“INGIN MENIKAH LAGI”

<Rabu, 24Januari 2018 OOR 08:40>

Seorang temanku, sebut saja Ridwan, tiba-tiba menghubungiku untuk mendiskusikan sesuatu hal. Kelihatan penting sekali. Kami berjanji untuk bertemu di tempat nongkrong favoritku.

Ridwan : “Bro, saya ingin menikah lagi…”

Saya sedikit terkesiap, namun berusaha untuk tenang : “Serius lu bro…?”

Ridwan : “Iya… isteriku tidak seperti dulu lagi, wanita yang baik, ramah, sopan dan menghormati suami. Sekarang dia suka membantah dan bersuara keras kepadaku. Bahkan beberapa kali dia sering kedapatan cekikan saat berteleponan dengan seseorang. Apa mungkin dia berselingkuh…?”

Saya : “Jangan berpikiran demikian… kamu tidak boleh berprasangka buruk terhadap isterimu…”

Ridwan : “Kenapa dengan orang lain dia ramah, sedangkan dengan diriku dia berperilaku kasar…?”

Saya : “Membina pernikahan itu gampang, kalau masing-masing tahu menempatkan diri, mau mengalah dan menahan diri. Pernikahan itu sering gagal karena sifat egois dan mau menang sendiri….”

Ridwan : “Jadi kamu mau bilang saya ini egois karena hendak menceraikan isteriku dan ingin menikah lagi…?”

Saya : “Boleh dibilang begitu bro… Kamu menyerah dengan keadaan yang kurang baik. Tidak mau memperbaikinya. Membiarkannya berlarut-larut hingga akhirnya semakin sulit untuk diperbaiki. Perkawinan itu ibarat perahu. Saat ada sedikit bocor, segera tambal. Jangan biarkan kebocoran itu semakin besar. Akan ada air yang masuk ke dalam kapal. Merusak seisinya dan bahkan menenggelamkan kapal. ..”

Ridwan menenggak minuman yang berada di atas meja. Matanya menerawang jauh. Selintas, matanya kembali ke arahku.

Saya : “Air itu ibarat orang luar. Mereka akan masuk ke dalam perkawinan dan lama kelamaan dapat merusak apa yang sudah dibina. Memang tidak semua air itu akan merusak sebab kita dapat menggunakannya untuk membersihkan bagian kapal yang kotor. Namun jika debit airnya semakin besar, maka kapal tidak akan sanggup menampungnya. Tenggelam dech…”

Ridwan : “Jadi saya harus bagaimana…?”

Saya : “Sebelum kapalmu karam, segera tambal kebocoran yang ada… Satu demi satu ditutup. Tidak boleh mengomel atau berkira. Jangan pula melakukannya dengan emosi, namun utamakan dengan kasih sayang…”

Ridwan : “Bagaimana jika benar isteriku berselingkuh…?”

Saya : “Jangan berburuk sangka dulu… Orang yang sedang emosi biasanya akan melihat apapun yang dilakukan pasangannya dari sisi negatifnya saja. Mencari-cari kesalahan untuk diperdebatkan. Lalu berupaya untuk mengalahkannya. Padahal ini bukan pertandingan…”

Ridwan : “Tidak gampang bro… Saya sudah terlanjur terluka olehnya…”

Saya : “Jangan egois… Memangnya selama ini kamu tidak pernah membuatnya terluka? Tahukah kamu jika selama ini isterimu juga terluka oleh ulahmu? Mungkin dia lebih banyak menyimpannya erat-erat di dalam hatinya. Cobalah untuk mengalah. Jangan sedikit-sedikit ngomong pisah atau cerai saat kamu merasa disakiti… Jangan menyerah dengan keadaan yang sulit. Tidak ada orang yang dapat memperbaiki kecuali kalian berdua… Pulanglah dan peluklah isterimu… Pasti hatinya akan menjadi lembut…”

Ridwan mengangguk perlahan, lalu berbisik : “Bagaimana jika dia menolakku…?”

Saya balas berbisik : “Jika gagal, silakan ulangi lagi…”

Ridwan : “Sampai kapan…?”

Saya : “Tidak boleh ada kata lelah dalam berumah tangga…”

Ridwan : “Ngomong-ngomong, kamu rupanya ahli dalam urusan rumah tangga yah…”

Saya : “Gak lah bro… soalnya saya pernah juga mengalami kegagalan. Hmmm… Dua kali gagal dalam pacaran…”

Ridwan : “Owalah… saya kira gagal dalam pernikahan.. Emangnya gak pernah gagal…?”

Saya : “Mau tahuuu ajaaa…”

Kami berdua tertawa terbahak-bahak hingga mengagetkan seisi ruangan.

Saya mengakhiri obrolan dengan merangkul bahu Ridwan : “Bro, tau gak…. Kalau para wanita berpikiran seperti kamu, sedikit-sedikit ngomong cerai, maka dapat dibayangkan pasti akan muncul duren-duren di sekitar kita….”

Ridwan : “Duda keren…. hahaha…”

Sobatku yang budiman…

Hakekat dari sebuah pernikahan itu bukanlah melulu untuk menyatukan dua hati yang berbeda, melainkan sejatinya untuk menyelaraskan derap langkah masing-masing agar dapat saling memahami, saling menutupi kelemahan, saling menjaga perasaan dan yang terpenting untuk saling membahagiakan.

Jangan berharap dapat memaksa pasangan kita mengikuti semua apa yang kita inginkan karena kita juga tidak ingin dipaksa menuruti semua kemauannya.

Kunci utama keluarga harmonis adalah saling mau mengalah dan tidak egois serta mau bersabar dan selalu bersyukur.

Tidak ada yang mampu membuat pernikahan itu menjadi bahagia, selain pasangan suami isteri yang telah diikat oleh tali pernikahan yang dilandasi oleh cinta dan kasih sayang. Bukan orang lain.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #menikah #jan2018 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

“GURU PENGGANTI”

Sehari sebelum berangkat pulang kampung, ternyata Abece masih saja menerima order pekerjaan. Lumayanlah buat menambah pundi-pundi kantung, sekaligus modal untuk membelikan oleh-oleh buat sang kekasih tercinta.

Pekerjaan yang akan dijalaninya adalah menjadi guru pengganti mata pelajaran Budi Pekerti di salah satu sekolah tidak terkemuka di kota Yogyakarta.

Singkat cerita….

Abece tiba di sekolah dengan kemeja rapi berwarna ungu muda dengan dasi kupu-kupu berwarna kuning tua serta sebuah celana ketat yang pernah dipakai saat acara pesta dulu. Semua setelan seragam ini dipinjam dari Om Pipit.

Dengan tampilan penuh keyakinan dan percaya diri bahwa dirinya sudah keren, Abece melangkah masuk ke sebuah kelas di ujung sekolah.

Abece : “Good Morning, Everybody…. Selamat pagi, para siswa SMA XXX!”

Murid-murid serempak menjawab : “Good Morning, Sir. Selamat pagi, Pak…!”

Abece : ” Perkenalkan… Nama saya Abece. Bapak ditugaskan mengajar mata pelajaran Budi Pekerti. Tadi pagi Bapak mendapat arahan dari Kepala Sekolah untuk mengingatkan kalian agar mematuhi peraturan yang berlaku di sekolah kita ini,,,! Apa kalian masih ingat peraturan yang berlaku di sekolah kita ini…?”

Murid-murid (Serempak): “Masiiih, Pak…!”

Abece : “Kalian bilang, bahwa kalian sudah tahu dan sudah hafal benar peraturan yang berlaku di sekolah ini. Baiklah… Sebentar lagi Bapak akan menggeledah tas sekolah kalian. Silakan kalian keluar sebentar ke kantin sekolah. Setengah jam lagi baru kalian boleh balik ke dalam kelas. Are You Understand?”

Murid-murid : “Yes, sir….”

Setelah setengah jam memeriksa tas sekolah milik para murid SMA, Abece mempersilakan semua murid kembali ke dalam kelas.

Abece : “Baru saja Bapak menggeledah tas sekolah kalian dan menemukan sebilah pisau belati di sebuah tas milik salah satu dari kalian,,,!”

Murid-murid mendadak menjadi resah dan gelisah, seketika suasana menjadi sunyi-senyap, hening, tanpa suara dan tanpa kata-kata…

Abece : “Sebelum Bapak umumkan siapa pemilik pisau belati ini, Bapak ingin salah seorang diantara kalian mampu bersikap ksatria, dan jujur untuk mengakui sebagai pemilik senjata tajam ini…!”

Suasana menjadi bertambah mencekam, suasana bertambah sunyi-senyap, hening, tanpa suara, tanpa kata….

Abece : “Jika tidak ada yang berani menjadi seorang ksatria dan mengakui secara jujur pisau belati ini miliknya, Bapak akan umumkan siapa pemilik pisau belati ini, karena di pisau belati terukir grafiran nama pemiliknya….! Bapak hitung sampai sepuluh: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10….!”

Sampai hitungan ke sepuluh ternyata tidak juga ada yang mengakui sebagai pemilik pisau belati itu…

Abece : “Baiklah, coba diantara kalian yang bernama STAINLESS STEEL berdiri…! Bapak ingin tahu bagaimana wajah rupa dan model anak yang tidak ksatria dan tidak jujur itu… Stand up please..!!!”

Murid-murid (Serempak): “Huuuuuuuuuuuuuuu…!”

Salah seorang murid menyelutuk : “Bapak Guru yang terhormat… Silakan Bapak perdalam pengetahuan berbahasa Inggrisnya. Dari awal sok-sokan pakai bahasa Inggris, kirain Bapak jago, ternyata STAINLESS STEEL saja tidak tahu. Itu nama sejenis kadal Pak…!!!”

Seisi ruangan kelas kembali tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan ini.

Gubrakkkk….

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“MELEWATI MASA-MASA SULIT”

Apapun yang ada di dunia ini tidak ada yang kekal. Tidak ada satupun yang mampu bertahan lama. Mereka akan bergulir bagaikan roda yang terus berputar, kadang di atas dan tidak berapa lama kemudian akan turun ke bawah.

Demikian juga dengan kebahagiaan atau penderitaan, kegembiraan atau kesedihan, keberuntungan atau kemalangan. Mereka akan silih berganti menghampiri kita, tanpa disangka-sangka dan tiada terduga waktunya. Tidak peduli dengan kondisi kita dan tidak mau tahu apa yang sedang kita hadapi.

Kebahagiaan itu tidak mungkin dapat kita rasakan selamanya. Tidak mungkin kita akan selamanya berkubang dalam penderitaan. Masa-masa sulit dan melelahkan tidak akan bertahan lama, apalagi jika kita adalah manusia tangguh, sabar dan tegar, yang tetap memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan jalan terbaik bagi umatnya.

Segala masalah dan rintangan dalam hidup ini adalah musuh bagi seorang pengecut, sebaliknya adalah guru terbaik bagi seorang petarung. Bagaikan batu mulia yang belum diasah, itulah masalah dalam hidup ini.

Sesungguhnya setiap masalah yang muncul dalam kehidupan kita secara tidak langsung dapat membentuk kita menjadi manusia yang kuat. Masalah itu akan mampu mengikis kebiasaan buruk, menajamkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, membentuk karakter yang berkualitas dan menghaluskan sifat yang keras.

Perih dan sakit itu pasti muncul. Namun bersyukurlah, kita adalah orang-orang yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk dibentuk menjadi semakin indah dan mulia, seindah batu berlian.

Sobatku yang budiman…

Marilah kita sama-sama belajar menjadi orang-orang yang tangguh. Tetap menari meski berada di tengah-tengah badai. Tetap berjuang meski jalan keluar belum kunjung ditemukan. Tetap mengharapkan mentari meski yang terlihat awan tebal.

Sebab badai pasti berlalu setelah memporak-porandakan apapun, jalan keluar pasti ditemukan setelah kita mencarinya, mentaripun akan bersinar setelah awan tebal berlalu.

Kita akan menjadi tangguh hanya jika kita berpegang teguh pada kejujuran dan kebenaran sebab dengan itu kita pasti mampu melangkah dengan penuh keyakinan.

Mari berusaha pantang menyerah untuk melewati masa-masa sulit dan tampillah sebagai pemenang. Percayalah, kita pasti bisa…!!

#firmanbossini #REPOST #inspirasi #motivasi #renungan #masasulit #rintangan Obrolanbeken.wordpress.com

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“WANITA ADALAH GITAR”

<Senin, 08 Januari 2018 OOR 09:15>

Gitar merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, biasanya menggunakan jari maupun plektrum atau pick (alat petik). Bentuknya unik dengan lekuk badan membulat dan bagian leher padat sebagai tempat senar berjumlah enam.

Alat musik ini sangat merakyat. Dengan sebuah gitar, maka orang-orang akan mengiringi sembari menyanyikan lagu beramai-ramai dengan suara keras. Suara yang muncul saat dimainkan akan terdengar merdu dan memiliki keunikan dibandingkan alat musik lainnya.

Karena bentuknya yang menarik, maka banyak orang mengaitkan bentuk tubuh wanita seksi dengan alat musik ini, gitar spanyol. Sesungguhnya wanita itu dapat diibaratkan sebagai gitar.

Jika dimainkan oleh orang yang mahir maka lantunan suara musiknya akan mampu memukau para pendengar. Indah dan mengasyikkan. Bahkan mampu membangkitkan selera orang untuk ikut bernyanyi.

Namun, jika dimainkan oleh orang yang tidak mahir memainkan gitar, maka suara yang terdengar sangat jelek, tidak merdu dan tidak mengenakkan telinga. Bahkan mampu “mengusir” keberadaan orang-orang sekelilingnya karena lantunan suaranya amat tidak mengasyikkan.

Sobatku yang budiman…

Seorang isteri akan terlihat keanggunannya saat sang suami benar-benar menyayangi, mencintai, memberikan perhatian penuh serta memanjakan sang isteri dengan setulus hati.

Aura yang muncul mampu memikat perhatian banyak orang. Bertahan lama sepanjang sang suami terus menyiraminya dengan cinta dan kasih sayang. Tidak perlu berpenampilan mewah dan menor. Bahkan wanita sederhana pun dapat memancarkan keanggunannya, jika hatinya selalu diliputi aura positif dan rona kebahagiaan.

Jika demikian adanya, maka dipastikan sang suami adalah pemain gitar handal dan mahir memetik senar gitar dengan lantunan melodi yang merdu.

Bersediakah kita melatih diri menjadi pemain gitar yang handal? It’s depend on you…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #wanita #gitar #jan2018 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

KETINGGALAN”

<Minggu, 07 Januari 2018 OOR 14:24>

Abece baru saja selesai menikmati liburan panjang di luar negeri. Saking lamanya berlibur tanpa kabar, sehingga temannya, Xwaizet dan Kupruk merasa Abece tidak akan kembali ke Indonesia lagi. Mungkin menjadi pekerja tidak resmi ataupun menjadi simpanan om senang di sana.

Namun, ternyata Abece kembali dengan selamat. Kedua temannya bersyukur dan amat senang, karena Abece yang memiliki “otak setengah ons” tetap bisa berkumpul dan bermain bersama mereka.

Xwaizet : “Bagaimana liburan kali bro? Enak gak? Kok lama sekali baru balik..? Ceritain pengalaman kamu di sana donk…”

Abece : “Tentunya enak loh… Sembilan hari yang tidak terlupakan. Singapura, Johor, Laut Lepas di Selat Malaka dan balik kembali ke Singapura. Gak usah mikirin kerjaan dan sebagainya. Cuma makan, jalan-jalan dan tidur… Nikmatnya serasa menjadi cucunya Ratu Elizabeth…”

Kupruk : “Lebay dech…”

Abece : “Beneran bro… yang paling mengasyikkan naik Royal Caribbian Cruise. Makan, bermain dan tidur sepuasnya tidak usah bayar sepeserpun selama di atas kapal…”

Kupruk : “Wah… enak banget… Kok bisa? Lain kali ajakin saya bro… Kalo yang gratisan, saya mah paling suka…”

Xwaizet : “Emangnya beneran gratis…?”

Abece terkekeh : “Di dalam kapal gratis, tapi waktu mau daftar harus bayar… hehehe…”

Kupruk : “Huhuhu… Ini namanya bukan gratis….”

Xwaizet : “Wah… diam-diam kamu punya banyak duit yah… naik kapal pesiar itu kan gak murah…”

Abece : “Pacar saya yang mensponsori…”

Kupruk : “Ooo, pantesan… Ngomong-ngomong… oleh-olehnya mana…?”

Abece : “Di kapal harus pake USD dan saya lupa bawa USD, jadinya gak bisa beli souvenir…”

Xwaizet : “Lah… kan bisa beli waktu tiba di Singapura…?”

Abece : “Masalahnya, uang saya ketinggalan bro…”

Xwaizet : “Kok bisa…?”

Abece memasang muka merengut : “Uang saya tertinggal di tempat-tempat makan dan rekreasi di sana… hiks…hiks…hiks…”

Kupruk : “Dasar kodok kunyuk hidung pesek… Itu bukan ketinggalan, tapi udah dijajanin… Parah lu…!”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“LALAT ATAU LEBAH”

<Sabtu, 06 Januari 2017 OOR 10:30>

Manusia adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Tidak mungkin dapat hidup seorang diri atau mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Dalam kehidupan bersosialisasi, dapat digambarkan sebagai kehidupan lalat dan lebah.

Lalat adalah binatang kotor dan dapat menyebarkan penyakit. Lalat akan berkumpul dengan sesama lalat di tempat sampah. Bergerombol mencari makanan dan bersenda gurau hingga menghabiskan hidupnya di tempat yang kotor tersebut.

Sedangkan lebah akan berkumpul dengan sesama lebah di bunga yang indah dan menyebarkan aroma harum. Para lebah mencari makan dengan menghisap madu, kemudian membuat sarang yang kelak dapat dimanfaatkan makhluk lain sebagai makanan yang bergizi tinggi.

Sobatku yang budiman…

Hidup ini adalah pilihan. Kita sendiri yang memutuskan akan menjadi lalat atau lebah.

Jika kita lebih senang berkumpul dengan mereka yang senang bergosip tidak berguna, menjelek-jelekkan orang lain, menyebarkan berita bohong atau hoax, maka kita dapat diibaratkan sebagai lalat. Tidak disukai dan dibenci oleh siapapun, kecuali teman sekelompoknya. Tidak ada yang dihasilkan selain keburukan dan ucapan yang tidak berguna sama sekali.

Jika kita lebih senang berkumpul dengan mereka yang selalu berpikiran positif, gemar menyebarkan berita baik dan benar, cerita inspirasi dan motivasi yang bermanfaat bagi orang lain, maka kita dapat diibaratkan sebagai lebah. Disukai dan disenangi karena menghasilkan madu yang dapat dinikmati oleh siapapun.

Semua terserah kepada kita. Apakah kita akan berkumpul dan berperilaku layaknya lebah penyuka bunga dan penghasil madu atau lalat yang menyukai sampah yang kotor dan penyebar penyakit?

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“BELAJAR DARI PENYU”

Penyu merupakan satwa warisan purbakala, bertubuh besar, beratnya dapat mencapai ratusan kilogram. Sebagian besar penyu dapat berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Jalannya sangat lambat, terseok-seok di atas pasir. Namun berenang gesit di dalam habitatnya.

Seekor penyu bergerak menuju ke pantai hanya untuk bertelur. Apabila ia tidak menemukan tempat yang bagus untuk bertelur, maka ia akan kembali ke laut.

Pada suatu subuh… Saat angin dingin laut menghampiri daratan…. Saat dedaunan pohon nyiur berderik saling bergesekan…. Saat burung-burung masih terlelap di sangkarnya…. Saat mentari pagi masih berdiam diri dalam peraduannya… Namun, inilah saat yang paling tepat bagi hamparan pasir putih nan indah akan mengukir jejak kehidupan baru….

Seekor penyu dewasa, yang telah tiba masa bertelur, mendarat mulus di pesisir pantai dengan bantuan hempasan deburan ombak putih. Mereka bergerak perlahan, mencari tempat teraman bagi kehidupan baru anak-anaknya. Perjalanan panjang, berenang ribuan kilometer mengarungi ganasnya lautan biru, sama sekali tidak membuat induk penyu berpikir untuk rehat sejenak.

Setelah menemukan tempat yang diinginkan, induk penyu mulai menggali pasir sedikit demi sedikit hingga mencapai kedalaman yang dirasa sudah cukup aman bagi penyimpanan telurnya. Induk penyu akan menutup rapat lubang yang berisi ratusan telur sehingga tidak akan ada yang menyadari jika di bawah tumpukan pasir tersebut terdapat ratusan butir telur penyu.

Sambil bertelur, dia mulai membisikkan pesan-pesan terakhir kepada calon generasi penerusnya, “Bertahanlah… bangkit dan hiduplah… Jadilah anak-anak yang kuat dan berani. Karena kalian hidup di jaman yang kejam. Laut kian tidak bersahabat. Hiduplah mandiri tanpa perlu mengemis bantuan dari yang lain. Namun aku percaya kalian bisa bertahan”.

Tanpa air mata dan tanpa tangisan, sang induk mulai menutupi telur-telur tersebut dengan sepakan siripnya

Setelah menuntaskan tugas maha mulia, induk penyu akan pergi meninggalkan telur-telur itu selama-lamanya, tanpa ada niat sedikitpun untuk kembali menjenguk sebagian anak-anaknya yang telah berubah menjadi penghuni alam semesta ini.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan…. Dari dalam pasir muncullah tukik-tukik yang baru saja menetas. Matanya mengerjap-ngerjap karena masih beradaptasi dengan cahaya di sekitarnya. Berbulan-bulan di dalam pasir tanpa cahaya membuat mata tukik butuh penyesuaian.

Langkah kecil mulai diambil. Tidak butuh waktu yang lama bagi tukik untuk berlari. Mereka seperti terburu-buru. Mengambil langkah secepat-cepatnya ke arah samudera luas.

Setiap tukik akan berenang ribuan kilometer. Tukik tumbuh dewasa menjadi seekor penyu dibawah bayang-bayang berbagai predator ganas yang senantiasa mengancam keselamatan jiwanya. Manusia, ikan kerapu dan hiu merupakan predator utama penyu. Lantas mereka akan bertemu dengan pasangannya di samudera luas, lalu kembali lagi ke tempat dia dilahirkan untuk bertelur. Tanpa bertanya dan tanpa tersesat.

Setelah usai menunaikan kewajibannya di pantai, penyu akan kembali lagi ke tempat asal pasangannya, tanpa tertukar. Penyu adalah binatang paling setia. Tidak berselingkuh dan tidak berpoligami. Tidak pernah beralasan, bahwa di lautan sana ada penyu lain yang lebih cantik.

Lalu penyu akan menghabiskan sisa hidupnya dengan pasangannya sekali seumur hidup. Sungguh mulia hidup penyu…!!!

Sobatku yang budiman…

Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari siklus hidup seekor penyu :

(1) “Janji setia” kepada pasangannya, walau tanpa pernah mengucapkan ikrar setia maupun bertandatangan di atas materai.

(2) “Ikhlas” mengarungi ribuan kilometer lautan hanya untuk bertelur, “bertanggungjawab” menyediakan tempat yang aman, dan meninggalkan telur-telur di sana selamanya tanpa berurai air mata.

(3) Memiliki “ingatan maha tajam” karena senantiasa fokus dengan apa yang hendak dilakukan. Penyu sanggup kembali ke tempat asalnya untuk bertelur tanpa pernah tersesat, apalagi bertanya-tanya mengenai jalan pulang.

(4) Sifat “mandiri” yang telah ditanamkan induk penyu kepada anak-anaknya, membiarkan mereka menemukan jalan ke habitatnya di lautan luas setelah menetas.

(5) “Self defence” (pertahanan diri), bertahan hidup dari gangguan predator sepanjang hidupnya. Berkamuflase dan berinovasi sesuai karakteristik habitatnya. Menjalani hidup yang penuh rintangan dan halangan tanpa pernah mengeluh.

Sanggupkah kita mempedomani sifat-sifat penyu di atas dalam kehidupan kita sehari-hari?

Percayalah… Kita akan sanggup….!!!

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in FILOSOFI | Leave a comment