“MET ULTAH ANAKKU TERSAYANG”

“MET ULTAH ANAKKU TERSAYANG”

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tepat di hari ini, empat tahun yang lalu, Mommy sedang menahan rasa sakit yang teramat sangat, saat berada di rumah sakit Stella Maris. Kamu terus menerus menggeliat, menendang-nendang, memukul-mukul dan bergerak-gerak di dalam perut Mom. Kamu mungkin tidak sadar, perbuatanmu ini amat menyakitkan Mom. Barangkali inilah bentuk kegembiraanmu saat kamu akan muncul sebagai penghuni baru di dunia ini.

Jujur saja, Dad tidak tega melihat penderitaan Mom, ingin sekali menggantikan posisi Mom, tapi Dad menyadari bahwa ini adalah kodrat yang harus dialami semua wanita yang akan menjadi seorang ibu. Dad hanya mampu menggenggam tangan Mom, membelai punggung Mom dan mengelus rambut Mom, untuk menunjukkan bahwa Dad ada dan bersama-sama Mom saat menantikan kehadiranmu.

Setelah belasan jam berkontraksi, kamu masih belum menunjukkan tanda-tanda mau keluar, mungkin masih senang berada di dalam perut Mom. Sementara itu, Mom semakin menderita, semakin sakit, semakin sering meringis hingga keluar air mata. Akhirnya Dad memutuskan untuk melakukan operasi caesar.

Tepat pukul 14:00 WIB, Lynn Eiffel Kusuma, puteri kesayangan Mom n Dad, lahir dengan selamat, memiliki berat 3,6 kg dan tinggi 51 cm.

Ada perasaan lega, senang dan tentunya terharu dengan keberadaan dirimu. Kamu hadir karena buah percintaan kami yang tulus. Bertambah lagi seorang anak manusia, sebagai anugerah terindah dari Sang Pencipta. Tiada kata lain, selain ucapan syukur kepada-Nya. Thanks God…

Sekarang usia kamu sudah empat tahun. Masih belia, namun tidak lagi bisa dikatakan sebagai anak lugu yang tidak tahu apa-apa. Banyak yang telah kamu dapatkan, banyak yang telah kamu pelajari dan banyak yang telah kamu alami. Semua ini akan menjadi bekalmu di masa depan.

Jangan marahi Dad, saat kamu terjatuh dan Dad hanya melihatmu berdiri sendiri. Bukannya Dad tidak sayang, namun Dad ingin kamu tahu, bahwa jika kamu terjatuh dan masih sanggup untuk berdiri sendiri, maka kamu harus berusaha untuk bangkit tanpa pertolongan orang lain, walaupun rasa sakit menderamu. Kamu tidak boleh cengeng, tidak boleh manja setiap saat dan tidak boleh selalu mengharapkan bantuan orang, di saat kamu mampu untuk melakukan sendiri.

Walaupun kamu masih sangat muda, namun Dad ingin menanamkan sifat kemandirian di dalam dirimu, tentunya sesuai dengan usiamu. Sebab Dad tidak tahu pasti, batas waktu yang diberikan Sang Pencipta untuk Dad di dunia ini.

Eiffel, anakku yang paling kusayang. Tiada kebahagiaan yang lebih besar daripada kehadiranmu dalam hidup Mom n Dad. Apapun akan Dad lakukan untukmu, karena memang hidup Dad saat ini sepenuhnya untuk kamu dan keluarga kecil kita.

Tetaplah menjadi anak yang baik, mau mendengar kata-kata orang tua, mau berbagi bersama teman-teman, selalu tersenyum dan ramah kepada orang lain, selalu melawak biar Mom n Dad tertawa terbahak-bahak melihat kelucuanmu, suka berdendang, menari-nari dan bernyanyi-nyanyi serta selalu menjadi kebanggaan keluarga.

Met ulang tahun yang ke-4 anakku sayang…

Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kepintaran dan kebahagiaan untukmu…

Teriring cinta dan sayang untukmu…

(Mom n Dad)

Advertisements
Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

“JOKO”

<Sabtu, 04 November 2017 OOR 12:12>

Dia adalah tulang punggung keluarga. Bekerja keras dengan tekun bukan untuk dirinya, melainkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menyekolahkan adik-adiknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Belum memikirkan untuk berumahtangga karena dia ingin membahagiakan seluruh anggota keluarganya terlebih dahulu.

