“DENDAM”

<Kamis, 21 September 2017 OOR 12:00>

Amir, seorang pemuda yang terkenal temperamental, memiliki sifat yang mau menang sendiri dan segala keinginannya harus dipenuhi. Tidak peduli dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Keras hatinya sering membuat kedua orang tuanya prihatin. Takut akan berpengaruh buruk kepada kehidupannya kelak.

Namun, sejak ditinggal mati ayahnya, sifat buruknya mulai berkurang. Dia merasa memiliki tanggungjawab terhadap keluarga. Ibunya hanyalah seorang buruh cuci dengan gaji minim. Untuk membantu ekonomi keluarga, Amir memutuskan untuk bekerja sebagai tukang parkir. Penghasilannya cukup lumayan.

Suatu hari, seorang tetangganya bernama Budi menabrak ibu Amir hingga patah kaki. Bukannya meminta maaf atau memberi bantuan untuk pengobatan, Budi justru menyalahkan ibunda Amir. Dari kejauhan, Amir melihat sang bunda terduduk di aspal sembari mendapat makian. Sontak darah panas mendidih. Amir berlari mendekati Budi, lalu menghadiahi bogem mentah ke wajah pemuda itu.

Ibunda Amir berusaha menahan amarah Amir. Dengan bersusah payah, beliau merangkak dan menahan kaki Amir.

Ibunda Amir : “Sudah… sudah… Jangan cari gara-gara lagi anakku…”

Amir : “Dia itu sungguh keterlaluan. Bukannya menolong, malah memaki-maki ibu dengan kasarnya… Saya tidak dapat menerima kejadian ini…”

Ibunda Amir : “Sudahlah anakku… Tolong antar ibu ke puskesmas. Kaki ibu sakit sekali…”

Sejak kejadian itu, Amir menaruh dendam kepada Budi. Dalam hati dia bertekad untuk membalaskan dendamnya. Amir amat menyayangi ibunya, apalagi sepeninggal ayahnya. Ibunya bekerja tunggang langgang demi kebutuhan dirinya. Tidak kenal capek dan tidak pernah mengeluh. Dia tidak ingin siapapun menghina ibunya.

Sang bunda mengenal tabiat putera kesayangannya dan berusaha untuk menasehati agar menyudahi permasalahan ini.

Ibu Amir : “Saya tahu kamu masih menaruh dendam kepada Budi. Ibu harap kamu tidak melakukan hal-hal buruk yang dapat membuat hidup keluarga kita menjadi susah…”

Amir : “Saya masih dendam, belum dapat menerima perlakuan kasar Budi kepada ibu. Apapun ceritanya dia harus mendapat balasan yang pantas…”

Ibunda Amir : “Dendam itu tidak baik. Dapat membuat mata kita menjadi buta, pikiran menjadi tertutup dan hati menjadi kotor. Memendam dendam dan melampiaskannya secara brutal akan menyusahkan hidup kita nanti….”

Amir cuma mendengus. Apa yang disampaikan ibundanya seakan-akan masuk dari telinga kiri dan langsung keluar dari telinga kanan. Nasehat wanita yang pernah mengandungnya selama sembilan bulan, sama sekali tidak diacuhkan.

Hingga suatu ketika, Amir melihat suatu kesempatan untuk membalas dendam. Saat Budi sedang berjalan sendirian melintas di depan rumahnya. Amir segera mengambil seember air dan menyiramkan air ke tubuh Budi. Tentu saja Budi tidak menerima perlakuan Amir. Akibatnya terjadi percekcokan dan berujung perkelahian.

Kali ini, Budi tidak berdaya di hadapan Amir. Sekujur tubuhnya lebam dan kaki kirinya patah, persis seperti yang dialami ibunda Amir.

Amir : “Sekarang sudah impas… Dulu kamu mematahkan kaki ibuku, sekarang giliran kakimu kupatahkan… Saya sudah merasa puas…”

Kejadian penganiayaan ini berbuntut panjang. Keluarga Budi melaporkan Amir ke pihak kepolisian. Dengan bukti visum, polisi menciduk Amir dan mengenakan pasal pidana kepadanya. Ibunda Amir berusaha menolong putera tunggalnya dan meminta keluarga Budi agar tidak melanjutkan kasus ini. Beliau sangat takut jika sampai Amir dipenjara. Namun keluarga Budi tidak bergeming dan ngotot melanjutkan kasus ini hingga ke pengadilan.

Hasil akhir dari pengadilan memutuskan Amir harus dipenjara selama setahun. Apa daya, semua sudah terjadi. Di dalam penjara, Amir menyatakan penyesalannya kepada sang bunda.

Amir : “Saya minta maaf, bunda… Saya menyesal sekali tidak mau mendengarkan nasehat ibu. Ntah siapa lagi yang akan mengurus ibu selama saya di penjara…”

Ibunda Amir hanya menangis sesegukan melihat putera semata wayangnya harus terkurung di balik jeruji besi.

Amir : “Setelah keluar dari penjara, saya berjanji akan menjaga ibu dengan baik, akan mendengarkan semua nasehat ibu. Saya ingin menghabiskan waktu bersama ibu. Jangan bersedih ya bu…”

Selama Amir berada di penjara, ibunda Amir terus menerus larut dalam kesedihan. Kesehatannya menurun tajam. Tepat sebulan sebelum Amir keluar dari penjara, sang bunda meninggal dunia.

Sobatku yang budiman…

Jangan mendendam. Hanya akan membutakan hati, mengotori pikiran dan membebani langkah kita. Dendam pasti menjauhkan kita dari nilai-nilai kebaikan karena selalu berpikir untuk melakukan balasan. Dan yang paling utama, dendam itu akan menjauhkan rezeki dari hidup kita.

Hapuslah dendam yang bersemayam di dalam hati. Melampiaskan dendam secara membabi buta pasti akan membuat kita hidup sengsara dan berada dalam penyesalan yang tiada berujung.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #dendam Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment

“NGEKOS MURAH”

<Kamis, 21 September 2017 OR 11:26>

Suatu ketika, Mongky Prikitiw, pacar Abece yang cantik jelita hendak mencari kamar kos karena rumah tempat tinggalnya yang sekarang sedang mengalami renovasi. Sedangkan kedua orang tua Mongky pulang kampung. Mongky sendiri tidak ingin berpisah jauh-jauh dengan Abece, apalagi dalam jangka waktu yang lama.

Abece ikut serta mencari tempat kos buat Mongky. Seharian dia berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, berusaha mendapatkan kamar yang besar, bersih, nyaman dan tentunya aman buat sang pacar tercinta. Akhirnya setelah bersusah payah, Abece mengabarkan berita gembira kepada Mongky.

Abece : “Sayangku, saya berhasil mendapatkan kamar kos yang bagus buat kamu…”

Mongky : “Beneran bang… tempatnya enak gak…?”

Abece : “Tidak perlu ragu dengan pilihanku dech…”

Mongky : “Apa aja fasilitasnya…?”

Abece : “Kamarnya besar, cukup untuk dua springbed dan dua lemari pakaian. Ada AC dan kamar mandi di dalam kamar…”

Mongky tersenyum kegirangan : “Asyikk dong… sudah mantap itu bang… Pasti harganya mahal banget…”

Abece : “Kalau saya yang pilihkan, mana mungkin saya cari yang mahal-mahal. Cuma 200 ribu per bulan saja…”

Mongky : “Wah… wah… kok murah banget? Jangan-jangan itu rumah-rumahan…”

Abece : “Hushh… Masak saya main-main? Pokoknya kalau untuk tidur dan bersantai di kamar, kamu akan merasa nyaman. Pasti betah lama-lama di kamar. Cuma…”

Mongky : “Cuma apa…?”

Abece : “Cuma pintu kamarnya gak ada…”

Mongky : “Hah…? Terus gimana caranya saya keluar kamar…?”

Abece tersenyum menyeringai menunjukkan sederetan gigi kuningnya yang serabutan : “Ada disediakan tangga kok, sayangku…”

Mongky : “Dasar pekok…”

Abece : “Satu lagi, tempatnya pasti adem dan tidak ribut… Karena rumahnya tepat berada di tengah kuburan…”

Mongky : “Abang jahat… Memangnya saya kuntilanak…? Bisa terbang…? Dasar gemblung… Kamu aja yang sendirian tinggal di sana….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #ngekos Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“SELAMAT DATANG TAHUN BARU ISLAM 1439 H”

<Kamis, 21 September 2017 OOR 09:09>

Dengan segala kerendahan hati kami sekeluarga mengucapkan : “MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN” jika ada salah dan khilaf di sepanjang tahun 1438 H.

Semoga dengan kedatangan Tahun Baru Islam 1439 H ini senantiasa memberi semangat hidup yang baru dan spirit hijrah menuju kepada kebaikan dan kemuliaan hidup.

Semoga kita semua senantiasa dilindungi, diberkahi dan dirahmati oleh Tuhan, Sang Pencipta alam semesta dan seisinya, dimanapun kita berada.

Semoga bangsa Indonesia dijauhkan dari segala mara bahaya, perpecahan dan pertikaian yang dapat menghancurkan segala sendi-sendi kehidupan, yang telah dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu kita.

Semoga Tuhan selalu memberikan bimbingan dan perlindungan kepada para pemimpin negara ini dalam memimpin dan membangun negara kita menuju ke arah yang lebih baik dan lebih adil. Memberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi sebagian kecil rakyatnya yang masih belum terbuka pikirannya dan terus merongrong kewibawaan negara dan pemerintah.

Semoga kita semua diberikan kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selalu memegang teguh semangat kebersamaan, menjunjung kebhinekaan dan tidak pernah bosan dalam menebarkan benih-benih kebaikan kepada seluruh umat manusia.

Amin…

#firmanbossini #sept2017 #selamattahunbaruislam

Posted in AGAMA | Leave a comment

“MOBIL DINAS”

<Jumat, 15 September 2017 OOR 10:05>

Beberapa tahun yang lalu, Abece berkenalan dengan seorang gadis, Moni panggilannya. Orangnya baik dan suka membantu, terutama membantu Abece.

Suatu hari Abece mendengar kabar bahwa ayah Moni mendapat kenaikan pangkat sehingga memperoleh fasilitas sebuah mobil dinas yang boleh dibawa pulang.

Bukan Abece namanya kalau tidak suka memanfaatkan kesempatan. Dengan berdalih untuk penghematan dan memudahkan mereka untuk berjalan-jalan, Abece memberanikan diri mengutarakan niat meminjam mobil dinas ayah Moni untuk liburan ke luar kota.

Abece : “Dik Moni yang cantik, boleh donk kita bertamasya dengan menggunakan mobil dinas ayahmu…?”

Moni : “Emangnya abang bisa bawa mobil…?”

Abece berlagak : “Gini-gini saya sudah nge-grab belasan tahun loh…”

Moni keheranan : “Bukankah grab baru beroperasi beberapa tahun yang lalu…?”

Abece : “Oh yah… sorry… maksud saya adalah supir truk tiga roda…”

Moni : “Mana ada truk yang beroda tiga… Itu kan becak, bang…”

Abece berkelit : “Itu dia maksudku… Hehehe… Pokoknya adik jangan khawatir. Abang pasti bisa bawa mobil dinas ayahmu… Bolehkah mobilnya kita pinjam…?”

Moni : “Tenang aja bang… Saya ini puteri kesayangan ayah. Beliau pasti memperbolehkan kita meminjam mobil dinasnya…”

Abece langsung menyosor ingin memeluk dan mencium Moni dengan tergesa-gesa. Namun segera ditepis oleh gadis manis berlesung pipit.

Moni : “Apa-apaan sich abang ini. Pake acara nyosor aja. Adik bukan, pacar juga bukan… Kita ini masih STD alias status tak jelas…”

Abece menyengir : “Sorry dik… Abang kegirangan hingga lupa diri. Sampai jumpa hari Minggu pagi yah. Pake pakaian cantik dan jangan lupa menggunakan parfum yang banyak biar wangi…”

Hari Minggu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Abece datang ke rumah Moni mengenakan kemeja berlengan panjang, celana jeans sobek yang lagi ngetren dan sepatu kets peninggalan ayahnya.

Dengan penuh percaya diri, Abece mengetuk pintu : “Selamat pagi… Salam sejahtera buat para penghuni… Pertama-tama….”

Belum selesai berbicara, Moni sudah muncul di hadapannya sambil berkata : “Abang ini mau bertamu atau berpidato? Panjang amat kasih salamnya…”

Abece : “Ini dikarenakan saya merasa gembira… gembira banget karena sebentar lagi akan membawa pujaan hatiku berjalan-jalan dengan menggunakan mobil keren dan mewah. Pasti bau mobil barunya masih terasa…”

Moni menyengir : “Abang bisa aja nih…”

Abece tidak sabaran : “Mana kunci mobilnya…?”

Moni menyerahkan segepok kunci yang terikat ke sebuah gantungan kunci.

Abece : “Ini kunci mobil atau kunci gudang? Kok banyak kali? Tapi gak papa dech. Yang penting bisa jalan-jalan. Mobilnya mana, non…?”

Moni menunjuk ke arah sebuah mobil berukuran raksasa berwarna kuning menyolok. Ada tulisan besar : “MOBIL PENYEDOT TINJA”

Abece gelalapan : “Apa adik gak salah? Mana mobil sedan dinas milik ayahmu…?”

Moni : “Itu mobil dinas yang didapatkan ayah dari kantor. Ayah berpesan agar mambawa mobil ini dengan hati-hati. Isinya masih penuh. Takut tercecer di jalanan…”

Abece : “Alamak… Dik, abang mau pingsan dulu. Ntar tiga jam lagi baru bangunin abang yah…”

Moni : “Abaaanggggg….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #mobildinas Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“SANGGUPKAH ANDA…?”

“SANGGUPKAH ANDA…?”

Isilah tempat kosong diantara angka-angka dengan +/-/x/:/√/( ) agar mendapatkan jawaban yang benar yaitu 6.

2  2  2 = 6

3  3  3 = 6

4  4  4 = 6

5  5  5 = 6

6  6  6 = 6

7  7  7 = 6

8  8  8 = 6

9  9  9 = 6

Sanggupkah Anda menyelesaikan ke-8 soal di atas?

Sanggup 1 soal, setara tamatan SD

Sanggup 5 soal, setara tamatan SMP

Sanggup 6 soal, setara tamatan SMA

Sanggup 7 soal, setara tamatan S1

Sanggup 8 soal, setara tamatan S2

Silahkan bereksperimen…

#firmanbossini

Posted in SERBA SERBI | Leave a comment

“SITUASI KACAU”

<Kamis, 14 September 2017 OOR 07:32>

Tanpa diduga, kadang kala apa yang tidak diinginkan dapat terjadi. Saat kita mengharapkan semua berjalan lancar, tiba-tiba situasi menjadi kacau. Tidak seperti yang dibayangkan. Kepala mulai nyut-nyutan dan hati berdegub kencang menghadapi kejadian ini. Pikiran mulai tidak tenang dan muncul ketakutan.

Dalam kondisi seperti ini, kita tidak boleh ikut-ikutan menjadi kacau. Kita harus tetap tenang, tidak grasa-grusu, tidak kelabakan dan apalagi sampai pergi meninggalkannya. Kita perlu menjaga hati dan menertibkan pikiran agar tidak terseret dalam arus kekacauan. Hal ini akan membuat kita salah dalam mengambil keputusan.

Jangan menghindari masalah, jika memang masalah itu benar-benar datang menghinggapi hidup ini. Kita tidak boleh mencari masalah atau mencari gara-gara, namun kadang kala masalah itu datang tanpa diduga. Jika sudah terjadi, hadapi dengan tenang. Siapkan dengan penuh keyakinan, gunakan segala amunisi yang dimiliki.

Tuhan selalu memberikan kemampuan kepada umat-Nya dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Mulanya memang terasa begitu berat, begitu melelahkan dan begitu menyakitkan. Namun jika terus berusaha, lambat laun semuanya akan semakin baik dan terus membaik hingga kembali pulih seperti sedia kala.

Bagi yang lemah, akan menganggap kejadian buruk ini tidak ada solusinya lagi. Takluk, menyerah dan mengibarkan bendera putih tanda kalah. Tidak mau berjuang dan lebih senang menyerahkan semuanya kepada takdir, membiarkan waktu terus berjalan tanpa mau memikirkan solusi penyelesaiannya.

Akhirnya yang muncul adalah situasi buruk yang berkepanjangan, bahkan semakin parah karena muncul hal-hal buruk lainnya yang saling berkaitan. Memburuk dan semakin memburuk. Ujung-ujungnya hanya dapat meratap dan menangisi nasibnya. Mulai menyalahkan orang lain dan bahkan Tuhanpun ikut disalahkan.

Sobatku yang budiman…

Dalam menghadapi situasi buruk dan kacau, janganlah kita ikut-ikutan menjadi kacau. Tenangkan pikiran dan tetap berkonsentrasi. Cari akar permasalahannya. Uraikan benang-benang kusut itu secara teliti. Ambil ujungnya dan mulailah menggulungnya ke dalam tempatnya. Jika ada yang kusut dan tidak dapat diurai lagi, segera potong dan buanglah jauh-jauh. Mulailah menyambungnya dengan rapi. Perlu ketelitian dan kesabaran tinggi.

Jangan menunggu situasi menjadi parah. Hal yang akan membuat kita semakin sulit untuk menyelesaikannya. Jangan menunggu lama-lama karena masalah yang lain akan ikut terseret ke dalam. Semakin lama akan semakin sulit untuk diselesaikan.

Satu hal yang perlu diingat. Tidak semua pekerjaan perlu segera dilakukan. Kita memiliki keterbatasan. Prioritaskan yang perlu dikerjakan. Yang kurang perlu, dapat ditunda dulu. Fokus kepada akar permasalahannya. Kadang kala, hanya dengan membereskan akar permasalahan, secara otomatis masalah lain, ikut terselesaikan juga dengan hanya sedikit penanganan.

Fokus dan konsentrasi itu membutuhkan ketenangan dan kedisiplinan. Perlu latihan yang tidak sedikit. Di sinilah letak seni kehidupannya.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #masalah #kacau Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“KISAH PENCARI IKAN HIAS”

Seorang pemuda bernama Sinchan bekerja sebagai pencari dan pengumpul ikan hias di dalam lautan. Dengan bermodalkan sebuah tabung oksigen yang terpasang di punggungnya, jaring penangkap ikan dan plastik pengumpul ikan hias, Sinchan akan menyelam hingga ke dasar lautan, tempat para ikan hias berkumpul. Sebelumnya Sinchan pernah mendapat pelatihan bagaimana cara mencari ikan hias yang bagus.

.

Saat dirinya terjun menyelam, Sinchan bertekad untuk mencari ikan hias sebanyak-banyaknya, seperti yang diinginkan majikannya.

.

Namun saat berada di bawah permukaan laut, Sinchan mulai melupakan tugasnya. Baru kali ini, Sinchan merasakan kehidupan alam laut yang begitu menakjubkan.

.

Pemandangan keindahan di dasar laut begitu mempesona. Bunga-bunga karang dengan warna-warni dan aneka bentuk yang menarik telah membuyarkan konsentrasinya dalam mencari ikan-ikan hias. Hewan-hewan laut yang belum pernah dilihatnya, berseliweran kesana kemari dengan gerakan gemulai, telah menggoda imannya untuk ikut bermain dan bercengkerama dengan mereka.

.

Begitu mempesona dan begitu eksotiknya kehidupan di dalam laut membuat Sinchan terlena dan melupakan tugas utamanya.

.

Hingga suatu saat, Sinchan merasa terkejut, tatkala dirinya mengetahui bahwa oksigen yang berada dipunggungnya tinggal sedikit.

.

Sinchan menyadari telah melakukan keteledoran. Muncullah perasaan takut. Niatnya untuk mencari ikan hias, bakal berakhir sia-sia. Dia membayangkan bagaimana amarah majikannya saat dia muncul dari dalam air tanpa membawa apapun.

.

Dengan semakin sempitnya waktu, Sinchan segera melepaskan pandangannya dari keindahan bawah laut, mulai memfokuskan diri untuk mencari ikan hias yang ada di sekitarnya. Dia tidak berani menyelam lebih dalam lagi, karena oksigen sudah semakin menipis.

.

Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras saat bercanda ria dengan para hewan dan saat menikmati keindahan alam bawah laut. Dengan memanfaatkan keterbatasan kekuatan yang ada, Sinchan hanya berhasil mengumpulkan beberapa ekor ikan hias, itupun bukan ikan hias yang tercantik.

.

Akhirnya, isi tabung oksigennya benar-benar kosong, memaksanya harus segera berenang ke atas permukaan. Walaupun ikan hias yang berhasil dikumpulnya sangat sedikit, mau tidak mau Sinchan harus segera meninggalkan kedalaman lautan.

.

Malangnya lagi, karena panik dan tergesa-gesa, Sinchan tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga saat bersenggolan dengan seekor ikan yang berukuran cukup besar, tali ikatan terlepas dan menumpahkan seisi plastik yang telah dikumpulkannya dengan sisa-sisa tenaga terakhir yang dimilikinya.

.

Ketika tiba di permukaan air, sang majikan telah menunggu dengan penuh harapan. Saat matanya menoleh ke isi kantong plastik, seketika wajahnya berubah menjadi merah padam.

.

Majikan : “Kamu sungguh keterlaluan, satu tabung berisi oksigen penuh, kamu sia-siakan dengan tidak membawa hasil apapun. Kamu kira oksigen ini tidak dibeli dengan uang?”

.

Sinchan : “Maafkan saya tuan, saya teledor dan melakukan kesalahan…”

.

Majikan : “Memangnya apa yang kamu lakukan di bawah sana?”

.

Sinchan : “Saya terbuai dengan keindahan pemandangan di bawah laut sehingga melupakan tugasku mencari dan mengumpulkan ikan hias. Saya terlena dengan kehidupan yang menakjubkan mata saya. Saya mohon maaf, tuan…”

.

Majikan : “Kesalahan kamu sudah terlalu fatal. Inilah pertama kali kamu diberi kesempatan bertugas mengumpulkan ikan-ikan hias, namun kamu mengabaikan kewajibanmu. Kamu hanya membuang-buang waktumu untuk kenikmatan sesaat. Saya sangat kecewa…”

.

Sinchan masih berusaha memohon dengan menumpahkan tangisnya. Untung saja majikannya masih mau memaafkan dan memberinya kesempatan untuk bekerja kembali.

.

Sejak saat itu, Sinchan mulai mengerti bagaimana cara membedakan antara menunaikan tugas dan menikmati keindahan dunia bawah laut. Tidak mau lagi membiarkan dirinya terbelenggu oleh kenikmatan sesaat yang dapat membuatnya mengabaikan tugas utamanya.

.

Sobatku yang budiman…

.

Sepenggal kisah di atas, sangatlah lumrah dan jamak terjadi dalam kehidupan kita….

.

Tabung oksigen dilambangkan sebagai jatah umur manusia sedangkan ikan hias diibaratkan sebagai pahala, perbuatan baik dan kebajikan yang harus kita kumpulkan. Keindahan pemandangan bawah laut yang memukau dapat dianggap sebagai godaan-godaan kenikmatan duniawi.

.

Seringkali kita terlena dengan buaian kehidupan duniawi yang “memabukkan alam pikiran” dan melupakan kewajiban untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Di saat lain, waktu kita juga tidak banyak lagi. Hanya sebanyak “isi tabung oksigen”.

.

Pernahkah kita melakukan introspeksi diri, apakah ikan hias (pahala) yang kita peroleh sudah cukup? Sehingga suatu saat nanti, saat “oksigen sudah habis” dan kita harus segera naik ke atas permukaan untuk menjumpai majikan kita, Tuhan Sang Maha Pencipta, maka kita sudah memiliki “ikan hias” (pahala) yang cukup dan berharap akan diterima oleh-Nya dengan tangan terbuka dan senyum kebahagiaan.

.

Janganlah kita terlena dengan kehidupan duniawi dan kenikmatan sesaat yang menyesatkan. Bukan tidak mungkin, terkadang kenikmatan yang sedang kita rasakan merupakan cobaan dan ujian bagi kita, apakah kita akan selalu ingat Tuhan dan menjalankan kewajiban kita mengumpulkan pahala atau sebaliknya mengabaikannya…

.

Semua terserah kepada keputusan kita masing-masing…

.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com

Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment