi yang berlebihan, tidak waspada dan membiarkan diri bersekutu dengan kesombongan. Mudah tergelincir dan jatuh ke dalam jurang kegelapan.

Banyak orang enggan mencapai puncak karena takut terjatuh, namun sebagian orang berani menjalani proses berliku mencapai puncak. Yang ikhlas dan berkepribadian akan menikmati masa-masa indah di puncak, lantas kembali lagi ke bawah dengan penuh ketenangan.

Demikian juga kehidupan yang akan dialami manusia. Perjuangan menuju puncak seharusnya merupakan langkah menuju kebaikan, menjadikan hidup menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Bukan sebaliknya untuk menambah musuh yang setiap saat berusaha mencari celah untuk menjatuhkan.

Marilah kita hidup dalam kesederhanaan di manapun kita berada.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #puncak #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“DENDAM”

<Kamis, 21 September 2017 OOR 12:00>

Amir, seorang pemuda yang terkenal temperamental, memiliki sifat yang mau menang sendiri dan segala keinginannya harus dipenuhi. Tidak peduli dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Keras hatinya sering membuat kedua orang tuanya prihatin. Takut akan berpengaruh buruk kepada kehidupannya kelak.

Namun, sejak ditinggal mati ayahnya, sifat buruknya mulai berkurang. Dia merasa memiliki tanggungjawab terhadap keluarga. Ibunya hanyalah seorang buruh cuci dengan gaji minim. Untuk membantu ekonomi keluarga, Amir memutuskan untuk bekerja sebagai tukang parkir. Penghasilannya cukup lumayan.

Suatu hari, seorang tetangganya bernama Budi menabrak ibu Amir hingga patah kaki. Bukannya meminta maaf atau memberi bantuan untuk pengobatan, Budi justru menyalahkan ibunda Amir. Dari kejauhan, Amir melihat sang bunda terduduk di aspal sembari mendapat makian. Sontak darah panas mendidih. Amir berlari mendekati Budi, lalu menghadiahi bogem mentah ke wajah pemuda itu.

Ibunda Amir berusaha menahan amarah Amir. Dengan bersusah payah, beliau merangkak dan menahan kaki Amir.

Ibunda Amir : “Sudah… sudah… Jangan cari gara-gara lagi anakku…”

Amir : “Dia itu sungguh keterlaluan. Bukannya menolong, malah memaki-maki ibu dengan kasarnya… Saya tidak dapat menerima kejadian ini…”

Ibunda Amir : “Sudahlah anakku… Tolong antar ibu ke puskesmas. Kaki ibu sakit sekali…”

Sejak kejadian itu, Amir menaruh dendam kepada Budi. Dalam hati dia bertekad untuk membalaskan dendamnya. Amir amat menyayangi ibunya, apalagi sepeninggal ayahnya. Ibunya bekerja tunggang langgang demi kebutuhan dirinya. Tidak kenal capek dan tidak pernah mengeluh. Dia tidak ingin siapapun menghina ibunya.

Sang bunda mengenal tabiat putera kesayangannya dan berusaha untuk menasehati agar menyudahi permasalahan ini.

Ibu Amir : “Saya tahu kamu masih menaruh dendam kepada Budi. Ibu harap kamu tidak melakukan hal-hal buruk yang dapat membuat hidup keluarga kita menjadi susah…”

Amir : “Saya masih dendam, belum dapat menerima perlakuan kasar Budi kepada ibu. Apapun ceritanya dia harus mendapat balasan yang pantas…”

Ibunda Amir : “Dendam itu tidak baik. Dapat membuat mata kita menjadi buta, pikiran menjadi tertutup dan hati menjadi kotor. Memendam dendam dan melampiaskannya secara brutal akan menyusahkan hidup kita nanti….”

Amir cuma mendengus. Apa yang disampaikan ibundanya seakan-akan masuk dari telinga kiri dan langsung keluar dari telinga kanan. Nasehat wanita yang pernah mengandungnya selama sembilan bulan, sama sekali tidak diacuhkan.

Hingga suatu ketika, Amir melihat suatu kesempatan untuk membalas dendam. Saat Budi sedang berjalan sendirian melintas di depan rumahnya. Amir segera mengambil seember air dan menyiramkan air ke tubuh Budi. Tentu saja Budi tidak menerima perlakuan Amir. Akibatnya terjadi percekcokan dan berujung perkelahian.

Kali ini, Budi tidak berdaya di hadapan Amir. Sekujur tubuhnya lebam dan kaki kirinya patah, persis seperti yang dialami ibunda Amir.

Amir : “Sekarang sudah impas… Dulu kamu mematahkan kaki ibuku, sekarang giliran kakimu kupatahkan… Saya sudah merasa puas…”

Kejadian penganiayaan ini berbuntut panjang. Keluarga Budi melaporkan Amir ke pihak kepolisian. Dengan bukti visum, polisi menciduk Amir dan mengenakan pasal pidana kepadanya. Ibunda Amir berusaha menolong putera tunggalnya dan meminta keluarga Budi agar tidak melanjutkan kasus ini. Beliau sangat takut jika sampai Amir dipenjara. Namun keluarga Budi tidak bergeming dan ngotot melanjutkan kasus ini hingga ke pengadilan.

Hasil akhir dari pengadilan memutuskan Amir harus dipenjara selama setahun. Apa daya, semua sudah terjadi. Di dalam penjara, Amir menyatakan penyesalannya kepada sang bunda.

Amir : “Saya minta maaf, bunda… Saya menyesal sekali tidak mau mendengarkan nasehat ibu. Ntah siapa lagi yang akan mengurus ibu selama saya di penjara…”

Ibunda Amir hanya menangis sesegukan melihat putera semata wayangnya harus terkurung di balik jeruji besi.

Amir : “Setelah keluar dari penjara, saya berjanji akan menjaga ibu dengan baik, akan mendengarkan semua nasehat ibu. Saya ingin menghabiskan waktu bersama ibu. Jangan bersedih ya bu…”

Selama Amir berada di penjara, ibunda Amir terus menerus larut dalam kesedihan. Kesehatannya menurun tajam. Tepat sebulan sebelum Amir keluar dari penjara, sang bunda meninggal dunia.

Sobatku yang budiman…

Jangan mendendam. Hanya akan membutakan hati, mengotori pikiran dan membebani langkah kita. Dendam pasti menjauhkan kita dari nilai-nilai kebaikan karena selalu berpikir untuk melakukan balasan. Dan yang paling utama, dendam itu akan menjauhkan rezeki dari hidup kita.

Hapuslah dendam yang bersemayam di dalam hati. Melampiaskan dendam secara membabi buta pasti akan membuat kita hidup sengsara dan berada dalam penyesalan yang tiada berujung.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #dendam Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment

“NGEKOS MURAH”

<Kamis, 21 September 2017 OR 11:26>

Suatu ketika, Mongky Prikitiw, pacar Abece yang cantik jelita hendak mencari kamar kos karena rumah tempat tinggalnya yang sekarang sedang mengalami renovasi. Sedangkan kedua orang tua Mongky pulang kampung. Mongky sendiri tidak ingin berpisah jauh-jauh dengan Abece, apalagi dalam jangka waktu yang lama.

Abece ikut serta mencari tempat kos buat Mongky. Seharian dia berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, berusaha mendapatkan kamar yang besar, bersih, nyaman dan tentunya aman buat sang pacar tercinta. Akhirnya setelah bersusah payah, Abece mengabarkan berita gembira kepada Mongky.

Abece : “Sayangku, saya berhasil mendapatkan kamar kos yang bagus buat kamu…”

Mongky : “Beneran bang… tempatnya enak gak…?”

Abece : “Tidak perlu ragu dengan pilihanku dech…”

Mongky : “Apa aja fasilitasnya…?”

Abece : “Kamarnya besar, cukup untuk dua springbed dan dua lemari pakaian. Ada AC dan kamar mandi di dalam kamar…”

Mongky tersenyum kegirangan : “Asyikk dong… sudah mantap itu bang… Pasti harganya mahal banget…”

Abece : “Kalau saya yang pilihkan, mana mungkin saya cari yang mahal-mahal. Cuma 200 ribu per bulan saja…”

Mongky : “Wah… wah… kok murah banget? Jangan-jangan itu rumah-rumahan…”

Abece : “Hushh… Masak saya main-main? Pokoknya kalau untuk tidur dan bersantai di kamar, kamu akan merasa nyaman. Pasti betah lama-lama di kamar. Cuma…”

Mongky : “Cuma apa…?”

Abece : “Cuma pintu kamarnya gak ada…”

Mongky : “Hah…? Terus gimana caranya saya keluar kamar…?”

Abece tersenyum menyeringai menunjukkan sederetan gigi kuningnya yang serabutan : “Ada disediakan tangga kok, sayangku…”

Mongky : “Dasar pekok…”

Abece : “Satu lagi, tempatnya pasti adem dan tidak ribut… Karena rumahnya tepat berada di tengah kuburan…”

Mongky : “Abang jahat… Memangnya saya kuntilanak…? Bisa terbang…? Dasar gemblung… Kamu aja yang sendirian tinggal di sana….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #ngekos Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“SELAMAT DATANG TAHUN BARU ISLAM 1439 H”

<Kamis, 21 September 2017 OOR 09:09>

Dengan segala kerendahan hati kami sekeluarga mengucapkan : “MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN” jika ada salah dan khilaf di sepanjang tahun 1438 H.

Semoga dengan kedatangan Tahun Baru Islam 1439 H ini senantiasa memberi semangat hidup yang baru dan spirit hijrah menuju kepada kebaikan dan kemuliaan hidup.

Semoga kita semua senantiasa dilindungi, diberkahi dan dirahmati oleh Tuhan, Sang Pencipta alam semesta dan seisinya, dimanapun kita berada.

Semoga bangsa Indonesia dijauhkan dari segala mara bahaya, perpecahan dan pertikaian yang dapat menghancurkan segala sendi-sendi kehidupan, yang telah dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu kita.

Semoga Tuhan selalu memberikan bimbingan dan perlindungan kepada para pemimpin negara ini dalam memimpin dan membangun negara kita menuju ke arah yang lebih baik dan lebih adil. Memberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi sebagian kecil rakyatnya yang masih belum terbuka pikirannya dan terus merongrong kewibawaan negara dan pemerintah.

Semoga kita semua diberikan kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selalu memegang teguh semangat kebersamaan, menjunjung kebhinekaan dan tidak pernah bosan dalam menebarkan benih-benih kebaikan kepada seluruh umat manusia.

Amin…

#firmanbossini #sept2017 #selamattahunbaruislam

Posted in AGAMA | Leave a comment