Wajahnya ganteng, tubuhnya atletis dan kepintarannya di atas rata-rata. Bekerja sebagai manajer keuangan di sebuah perusahaan jasa konstruksi. Banyak wanita yang berusaha untuk merebut hatinya, namun semua tidak berhasil. Hatinya membeku bagaikan terbuat dari batu karang yang kokoh.

Joko, nama sederhana yang mencerminkan nama keindonesiaan, terbilang pria yang unik. Walaupun berkelebihan tapi dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Jarang pergi ke cafe atau restoran ternama, lebih senang makan di warung pinggir jalan. Jarang membeli pakaian bermerek, lebih senang membeli pakaian di pasar tradisional.

Kedua orang tuanya berulang kali mengingatkannya untuk mencari pendamping yang kelak akan mengurus segala kebutuhannya. Kadang mereka merasa kasihan kepada putera sulungnya, yang terus bekerja keras sepanjang hidupnya demi keluarga.

Joko hanya tersenyum saat disinggung soal wanita yang akan menjadi isterinya : “Kalau nanti berumah tangga, saya tidak yakin bakal tetap memperhatikan keluarga ini. Pikiranku pasti akan terpecah karena ada keluarga baru yang harus diperhatikan…”

Ibunda Joko : “Kamu tidak boleh berpikir demikian. Ada saatnya kamu harus mengurangi waktu dan perhatianmu untuk kami. Sudah menjadi kodrat bahwa kelak setelah berumah tangga, kamu harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga kecilmu…”

Joko : “Saya masih belum bisa, Bu… Saya amat sayang kepada ayah dan ibu, serta adik-adikku semua. Tidak tega rasanya membiarkan kalian hidup menderita…”

Ibunda Joko : “Siapa bilang kami akan hidup menderita? Akan tiba waktunya anak-anak ibu hidup dengan kehidupannya masing-masing. Membina keluarga baru. Yang penting kalian tidak boleh cekcok, tetap menjalin silahturahmi dengan baik, saling membantu jika ada yang kesusahan dan tetap mengingat bahwa kalian berasal dari rahim yang sama…”

Sejak menerima nasehat dari sang bunda, Joko mulai membuka diri untuk berpacaran. Beberapa wanita sempat singgah dalam hidupnya, namun sebagian tidak tulus mencintai pemuda yang baik ini. Ada yang hanya menginginkan harta, ingin ketampanan dan ketenaran Joko belaka. Ada juga yang menunjukkan sikap monopoli, egois dan tidak sayang kepada orang tua Joko.

Untunglah Tuhan mendengarkan doa sang bunda yang dipanjatkan dengan khusyuk setiap malam. Seorang wanita sederhana, baik, sopan dan berhati mulia, akhirnya menjadi pasangan hidup Joko.

Setelah berkeluarga, Atin, sang isteri, justru sering mengingatkan Joko untuk selalu menelepon keluarganya. Atin selalu meluangkan waktu untuk memasakkan makan kesukaan sang bunda. Di waktu libur, Joko bersama sang isteri tercinta selalu mengunjungi rumah orang tuanya. Bukan itu saja, rumah sederhana itu juga direnovasi hingga terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Sampai kapanpun, Joko tetap memperhatikan keluarga besarnya. Apalagi dengan dukungan penuh dari Atin. Berkat kebaikan dan ketulusannya, karir Joko terus meningkat dan berhasil menduduki jabatan prestise di perusahaannya.

Sobatku yang budiman…

Keluarga adalah jantung hidup kita. Apa yang dipikirkan Joko sebelum berkeluarga, tidaklah benar. Ketakutan akan berkurangnya kasih sayang kepada kedua orang tua setelah berkeluarga, sangat bergantung kepada niat, apakah kita memang tulus menyayangi mereka. Ketulusan itu tidak memandang waktu dan tempat. Keikhlasan itu adalah abadi, bersumber dari pribadi yang bertanggung jawab.

Berumah tangga bukanlah alasan kita untuk tidak memperhatikan ayah, bunda dan saudara-saudara lainnya. Mungkin sedikit berkurang karena waktu kebersamaan yang sedikit, namun bukan berarti tidak sama sekali.

Tidak selamanya dengan memberi uang atau materi akan menyelesaikan masalah. Perhatian dan waktu, kadang lebih berguna bagi mereka yang kita sayangi.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #keluarga #peduli Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

“SELINGKUH DALAM MIMPI”

<Rabu, 03 November 2017 OOR 06:37>

Seorang temanku, sebut saja namanya Andi bercerita tentang kegalauan hatinya.

Andi : “Bro… semalam saya bermimpi tentang seorang wanita… Orangnya nyata ada dalam hidupku…”

Saya : “Mimpiin seseorang itu biasa, bro…”

Andi : “Ini tidak biasa… Saya bermimpi menjalin hubungan terlarang dengannya… Kami berpacaran di balik layar, tanpa sepengetahuan pasangan masing-masing. Sampai sekarang aja, jantungku masih berdebar-debar memikirkan kejadian itu… Seru, senang dan ngangenin…”

Saya : “Wake up bro…!!! Semua ini cuma mimpi belaka…”

Andi menggelengkan kepalanya : “Tapi saya ingin sekali bertemu dengannya…”

Saya tersenyum : “Bertemu untuk apa? Mau melanjutkan cerita di mimpimu…?”

Andi terdiam sejenak. Tangannya meraih gelas lalu meneguk jus jeruk hingga tinggal setengahnya. Matanya menerawang jauh. Sepertinya ingin kembali ke dalam suasana mimpinya.

Andi : “Keinginanku sepertinya tidak terbendung. Saya ingin sekali berjumpa dengan Susi…”

Saya : “Kapan kalian terakhir bertemu…?”

Andi : “Beberapa bulan yang lalu, waktu acara reuni sekolah… Saya baru sadar, ternyata si Susi bertambah cantik dan menarik walaupun usianya sudah tidak muda lagi…”

Saya : “Keinginanmu baru muncul setelah bermimpi. Apakah selama ini kamu pernah memikirkannya? Pernah merindukannya?”

Andi : “Tidak bro… Biasa aja… Tidak menggebu-gebu seperti sekarang ini…”

Saya tertawa kecil : “Sobatku Andi yang baik hati… Pikiranmu sudah melantur. Jernihkan dulu sebersih-bersihnya. Jangan biarkan keinginan konyolmu bersemayam dalam pikiranmu… Lebih banyak buruknya daripada baiknya…”

Andi masih ngeyel : “Tapi saya benar-benar ingin bertemu dengannya… mungkin setelah bertemu dengannya, barulah diriku bisa puas…?”

Saya : “Kamu yakin hanya bertemu? Percayalah bahwa semua ini tidak akan berhenti sampai di pertemuan kalian saja. Pasti ada kelanjutannya. Kalau ada kesempatan, kamu pasti akan mengutarakan isi hatimu, kesukaanmu padanya… Bagaimana jika ternyata si Susi meresponmu dengan sinis? Hubungan persahabatan kalian pasti akan hancur….”

Andi : “Iya juga ya…”

Saya : “Nah… sebaliknya, bagaimana jika Susi merespon dengan baik? Bagaimana jika ternyata dia juga menaruh keinginan yang sama denganmu? Ujung-ujungnya kalian akan bermain api dan lantas membakar semua yang telah dibangun dengan baik. Keluarga kalian akan hancur berantakan. Kamu mungkin tidak akan lagi berjumpa dengan puteri kesayanganmu. Semua kebahagiaan akan sirna…”

Andi mendengar nasehatku dengan serius. Walaupun sorot matanya masih menunjukkan keinginannya, namun sedikit demi sedikit Andi mulai mengangguk perlahan.

Saya segera melanjutkan : “Tidak semua keinginan itu harus dipenuhi. Lihat juga sisi baik dan buruknya. Mana yang lebih banyak. Jika berdampak buruk, lupakan saja keinginan itu. Sekali kamu melangkah maju, maka kamu tidak akan sanggup kembali ke posisi semula. Jangan coba-coba bermain api, karena perasaan kita mudah terombang-ambing, apalagi berkaitan dengan keinginan dan kesukaan…”

Andi membuka layar smartphonenya. Tampak foto sekeluarga. Isterinya masih muda dan cantik. Sepasang anak mereka terlihat begitu imut, cantik, ganteng dan chubby. Foto-foto yang menggambarkan keluarga yang harmonis dan bahagia.

Dalam hati saya berkata : “Sungguh disayangkan jika keluarga ini harus berantakan karena Andi tidak mampu mengekang ego dan keinginannya hingga harus berselingkuh…”

Sobatku yang budiman…

Keinginan itu bagaikan sebilah mata pedang yang tajam. Jika tidak dikendalikan dengan baik, maka kita sendiri akan terluka olehnya dan juga dapat melukai orang lain.

Bukannya kita tidak boleh memiliki keinginan. Kadang ini juga bisa dianggap sebagai pemacu semangat untuk bekerja lebih baik dan lebih giat. Namun kita tidak boleh berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik.

Tidak semua keinginan itu boleh diikuti atau dipenuhi, apalagi yang berkaitan dengan hati. Memberi sedikit kesempatan sama artinya menggali lubang yang akan menjerumuskan hidup kita ke dalam lembah penderitaan.

Begitu banyak keluarga yang hancur karena perselingkuhan. Begitu banyak hati yang terluka karena pengkhianatan. Begitu banyak anak yang kehilangan kasih sayang karena ayah atau ibunya membagi hatinya untuk orang lain.

Bersediakah kita menukar kebahagiaan yang sudah ada dengan sesuatu yang sifatnya sementara dan belum pasti?

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #selingkuh Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in KELUARGA DAN PASANGAN | Leave a comment

“DASI DAN PETE”

<Minggu, 29 Oktober 2017 OOR 14:04>

Suatu ketika Abece berjualan dasi di sebuah pusat perbelanjaan tradisional. Beberapa penjual merasa heran dengan keberadaan Abece.

Penjual sandal : “Apa gak salah abang berjualan dasi di sini? Memangnya orang ke pasar ini membeli dasi untuk dipakai saat berbelanja…?”

Abece : “Abang jangan sewot dong… Saya pernah menerima wejangan dari seorang pakar marketing terkenal. Beliau berkata, agar sukses, kita harus menjual sesuatu yang berbeda dengan orang lain. Nah… karena tidak ada yang berjualan dasi di sini, makanya saya merasa apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang benar. Saya pasti berhasil. Doakan saya ya…”

Para penjual tidak mau berdebat kusir dengan Abece. Mereka merasa tidak ada untungnya menasehati pemuda yang sok hebat ini.

Abece mulai mencoba menawarkan dasi kepada beberapa pembeli. Namun tidak ada respon. Tidak kehilangan akal, lantas Abece mulai mengikatkan dasinya ke lehernya. Alhasil, penampilan Abece terlihat sangat lucu dan norak.

Akhirnya, seorang kakek-kakek, tertarik untuk menawar dasi yang dipajang di atas meja.

Kakek : “Bang, saya ingin membeli dasi yang berwarna hijau ini. Berapa harganya…?”

Abece : “Gak mahal kok… cuma seratus ribu rupiah saja…”

Kakek : “Makjang… mahal banget… Gak bisa kurang…?”

Abece : “Dasi hijau ini terbuat dari kain katun kualitas super. Hanya untuk kakek sebagai calon pembeli pertama, saya berikan harga khusus. Kalau buat yang lain, saya kasih harga dua ratus ribu…”

Kakek : “Gak jadi beli… Harganya mahal sekali. Saya bisa membeli selusin pete dengan uang sebanyak itu…”

Abece naik emosi : “Gini aja Kek… Jika nanti ke pesta, silakan kakek ikatkan saja pete-pete itu ke leher kakek… Hahaha…”

Tiba-tiba kakek itu menarik dengan kencang, dasi yang sedang terpasang di leher Abece : “Kurang ajar… dasar penjual sinting… Berani-beraninya kamu menghina saya….”

Abece berteriak minta tolong karena lehernya terlilit dasi : “Tolongg… tolongggg…”

Para penjual dan pengunjung hanya tersenyum-senyum saja, tanpa ada niat untuk menolong Abece.

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #dasi #pete Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“ORANG KAYA BENERAN”

<Sabtu, 28 Oktober 2017 OOR 09:35>

Di kehidupan ini, kita sering menjumpai aneka karakter manusia, yang idealis dan jujur maupun yang munafik dan suka berpura-pura. Juga dengan status sosial yang beragam, yang kaya maupun yang tidak kaya.

Ada orang kaya beneran, namun ada juga orang kaya bohongan. Ada yang berlimpah harta, namun hidupnya sederhana. Sebaliknya ada yang berlagak kaya, padahal tidak kaya, namun hidupnya suka berfoya-foya dan gemar memamerkan segala sesuatu dan ingin selalu dianggap orang kaya.

Orang kaya beneran, berusaha tidak berhutang. Jikalau harus berhutang, hal ini semata-mata untuk ekspansi bisnis. Kelak akan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Sedangkan orang kaya bohongan, amat senang berhutang, terutama berhutang kartu kredit. Bukan untuk bisnis, melainkan untuk membeli barang-barang konsumtif dengan tujuan untuk pamer dan berharap dapat menaikkan status sosialnya.

Yang benar-benar kaya, hidupnya selalu tenang dan damai. Tidak ngotot menimbun harta berlimpah. Jikapun ada rezeki, mereka tidak pernah lupa untuk berbagi. Baginya, kekayaan yang dimiliki hanyalah titipan Tuhan dan tidak akan dibawa mati.

Yang pura-pura kaya, tidak suka berbagi. Cenderung egois dan pelit. Sedikit berpunya, langsung berpikir untuk membeli barang-barang mewah agar dianggap hebat. Jangankan untuk orang lain yang tidak dikenal, bahkan untuk saudara dan sahabatnya, mereka selalu penuh perhitungan. Menganggap hanya dengan memiliki banyak harta, baru dapat bahagia. Merasa dengan menggunakan jam tangan rolex dan pakaian bermerek, baru dianggap orang sukses.

Sesungguhnya, orang kaya beneran itu hidupnya benar-benar bahagia, bukan karena memiliki banyak harta dan dapat membeli apapun yang diinginkan, namun mereka merasa cukup dan mau bersyukur dengan apa yang sudah dipunyai. Mereka memiliki kesenangan untuk berbuat baik dengan segala kelebihannya, gemar berbagi dan bersedekah.

Orang kaya bohongan itu hidupnya risau, galau dan tidak bahagia karena selalu mengenakan topeng untuk menutupi wajah aslinya. Hidupnya gelisah karena selalu mendambakan sesuatu yang baru, walaupun tidak mampu dijangkaunya. Mereka lebih senang memaksakan diri, hingga akhirnya terseret dalam lilitan hutang.

Gaya hidup orang kaya beneran itu tidak tamak dan rakus, sebab mereka sudah merasa puas dengan apa yang diperoleh. Orang kaya yang serakah itu adalah orang kaya bohongan. Orang kaya yang selalu merasa kekurangan, bukanlah orang kaya beneran.

Sobatku yang budiman…

Kaya dan miskin itu adalah terminologi buatan manusia. Bagi Tuhan, manusia yang benar-benar kaya adalah mereka yang memiliki tabungan abadi, yaitu amal dan pahala, kebaikan dan kemuliaan. Semua harta keduniawian yang berhasil dikumpulkan, tidaklah berarti di mata Tuhan, jika hidupnya diselimuti oleh aura kebohongan dan naluri kejahatan.

Hindarilah menjadi sosok manusia munafik yang penuh dengan kepura-puraan. Sebab berpura-pura itu amat capek dan sungguh melelahkan. Hidup yang selalu dipenuhi kebohongan dan tipu-tipu. Jika sampai ketahuan, maka malunya akan berkali-kali lipat.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #orangkayabeneran Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“BIJAKSANA DALAM BERTINDAK”

<Sabtu, 21 Oktober 2017 OOR 10:26>

Di sebuah kampung, terdapat sekelompok anak yang gemar berkumpul hingga larut malam. Bukan hanya mengobrol, kadang kala mereka bernyanyi-nyanyi dengan suara cukup keras. Walaupun mereka mendendangkan lagu dengan baik, namun yang disayangkan, mereka sering lupa waktu. Tidak sadar bahwa ulah mereka telah mengganggu ketenangan malam penduduk kampung. Mereka seakan tidak tahu bahwa suara keras mereka telah mengusik tidur orang lain.

Beberapa kali, warga kampung menegur, namun mereka tidak peduli dan bahkan melawan saat akan diusir. Ada penduduk yang berniat melaporkan ke pihak berwajib namun masih ragu karena takut akan berujung panjang. Sebab diantara pemuda itu ada yang memiliki hubungan persaudaraan dengan kepala preman.

Seorang tetua kampung bernama Opung Toba berusaha menenangkan warga kampung agar tidak bertindak anarkis. Kekhawatiran terjadinya pertikaian akan merusak kedamaian yang selama ini telah tercipta dengan baik.

Opung Toba : “Berilah saya waktu seminggu untuk menangani masalah ini. Jika gagal, saya persilakan kalian untuk bertindak atau melapor ke polisi…”

Malam itu, Opung Toba mendatangi para pemuda yang sedang berkumpul dan bernyanyi- nyanyi.

Opung Toba : “Bukan main merdunya suara kalian. Kalau tidak keberatan, bolehkan kalian bernyanyi sejam lagi. Kalian akan saya berikan uang masing-masing lima puluh ribu. Gimana…?”

Tentu saja para pemuda merasa kegirangan karena adanya imbalan uang yang cukup besar dari orang tua yang berjanggut putih ini. Mereka bernyanyi dengan semangat hingga satu jam ke depan. Kepala Opung Toba ikut bergerak-gerak mengikuti alunan lagu. Sesekali beliau berdiri dan menggoyangkan tubuh dengan rileks. Terlihat begitu menikmati lagu-lagu yang didendangkan para pemuda.

Satu jam telah berlalu. Opung Toba menepati janjinya memberikan uang kepada masing-masing pemuda. Mereka menyalami Opung Toba untuk berpamitan pulang.

Seorang pemuda bertanya : “Bolehkah kami bernyanyi lagi besok? Apakah kami akan mendapatkan uang lagi…?”

Opung Toba tersenyum dan mengangguk, sambil berkata : “Tentu saja boleh…”

Keesokan harinya para pemuda kembali berkumpul. Kali ini mereka belum mau bernyanyi dan menunggu kehadiran Opung Toba. Mereka berpikir, lebih baik menghemat suara supaya dapat bernyanyi lebih lama. Uang yang diperoleh tentunya akan lebih banyak. Sejam dapat lima puluh ribu. Dua jam dapat seratus ribu. Dan seterusnya.

Orang yang ditunggu-tunggu sedang berjalan mendekati mereka. Wajah para pemuda begitu gembira, membayangkan akan mendapatkan upah bernyanyi yang lebih banyak dari kemarin.

Opung Toba : “Maaf… telah membuat kalian menunggu lama. Saya sudah tidak sabar ingin mendengarkan suara merdu kalian. Badanku ingin sekali bergoyang dan berjoged…”

Pemuda : “ Apakah kami akan dibayar sejam lima puluh ribu…?”

Opung Toba : “Iya…iya… Tapi kali ini saya cuma sanggup membayar setengahnya saja. Dan itupun untuk satu jam bernyanyi. Soalnya dagangan saya tidak laku hari ini…”

Para pemuda melakukan protes : “Masak cuma setengahnya? Kami keberatan…”

Opung Toba : “Ayolah… Saya tidak sabar ingin mendengarkan suara kalian bernyanyi…”

Pemuda : “Kalau cuma setengahnya, kami tidak mau lagi bernyanyi di sini. Silakan bapak menyuruh orang lain saja…”

Para pemuda segera meninggalkan Opung Toba seorang diri. Setelah kejadian ini, mereka tidak pernah lagi muncul di kampung ini. Para penduduk kampung merasa senang dan dapat menikmati peraduannya tanpa gangguan.

Sobatku yang budiman…

Tidak selamanya sebuah masalah harus diselesaikan dengan percekcokan atau pertikaian. Banyak orang lebih senang untuk adu mulut, adu otot dan adu kuat. Bukannya selesai, yang ada justru muncul masalah baru yang lebih berat dan merugikan kedua belah pihak.

Emosi yang tidak terkontrol sering membuat orang menjadi lupa diri dan lupa segalanya. Setelah muncul masalah baru yang lebih pelik, barulah merasa menyesal. Namun keburu sudah terlambat.

Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Kita memiliki akal, pikiran dan hati sehingga dapat memilah cara terbaik, cara yang dewasa, bijaksana serta tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Damai itu indah…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #bijaksana Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in NASEHAT OPUNG TOBA | Leave a comment

“SIFAT BUAS”

<Sabtu, 14 Oktober 2017 OOR 15:06>

Seekor kucing berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan setapak di sebuah areal perkebunan. Kakinya terkilir karena terjatuh ke sebuah lubang. Untunglah, setelah bersusah payah, akhirnya kucing malang ini berhasil keluar dari lubang tersebut.

Sekelompok anak-anak sedang asyik bermain bola. Seorang anak bernama Sinchan melihat keberadaan kucing berbulu putih tersebut. Lalu dia mengajak teman-teman yang lain untuk “mengerjain” si kucing.

Sinchan : “Kawan-kawan… lihatlah… ada seekor kucing jalannya aneh sekali. Sebuah kaki belakangnya tidak menginjak tanah. Tentunya menyenangkan sekali kalau dijadikan mainan…”

Seorang anak yang lain merasa kasihan. Dia tidak tega melihat kucing yang sedang terluka itu menjadi mainan teman-temannya yang nakal, lalu berkata : “Jangan begitu… Apa kalian tidak kasihan dengan kucing ini? Saat ini ia terlihat begitu lemah. Mohon jangan mengganggunya…”

Sinchan : “Halahhh… Dia itu cuma seekor binatang. Lagipula sekarang kucing ini sedang terluka sehingga tidak membahayakan jika bermain-main sejenak dengan kita. Hahaha….”

Anak yang baik hati itu menggelengkan kepalanya : “Seharusnya kita tidak mengganggunya karena kucing malang ini sedang terluka… Dan jangan lupa, kalau terus menerus diganggu, kucing ini bisa marah. Cakar dan taringnya masih tajam loh…”’

Sinchan tertawa sinis : “Mengapa harus takut dengan kucing pincang… Hahaha….”

Sinchan dan beberapa temannya tidak peduli dengan nasehat temannya. Mereka mulai menjalankan aksinya “bermain-main” dengan kucing itu. Menggunakan ranting untuk memukul-mukul badan dan terutama kaki yang terluka. Melemparkan tanah lumpur ke sekujur badan kucing sehingga bulunya yang berwarna putih menjadi hitam kecoklatan.

Walaupun si kucing mulai menunjukkan mimik marah, namun Sinchan dan teman-temannya tidak mundur, bahkan semakin bersemangat untuk membullynya. Hingga suatu ketika, entah mendapat energi extra dari mana, tiba-tiba kucing tersebut mengeluarkan suara keras, seperti suara harimau mengaum, lalu melompat dan menerjang Sinchan yang berada paling dekat dengannya.

Tanpa ampun, taring tajamnya menusuk masuk hingga ke daging betis Sinchan. Teman-temannya terkejut dan segera berlari menjauh. Kucing itu tidak mau melepaskan gigitannya. Sinchan meronta-ronta dan mencoba memukul kucing itu. Beberapa saat kemudian, kucing itu melepaskan gigitannya setelah seorang petani tua yang kebetulan lewat, menolong Sinchan.

Setelah mendengarkan cerita dari teman Sinchan mengenai kejadian barusan, petani tua itu bertanya : “Mengapa kalian mengganggu kucing yang malang ini? Tidak adakah rasa kasihan di hati kalian? Bagaimana jika kalian diganggu saat sedang terluka?”

Sinchan dan teman-temannya menunduk dan merasa bersalah telah melakukan kesalahan.

Petani tua itu melanjutkan : “Semua makhluk memiliki batas kesabaran. Jika terus menerus didesak maka akan muncul sifat buas yang tidak terkendali. Dan ini sangat berbahaya bagi makhluk lain…”

Sobatku yang budiman…

Alangkah baiknya jika kita tidak terlalu menekan atau mendesak orang lain sedemikian rupa sehingga mereka dapat kehilangan nalar berpikir yang sehat ketika bertindak.

Di saat sedang tertekan, banyak orang menjadi nekad dan lupa diri. Tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Tidak peduli dengan apapun akibat yang dimunculkan oleh perbuatan negatifnya.

Mereka berprinsip : “Peduli amat dengan setan. Yang penting saat ini saya merasa puas sudah membalas dendamku… Apapun yang akan terjadi, itu nanti urusan belakang…”

Bagaimanapun di dalam diri manusia terdapat tabiat atau sifat buas dari binatang, yang sewaktu-waktu dapat muncul di saat tekanan datang. Ada yang sedikit, namun ada yang sangat parah hingga menimbulkan sifat merusak atau membunuh.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #buas #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment