“BELAJAR DARI PENYU”

Penyu merupakan satwa warisan purbakala, bertubuh besar, beratnya dapat mencapai ratusan kilogram. Sebagian besar penyu dapat berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Jalannya sangat lambat, terseok-seok di atas pasir. Namun berenang gesit di dalam habitatnya.

Seekor penyu bergerak menuju ke pantai hanya untuk bertelur. Apabila ia tidak menemukan tempat yang bagus untuk bertelur, maka ia akan kembali ke laut.

Pada suatu subuh… Saat angin dingin laut menghampiri daratan…. Saat dedaunan pohon nyiur berderik saling bergesekan…. Saat burung-burung masih terlelap di sangkarnya…. Saat mentari pagi masih berdiam diri dalam peraduannya… Namun, inilah saat yang paling tepat bagi hamparan pasir putih nan indah akan mengukir jejak kehidupan baru….

Seekor penyu dewasa, yang telah tiba masa bertelur, mendarat mulus di pesisir pantai dengan bantuan hempasan deburan ombak putih. Mereka bergerak perlahan, mencari tempat teraman bagi kehidupan baru anak-anaknya. Perjalanan panjang, berenang ribuan kilometer mengarungi ganasnya lautan biru, sama sekali tidak membuat induk penyu berpikir untuk rehat sejenak.

Setelah menemukan tempat yang diinginkan, induk penyu mulai menggali pasir sedikit demi sedikit hingga mencapai kedalaman yang dirasa sudah cukup aman bagi penyimpanan telurnya. Induk penyu akan menutup rapat lubang yang berisi ratusan telur sehingga tidak akan ada yang menyadari jika di bawah tumpukan pasir tersebut terdapat ratusan butir telur penyu.

Sambil bertelur, dia mulai membisikkan pesan-pesan terakhir kepada calon generasi penerusnya, “Bertahanlah… bangkit dan hiduplah… Jadilah anak-anak yang kuat dan berani. Karena kalian hidup di jaman yang kejam. Laut kian tidak bersahabat. Hiduplah mandiri tanpa perlu mengemis bantuan dari yang lain. Namun aku percaya kalian bisa bertahan”.

Tanpa air mata dan tanpa tangisan, sang induk mulai menutupi telur-telur tersebut dengan sepakan siripnya

Setelah menuntaskan tugas maha mulia, induk penyu akan pergi meninggalkan telur-telur itu selama-lamanya, tanpa ada niat sedikitpun untuk kembali menjenguk sebagian anak-anaknya yang telah berubah menjadi penghuni alam semesta ini.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan…. Dari dalam pasir muncullah tukik-tukik yang baru saja menetas. Matanya mengerjap-ngerjap karena masih beradaptasi dengan cahaya di sekitarnya. Berbulan-bulan di dalam pasir tanpa cahaya membuat mata tukik butuh penyesuaian.

Langkah kecil mulai diambil. Tidak butuh waktu yang lama bagi tukik untuk berlari. Mereka seperti terburu-buru. Mengambil langkah secepat-cepatnya ke arah samudera luas.

Setiap tukik akan berenang ribuan kilometer. Tukik tumbuh dewasa menjadi seekor penyu dibawah bayang-bayang berbagai predator ganas yang senantiasa mengancam keselamatan jiwanya. Manusia, ikan kerapu dan hiu merupakan predator utama penyu. Lantas mereka akan bertemu dengan pasangannya di samudera luas, lalu kembali lagi ke tempat dia dilahirkan untuk bertelur. Tanpa bertanya dan tanpa tersesat.

Setelah usai menunaikan kewajibannya di pantai, penyu akan kembali lagi ke tempat asal pasangannya, tanpa tertukar. Penyu adalah binatang paling setia. Tidak berselingkuh dan tidak berpoligami. Tidak pernah beralasan, bahwa di lautan sana ada penyu lain yang lebih cantik.

Lalu penyu akan menghabiskan sisa hidupnya dengan pasangannya sekali seumur hidup. Sungguh mulia hidup penyu…!!!

Sobatku yang budiman…

Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari siklus hidup seekor penyu :

(1) “Janji setia” kepada pasangannya, walau tanpa pernah mengucapkan ikrar setia maupun bertandatangan di atas materai.

(2) “Ikhlas” mengarungi ribuan kilometer lautan hanya untuk bertelur, “bertanggungjawab” menyediakan tempat yang aman, dan meninggalkan telur-telur di sana selamanya tanpa berurai air mata.

(3) Memiliki “ingatan maha tajam” karena senantiasa fokus dengan apa yang hendak dilakukan. Penyu sanggup kembali ke tempat asalnya untuk bertelur tanpa pernah tersesat, apalagi bertanya-tanya mengenai jalan pulang.

(4) Sifat “mandiri” yang telah ditanamkan induk penyu kepada anak-anaknya, membiarkan mereka menemukan jalan ke habitatnya di lautan luas setelah menetas.

(5) “Self defence” (pertahanan diri), bertahan hidup dari gangguan predator sepanjang hidupnya. Berkamuflase dan berinovasi sesuai karakteristik habitatnya. Menjalani hidup yang penuh rintangan dan halangan tanpa pernah mengeluh.

Sanggupkah kita mempedomani sifat-sifat penyu di atas dalam kehidupan kita sehari-hari?

Percayalah… Kita akan sanggup….!!!

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
Posted in FILOSOFI | Leave a comment

“HIDUP BERMAKNA”

Tidak ada yang tahu kapan maut menjemput. Sudah seharusnya kita memanfaatkan umur yang singkat ini, dengan lebih banyak menanam benih-benih kebaikan, bukan selalu berbuat jahat dan tercela.

Apa yang dilakukan di kehidupan sekarang akan menentukan nasib di kehidupan yang akan mendatang. Lenyapkanlah kebencian, permusuhan, iri hati dan niat buruk yang ada di pikiran, karena pikiran adalah pelopor untuk membuat kita menjadi bahagia, menderita, celaka, selamat.

Berusahalah untuk mengendalikan pikiran dengan memperhatikan hal-hal berikut ini :

1. Buang jauh dari pikiran tentang hal-hal yang tidak terlalu penting (umur, berat badan, tinggi badan, warisan, titel, jabatan, pekerjaan, uang pensiunan, dll). Fisik tidaklah menentukan karakter seseorang. Materi dan jabatan tidaklah kekal dan tidak dibawa mati. Semua ini hanyalah bersifat sementara.

2. Bertemanlah dengan orang-orang yang dapat membuat hidup menjadi ceria. Karena orang yang terlalu banyak berkeluh kesah dan sempit pikiran akan sukar menikmati hidup. Dan ini tentunya akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

3. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Pelajari lebih banyak tentang kesenian, pertanian, kerajinan tangan, perdalam hobi ataupun hal-hal lainnya.

Jangan biarkan otak kita istirahat terlalu lama. Karna setan akan mengambil alihnya. Dan setan itu dikenal dengan nama ALZHEIMER !!!

4. Nikmatilah hal-hal sekecil apapun. Jangan melihat kuantitas atau jumlah, namun lihatlah kualitasnya.

5. Sering-seringlah tertawa, bahkan sekeras yang kita mau. Tertawalah sampai merasa seperti kehabisan nafas. Dan jika kita mempunyai teman yang dapat melakukan itu, maka banyak-banyaklah menghabiskan waktu dengan mereka.

6. Jika bersedih, menangislah. Airmata memang diperlukan dalam hidup ini. Namun, bangkitlah segera. Sesungguhnya, satu-satunya orang yang akan selalu bersama kita, hanya diri kita sendiri. Yang lain, hanya titipan-Nya. Live while you are alive…

7. Kelilingilah diri dengan hal-hal yang disukai atau disayangi, misalnya : keluarga, binatang peliharaan atau benda-benda koleksi. Rumah tempat kita tinggal adalah tempat teraman dan ternyaman untuk bermain dan bercengkerama dengan mereka.

8. Jagalah kesehatan. Jika saat ini dalam keadaan baik, pertahankan itu. Jika saat ini dalam keadaan tidak stabil, periksakanlah segera. Upayakan agar pulih secepat mungkin agar dapat beraktifitas.

9. Jangan katakan sesuatu yang bisa membuat orang lain tersudutkan, merasa bersalah dan sampai merasa tidak nyaman. Siapapun tidak ingin berada di dalam posisi ditekan atau disudutkan.

10. Sampaikan pada orang yang disayangi bahwa kita benar-benar menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Jangan menunda-nunda karena waktu yang tersedia tidaklah banyak. Sampaikanlah pada setiap kesempatan yang ada.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“MENGHILANGKAN KERUTAN”

Setelah diopname selama 2 minggu, akhirnya Abece diperbolehkan pulang ke rumah.

Betapa kangennya Abece kepada Mongky, sang kekasih tercinta, setelah berpisah selama 9 bulan lamanya.

Pengalaman di kapal telah menempa diri Abece menjadi sosok yang lebih dewasa dan mandiri. Kecerdasan otaknya juga bertambah berkat diskusi dan ngobrol-ngobrol dengan rekan-rekan pelaut yang sudah berumur dan berpengalaman menjalani lika-liku kehidupan.

Abece segera membasuh diri dengan sabun sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan bau kotoran sapi ; seakan telah menempel lekat di sekujur tubuhnya akibat pekerjaan sebagai kelasi di kapal pengangkut sapi.

Baju terbaru tanpa koyak, celana jeans dengan warna masih biru, dilengkapi dengan parfum nan wangi merek “Hugo Boss” mengiringi keberangkatan Abece ke rumah Mongky.

Tidak lupa Abece singgah ke warung Bu Nur untuk membelikan oleh-oleh martabak rebus yang diolesi mentega merek ABC.

Honda Astrea ’80, pinjaman dari sohib kentalnya, Xwaizet melaju kencang dengan suara knalpot menderu-deru seperti suara mesin bubut.

Sesampainya di rumah Mongky, Abece segera melepaskan kerinduannya dengan memberikan pelukan hangat dan ciuman di kening Mongky.

Mereka mengobrol dalam suasana gembira sambil cekakak cekikik di ruang tamu.

Tidak jarang mereka sampai jatuh berguling-gulingan di atas lantai karena Abece sangat lasak. Lagipula kursi sofa yg mereka duduki berdua, sudah tidak memiliki sandaran di belakang.

Abece juga sering goyang-goyang sendiri, akibat efek “mabuk laut”, membuat keseimbangan tubuhnya sedikit terganggu.

Tiba-tiba muncullah nenek Mongky dari balik gorden pembatas ruang tamu dan ruang keluarga.

Dengan tergopoh-gopoh nenek Mongky menyamperin Abece sambil berkata : “Nak Abece, nenek bisa minta tolong?”

Abece terkejut, namun dengan tenang menjawab : “Tentu saja bisa, nenekku sayang”.

Nenek : “Nak, bisa tolong belikan pembalut buat nenek. Sudah lama nenek tidak menggunakannya. Saat ini nenek amat membutuhkannya. Nenek malu minta sama cucu nenek”.

Abece : “Buat apa nek?”.

Nenek : “Tidak usah banyak tanya, mau nolong apa kagak? Pake uang nak Abece dulu, ntar kalo udah gajian, nenek balikin”.

Abece : “Oke nek, gak papa. Nyantai aja, gak usah dipikirin kapan dibalikin” (berlagak seperti pahlawan di mata Mongky).

Tidak berapa lama, Abece kembali ke rumah dan menyerahkan sebungkus pembalut merek “Cam”.

Nenek Mongky mengambil pembalut tersebut dengan wajah kegirangan bagaikan anak kecil yang mendapatkan permen.

Pembalut tersebut dibukanya lalu…. Sang nenek menempelkan pembalut ke jidatnya sendiri sambil tersenyum.

Nenek : “Gimana Nak Abece, apa keriput di kening nenek sudah hilang?”

Abece : “Hah??? Apa bisa pembalut menghilangkan kerutan di jidat?”

Nenek : “Tadi nenek lihat iklan di TV waktu jeda sinetron Mahabarata”.

“Pembalut Cam Body Fit

*Kembali ke bentuk semula, Anti Bocor dan Anti Kerut*. Percayalah…”.

Abece dan Mongky tertawa terbahak-bahak dan bersamaan “tepok jidat”.

Gubrakkkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“CALON PERAWAT”

Seorang pemuda kampung bernama Abece sangat bangga dengan kecantikan pacar barunya yang bernama Mongky, seorang pramugari Cong-Air.

Untuk menikahi Mongky, syarat yang diajukan oleh orang tua sang pacar lumayan berat, yaitu harus memiliki pekerjaan tetap. Namun, saat ini Abece tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Alias luntang lantung tidak karuan…

Untunglah, ada seorang temannya bernama Xwaizet memberikan peluang pekerjaan kepada Abece sebagai perawat di salah satu rumah sakit swasta.

Setelah melewati beberapa kali tes ujicoba, dan menyisihkan ribuan peserta, maka tibalah saatnya ke-50 orang tersisa akan menempuh seleksi tahap akhir. Kebetulan penguji mereka adalah seorang dokter forensik senior, killer namun gokil.

Dokter ini sangat terkenal sebagai “dokter mayat” karena hampir seluruh mayat manusia yang sampai ke rumah sakit ini harus melalui “tangan” sang dokter.

Dokter : “Hari ini saya akan menguji kalian semua. Apakah kalian siap?”

Peserta : “Siapppp, dokkkk….”

Dokter : “Pengujian ini untuk mengetes *keberanian* dan *ketelitian* kalian semua berkaitan dengan tubuh manusia. Untuk itu saya akan mendatangkan mayat manusia yang telah meninggal 2 minggu lalu!”

Dokter : “Jangan ada yang menutup hidung apalagi muntah. Jika sampai terjadi, maka saya anggap Anda telah gugur”.

Seluruh peserta diarahkan untuk mendekat ke arah mayat.

Ada 6 orang muntah karena tidak mampu menahan rasa bau yang sangat menyengat hidung, kayak bau mayat gitu loh…

Tinggallah 44 orang peserta lagi.

Dokter : “Tes pertama mengenai keberanian dan tidak boleh jijik!”

Lalu sang dokter memasukkan jari tengahnya ke anus mayat tersebut, dan kemudian menjilat jarinya.

Dokter : “Nah, siapa yang berani melakukan seperti yang saya lakukan tadi, langsung saya luluskan tanpa perlu melalui tes terakhir!”

Para peserta berteriak histeris, sampai ada yang menangis ketakutan. Tidak ada yang berani menunjuk tangannya.

Abece berpikir sangat keras. Dia sangat jijik melihat tingkah sang dokter.

Namun demi kecintaannya pada Mongky, akhirnya Abece memberanikan diri untuk menunjuk tangan.

Dokter : “Silakan maju dan lakukan persis seperti yang saya perbuat tadi”.

Dengan penuh rasa jijik, akhirnya Abece berhasil melakukannya.

Dosen : “Bagus sekali. Keberanian Anda sungguh luar biasa. Namun Anda gagal dalam hal ketelitian”.

Abece : “Loh…dok… Tadi saya melakukan persis seperti yang dokter lakukan. Memasukkan jari tengah dan menjilatnya. Kenapa saya gagal?”

Dokter : “Perhatikan..tadi yang saya masukkan adalah jari tengah, sedangkan yang saya jilat adalah jari kelingking!!!”

Abece : “Hueeekkkkkkk…”

Seisi ruangan tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan Abece…

Gubrakkkk….

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“MET ULTAH ANAKKU TERSAYANG”

“MET ULTAH ANAKKU TERSAYANG”

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tepat di hari ini, empat tahun yang lalu, Mommy sedang menahan rasa sakit yang teramat sangat, saat berada di rumah sakit Stella Maris. Kamu terus menerus menggeliat, menendang-nendang, memukul-mukul dan bergerak-gerak di dalam perut Mom. Kamu mungkin tidak sadar, perbuatanmu ini amat menyakitkan Mom. Barangkali inilah bentuk kegembiraanmu saat kamu akan muncul sebagai penghuni baru di dunia ini.

Jujur saja, Dad tidak tega melihat penderitaan Mom, ingin sekali menggantikan posisi Mom, tapi Dad menyadari bahwa ini adalah kodrat yang harus dialami semua wanita yang akan menjadi seorang ibu. Dad hanya mampu menggenggam tangan Mom, membelai punggung Mom dan mengelus rambut Mom, untuk menunjukkan bahwa Dad ada dan bersama-sama Mom saat menantikan kehadiranmu.

Setelah belasan jam berkontraksi, kamu masih belum menunjukkan tanda-tanda mau keluar, mungkin masih senang berada di dalam perut Mom. Sementara itu, Mom semakin menderita, semakin sakit, semakin sering meringis hingga keluar air mata. Akhirnya Dad memutuskan untuk melakukan operasi caesar.

Tepat pukul 14:00 WIB, Lynn Eiffel Kusuma, puteri kesayangan Mom n Dad, lahir dengan selamat, memiliki berat 3,6 kg dan tinggi 51 cm.

Ada perasaan lega, senang dan tentunya terharu dengan keberadaan dirimu. Kamu hadir karena buah percintaan kami yang tulus. Bertambah lagi seorang anak manusia, sebagai anugerah terindah dari Sang Pencipta. Tiada kata lain, selain ucapan syukur kepada-Nya. Thanks God…

Sekarang usia kamu sudah empat tahun. Masih belia, namun tidak lagi bisa dikatakan sebagai anak lugu yang tidak tahu apa-apa. Banyak yang telah kamu dapatkan, banyak yang telah kamu pelajari dan banyak yang telah kamu alami. Semua ini akan menjadi bekalmu di masa depan.

Jangan marahi Dad, saat kamu terjatuh dan Dad hanya melihatmu berdiri sendiri. Bukannya Dad tidak sayang, namun Dad ingin kamu tahu, bahwa jika kamu terjatuh dan masih sanggup untuk berdiri sendiri, maka kamu harus berusaha untuk bangkit tanpa pertolongan orang lain, walaupun rasa sakit menderamu. Kamu tidak boleh cengeng, tidak boleh manja setiap saat dan tidak boleh selalu mengharapkan bantuan orang, di saat kamu mampu untuk melakukan sendiri.

Walaupun kamu masih sangat muda, namun Dad ingin menanamkan sifat kemandirian di dalam dirimu, tentunya sesuai dengan usiamu. Sebab Dad tidak tahu pasti, batas waktu yang diberikan Sang Pencipta untuk Dad di dunia ini.

Eiffel, anakku yang paling kusayang. Tiada kebahagiaan yang lebih besar daripada kehadiranmu dalam hidup Mom n Dad. Apapun akan Dad lakukan untukmu, karena memang hidup Dad saat ini sepenuhnya untuk kamu dan keluarga kecil kita.

Tetaplah menjadi anak yang baik, mau mendengar kata-kata orang tua, mau berbagi bersama teman-teman, selalu tersenyum dan ramah kepada orang lain, selalu melawak biar Mom n Dad tertawa terbahak-bahak melihat kelucuanmu, suka berdendang, menari-nari dan bernyanyi-nyanyi serta selalu menjadi kebanggaan keluarga.

Met ulang tahun yang ke-4 anakku sayang…

Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kepintaran dan kebahagiaan untukmu…

Teriring cinta dan sayang untukmu…

(Mom n Dad)

Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

“JOKO”

<Sabtu, 04 November 2017 OOR 12:12>

Dia adalah tulang punggung keluarga. Bekerja keras dengan tekun bukan untuk dirinya, melainkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menyekolahkan adik-adiknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Belum memikirkan untuk berumahtangga karena dia ingin membahagiakan seluruh anggota keluarganya terlebih dahulu.

Wajahnya ganteng, tubuhnya atletis dan kepintarannya di atas rata-rata. Bekerja sebagai manajer keuangan di sebuah perusahaan jasa konstruksi. Banyak wanita yang berusaha untuk merebut hatinya, namun semua tidak berhasil. Hatinya membeku bagaikan terbuat dari batu karang yang kokoh.

Joko, nama sederhana yang mencerminkan nama keindonesiaan, terbilang pria yang unik. Walaupun berkelebihan tapi dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Jarang pergi ke cafe atau restoran ternama, lebih senang makan di warung pinggir jalan. Jarang membeli pakaian bermerek, lebih senang membeli pakaian di pasar tradisional.

Kedua orang tuanya berulang kali mengingatkannya untuk mencari pendamping yang kelak akan mengurus segala kebutuhannya. Kadang mereka merasa kasihan kepada putera sulungnya, yang terus bekerja keras sepanjang hidupnya demi keluarga.

Joko hanya tersenyum saat disinggung soal wanita yang akan menjadi isterinya : “Kalau nanti berumah tangga, saya tidak yakin bakal tetap memperhatikan keluarga ini. Pikiranku pasti akan terpecah karena ada keluarga baru yang harus diperhatikan…”

Ibunda Joko : “Kamu tidak boleh berpikir demikian. Ada saatnya kamu harus mengurangi waktu dan perhatianmu untuk kami. Sudah menjadi kodrat bahwa kelak setelah berumah tangga, kamu harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga kecilmu…”

Joko : “Saya masih belum bisa, Bu… Saya amat sayang kepada ayah dan ibu, serta adik-adikku semua. Tidak tega rasanya membiarkan kalian hidup menderita…”

Ibunda Joko : “Siapa bilang kami akan hidup menderita? Akan tiba waktunya anak-anak ibu hidup dengan kehidupannya masing-masing. Membina keluarga baru. Yang penting kalian tidak boleh cekcok, tetap menjalin silahturahmi dengan baik, saling membantu jika ada yang kesusahan dan tetap mengingat bahwa kalian berasal dari rahim yang sama…”

Sejak menerima nasehat dari sang bunda, Joko mulai membuka diri untuk berpacaran. Beberapa wanita sempat singgah dalam hidupnya, namun sebagian tidak tulus mencintai pemuda yang baik ini. Ada yang hanya menginginkan harta, ingin ketampanan dan ketenaran Joko belaka. Ada juga yang menunjukkan sikap monopoli, egois dan tidak sayang kepada orang tua Joko.

Untunglah Tuhan mendengarkan doa sang bunda yang dipanjatkan dengan khusyuk setiap malam. Seorang wanita sederhana, baik, sopan dan berhati mulia, akhirnya menjadi pasangan hidup Joko.

Setelah berkeluarga, Atin, sang isteri, justru sering mengingatkan Joko untuk selalu menelepon keluarganya. Atin selalu meluangkan waktu untuk memasakkan makan kesukaan sang bunda. Di waktu libur, Joko bersama sang isteri tercinta selalu mengunjungi rumah orang tuanya. Bukan itu saja, rumah sederhana itu juga direnovasi hingga terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Sampai kapanpun, Joko tetap memperhatikan keluarga besarnya. Apalagi dengan dukungan penuh dari Atin. Berkat kebaikan dan ketulusannya, karir Joko terus meningkat dan berhasil menduduki jabatan prestise di perusahaannya.

Sobatku yang budiman…

Keluarga adalah jantung hidup kita. Apa yang dipikirkan Joko sebelum berkeluarga, tidaklah benar. Ketakutan akan berkurangnya kasih sayang kepada kedua orang tua setelah berkeluarga, sangat bergantung kepada niat, apakah kita memang tulus menyayangi mereka. Ketulusan itu tidak memandang waktu dan tempat. Keikhlasan itu adalah abadi, bersumber dari pribadi yang bertanggung jawab.

Berumah tangga bukanlah alasan kita untuk tidak memperhatikan ayah, bunda dan saudara-saudara lainnya. Mungkin sedikit berkurang karena waktu kebersamaan yang sedikit, namun bukan berarti tidak sama sekali.

Tidak selamanya dengan memberi uang atau materi akan menyelesaikan masalah. Perhatian dan waktu, kadang lebih berguna bagi mereka yang kita sayangi.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #keluarga #peduli Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

“SELINGKUH DALAM MIMPI”

<Rabu, 03 November 2017 OOR 06:37>

Seorang temanku, sebut saja namanya Andi bercerita tentang kegalauan hatinya.

Andi : “Bro… semalam saya bermimpi tentang seorang wanita… Orangnya nyata ada dalam hidupku…”

Saya : “Mimpiin seseorang itu biasa, bro…”

Andi : “Ini tidak biasa… Saya bermimpi menjalin hubungan terlarang dengannya… Kami berpacaran di balik layar, tanpa sepengetahuan pasangan masing-masing. Sampai sekarang aja, jantungku masih berdebar-debar memikirkan kejadian itu… Seru, senang dan ngangenin…”

Saya : “Wake up bro…!!! Semua ini cuma mimpi belaka…”

Andi menggelengkan kepalanya : “Tapi saya ingin sekali bertemu dengannya…”

Saya tersenyum : “Bertemu untuk apa? Mau melanjutkan cerita di mimpimu…?”

Andi terdiam sejenak. Tangannya meraih gelas lalu meneguk jus jeruk hingga tinggal setengahnya. Matanya menerawang jauh. Sepertinya ingin kembali ke dalam suasana mimpinya.

Andi : “Keinginanku sepertinya tidak terbendung. Saya ingin sekali berjumpa dengan Susi…”

Saya : “Kapan kalian terakhir bertemu…?”

Andi : “Beberapa bulan yang lalu, waktu acara reuni sekolah… Saya baru sadar, ternyata si Susi bertambah cantik dan menarik walaupun usianya sudah tidak muda lagi…”

Saya : “Keinginanmu baru muncul setelah bermimpi. Apakah selama ini kamu pernah memikirkannya? Pernah merindukannya?”

Andi : “Tidak bro… Biasa aja… Tidak menggebu-gebu seperti sekarang ini…”

Saya tertawa kecil : “Sobatku Andi yang baik hati… Pikiranmu sudah melantur. Jernihkan dulu sebersih-bersihnya. Jangan biarkan keinginan konyolmu bersemayam dalam pikiranmu… Lebih banyak buruknya daripada baiknya…”

Andi masih ngeyel : “Tapi saya benar-benar ingin bertemu dengannya… mungkin setelah bertemu dengannya, barulah diriku bisa puas…?”

Saya : “Kamu yakin hanya bertemu? Percayalah bahwa semua ini tidak akan berhenti sampai di pertemuan kalian saja. Pasti ada kelanjutannya. Kalau ada kesempatan, kamu pasti akan mengutarakan isi hatimu, kesukaanmu padanya… Bagaimana jika ternyata si Susi meresponmu dengan sinis? Hubungan persahabatan kalian pasti akan hancur….”

Andi : “Iya juga ya…”

Saya : “Nah… sebaliknya, bagaimana jika Susi merespon dengan baik? Bagaimana jika ternyata dia juga menaruh keinginan yang sama denganmu? Ujung-ujungnya kalian akan bermain api dan lantas membakar semua yang telah dibangun dengan baik. Keluarga kalian akan hancur berantakan. Kamu mungkin tidak akan lagi berjumpa dengan puteri kesayanganmu. Semua kebahagiaan akan sirna…”

Andi mendengar nasehatku dengan serius. Walaupun sorot matanya masih menunjukkan keinginannya, namun sedikit demi sedikit Andi mulai mengangguk perlahan.

Saya segera melanjutkan : “Tidak semua keinginan itu harus dipenuhi. Lihat juga sisi baik dan buruknya. Mana yang lebih banyak. Jika berdampak buruk, lupakan saja keinginan itu. Sekali kamu melangkah maju, maka kamu tidak akan sanggup kembali ke posisi semula. Jangan coba-coba bermain api, karena perasaan kita mudah terombang-ambing, apalagi berkaitan dengan keinginan dan kesukaan…”

Andi membuka layar smartphonenya. Tampak foto sekeluarga. Isterinya masih muda dan cantik. Sepasang anak mereka terlihat begitu imut, cantik, ganteng dan chubby. Foto-foto yang menggambarkan keluarga yang harmonis dan bahagia.

Dalam hati saya berkata : “Sungguh disayangkan jika keluarga ini harus berantakan karena Andi tidak mampu mengekang ego dan keinginannya hingga harus berselingkuh…”

Sobatku yang budiman…

Keinginan itu bagaikan sebilah mata pedang yang tajam. Jika tidak dikendalikan dengan baik, maka kita sendiri akan terluka olehnya dan juga dapat melukai orang lain.

Bukannya kita tidak boleh memiliki keinginan. Kadang ini juga bisa dianggap sebagai pemacu semangat untuk bekerja lebih baik dan lebih giat. Namun kita tidak boleh berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik.

Tidak semua keinginan itu boleh diikuti atau dipenuhi, apalagi yang berkaitan dengan hati. Memberi sedikit kesempatan sama artinya menggali lubang yang akan menjerumuskan hidup kita ke dalam lembah penderitaan.

Begitu banyak keluarga yang hancur karena perselingkuhan. Begitu banyak hati yang terluka karena pengkhianatan. Begitu banyak anak yang kehilangan kasih sayang karena ayah atau ibunya membagi hatinya untuk orang lain.

Bersediakah kita menukar kebahagiaan yang sudah ada dengan sesuatu yang sifatnya sementara dan belum pasti?

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #selingkuh Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment